Pelanggaran HAM Masih Tinggi di Maluku – Ambon Ekspres
Berita Utama

Pelanggaran HAM Masih Tinggi di Maluku

Ilustrasi Pelanggaran HAM

AMEKS ONLINE,-Kondisi keamanan di Maluku saat ini, bukan menjadi jaminan tidak adanya pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM). Pemerintah Belanda menemukan Maluku merupakan salah satu provinsi dengan tingkat pelanggaran HAM yang cukup tinggi di Indonesia.

Pelanggaran HAM itu, kebanyakan terjadi pada kasus kekerasan perempuan dan anak. “Berdasarkan pantauan kami di pengadilan HAM yang ada di Belanda, banyak terjadi pelanggaran HAM di Maluku seperti kekerasan ibu, anak dan kekerasan manusia. Makanya kita datang kesini (Maluku), untuk bertemu dengan Kapolda Maluku dan Pemprov Maluku untuk melihat kondisi ini,” kata  Mr Kees Van Barr, Duta Besar Belanda untuk persoalan HAM di Indonesia, melalui juru bicaranya kepada wartawan usai menemui Kapolda Maluku di Ambon, Senin (8/5).

Menurut dia, kedatangan tim dari Belanda yang berjumlah 6 orang itu, guna mengetahui secara langsung penanganan pihak kepolisian terhadap kasus-kasus kekerasan. Baik kekerasan terhadap perempuan, anak maupun kekerasan terhadap manusia yang diduga sebagai bentuk terjadinya tingkat pelanggaran HAM. “Untuk mengetahui dan melihat sejauhmana penanganan Polda Maluku dalam mengatasi persoalan yang diduga merujung pada penyebab terjadinya tindakan pelanggaran  HAM,” jelas dia.

Dia mengaku, kunjungan ini tidak hanya melihat dan mengetahui adanya pelanggaran HAM, namun tim juga akan memberikan pelatihan kepada ratusan personil kepolisian agar lebih tanggap dalam penanganan kasus-kasus yang berdampak pada pelanggaran HAM. “Harapan kami semoga kedatangan kami, termasuk memberikan pelatihan dan pencerahan ini, kedepan Maluku tidak lagi terjadi hal-hal yang berakibat melanggar HAM itu,” tuturnya.

Sementara itu Kapolda Maluku Irjen Polisi Deden Juhara menyambut baik kedatangan tim tersebut. Menurut dia, kedatangan mereka sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja jajarannya dalam penanganan dan penyelesaian kasus-kasus tindak pidana kriminal terutama penganiyaan terhadap anak, perempuan dan lainnya, serta upaya pencegahan sebelum terjadinya tindakan kekerasan itu. “Terkait dengan cara penangnan kasus-kasus yang ada. Nah peningkatan kinerja pemolisian masyarakat itu, harus lebih bagus lagi, dalam artian tugas pokok polisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Itu lebih diutamankan selain penegakan hukum,” kata Deden.

Dia menambahkan, penanganan kasus yang terjadi di masyarakat tidak selamanya mendahulukan penegakan hukum. Penegakan hukum itu dilakukan bila sudah dilakukan berbagai upaya penyelesaian lain.
“Misalnya ada persoalan di masyarakat, polisi bisa langsung menyelesaikan secara diskresi dalam konteks penyelesaian secara kekeluargaan. Itu yang didahulukan. Kemudian upaya pencegahan sebelum terjadinya sebuah peristiwa juga sangat penting sehinga tidak menimbulkan persoalan yang lebih besar,” jelas dia.

Pria dengan dua bintang dipundak ini berharap, tim tersebut dapat memberikan pelatihan yang maksimal bagi seluruh personil Polri, terutama bhabinkamtibmas dan reskrim. “Kita berharap kepada tim ini, untuk melatih seluruh anggota Polda Maluku. Karena kita berharap polmas (perpolisian masyarakat), menjadi ujung tombak Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.(AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!