Miras Membawa Petaka – Ambon Ekspres
Kriminal

Miras Membawa Petaka

ERBAKAR: Salah satu rumah milik warga mamokeng Desa Tulehu Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah hangus dilahap sijago Merah, Minggu (7/5). AMEKS

AMEKS ONLINE,— M  Dayas Lestaluhu,  pemuda Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) tewas secara tragis. Ini setelah parang yang diduga digunakan Ayub alias Luky cs kena tepat dibagian lehernya. Pemuda 20 tahun inipun langsung tewas seketika dilokasi kejadian.  Pembacokan terjadi di Jalan Raya Dusun Mamokeng, Desa Tulehu, Minggu (7/5) sekira pukul 01.20 WIT.

Informasi koran ini menyebutkan, sebelum peristiwa pembunuhan itu, Sabtu (6/5) sekira pukul 23.50 WIT, korban bersama dua orang rekanya yakni Samsul dan salah seorang anggota polisi, Bripda Firman mengkonsumsi minuman keras (miras) tradisional jenis sopi di salah satu lokasi di Desa Tulehu.

Kemudian, sekira pukul 01.00 WIT korban menggunakan sepeda motor miliknya menuju tempat acara pesta salah satu keluarga Kepala Dusun Momokeng. Tujuan mengecek suasana di tempat acara pesta tersebut.
Tidak lama kemudian, korban kembali menemui rekannya. Dia sempat menyampaikan kepada Samsul dan Bripda Firman bahwa setelah korban pulang mengecek suasana di tempat acara pesta korban dicegat oleh tiga orang tidak dikenal.

Sempat, salah satu dari tiga orang tersebut menanyakan kepada korban siapa yang mencaci maki mereka itu. Namun, korban tidak mengetahui dan kemudian pergi meninggalkan mereka.

Usai mendengar penuturan korban, Bripda Firman menyampaikan kepada korban untuk bersama-sama mencari ketiga orang itu. Namun ketika dalam perjalanan Bripda Firman dan korban dihentikan salah satu warga Momokeng bernama Suryani.

Suryani menyampaikan kalau salah satu dari tiga orang yang dicari itu kakak iparnya, bernama Lucky. Kemudian Bripda Firman kembali ke pesta sementara korban masih duduk di TKP.

Selain itu, menurut pengakuan Suryani, Luky juga sempat menyampaikan kepada dirinya kalau dia akan memukul korban. Namun, apa penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Setelah itu, Suryani meninggalkan TKP menuju tempat acara pesta.

Tak lama kemudian, terjadi keributan yang berjarak sekitar 30 meter dari tempat acara pesta. Pada saat itu Suryani dan masyarakat sekitar keluar untuk melihat peristiwa yang terjadi. Tiba di TKP, mereka menyaksikan korban sudah tergeletak bersimbah darah di atas jalan dengan luka bacok pada bagian leher. “Sebelumnya memang kakak ipar saya sempat bilang  bahwa dia ingin memukul Dayas (korban), tetapi tidak tahu apa penyebabnya,” tandas Suryani.

Warga yang berada dilokasi kejadian langsung membawa korban menuju RSUD Tulehu. Namun luka yang diderita sangat serius. Akhirnya nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Dia tewas akibat luka serius pada bagian leher, dagu dan pergelangan tangan kiri.

Setelah melakukan pembacokan, terduga pelaku langsung melarikan diri. Sampai saat ini, polisi belum berhasil menangkap pelaku. Penyelidikan terus dilakukan anggota Polsek Salahutu dibantu Polres Ambon untuk mengungkap keberadaan pelaku. ”Pelaku melarikan diri. Saat ini anggota sudah dilapangan untuk menelusi keberadaan pelaku. Identas sudah sudah dikantongi,” tandas Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease AKBP Sucahyo Hadi, kemarin.
Buntut dari kejadian itu, pihak keluarga tidak terima. Mereka langsung membakar rumah milik terduga pelaku di Dusun Mamokeng, Minggu (7/5) usai pemakaman korban.

Terpisah, ayah kandung korban Saprudin Lestaluhu mengisahkan,  sebelum insiden itu anaknya Dayas memang sempat balik ke rumah mengambil parang. ‘’Berselang 15 menit saya ikut turun ke Mamokeng, sampe disana anak saya sudah jatuh di tengah jalan dengan luka di bagian leher,” tandas Saprudin

Lebih lanjut disampaikan, pihak keluarga berharap polisi secepatnya menangkap pelaku dan ditindak tegas sesuai dengan perbuatan dilakukan. ”Kejadian ini seperti ini sudah sering terjadi dan di tempat yang sama di Dusun Mamokeng. Namun pihak kepolisian tidak tegas untuk menjaga situasi dan kondisi, karena di tempat tersebut terus menerus terjadi tindakan kriminal, “ tandas Saprudin.(ERM)

Click to comment

Most Popular

To Top