Assagaff : Saya Akan Dapat PDIP – Ambon Ekspres
Ragam

Assagaff : Saya Akan Dapat PDIP

AMEKS ONLINE.-Namnya tidak diusulkan dalam bursa bakal calon gubernur Maluku. Namun, Said Assagaff sangat optimis mendapatkan rekomendasi PDI Perjuangan. Pengamat menilai, PDIP akan lebih mengutamakan kadernya.
“Itu hak mereka (DPC-DPC) untuk usul atau tidak. Yang pasti saya akan daftar, maka saya akan dapat itu (rekomendasi PDIP),” kata Assagaff di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (10/5).

Optimisme Assagaff didasari beberapa faktor. Pertama, dia merupakan petahana bakal calon gubernur. Sehingga, upaya mendapatkan atau diusung oleh partai politik terbilang mudah dibandingkan para penantangnya.
Sehingga, Assagaff tidak khawatirkan namanya tidak diusulkan oleh 11 DPC PDIP. “Saya incumbent, tidak perlu untuk takut. PDIP akan saya dapat. Jadi, tenang saja,” tandas dia.

Kedua, Assagaff telah mendapatkan sinyal positif dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto ketika mereka bertemu pada beberap kesempatan. “Pak Hasto kan sudah kasih warning.  Kalau orang politik kan sudah bisa membaca itu,” terangnya.

Meski begitu, Assagaff tidak memastikan akan menggandeng kader PDI Perjuangan sebagai bakal calon wakilnya. Sebab, hasil survei dan pertimbangan internal Golkar jadi penentu. “Kalau itu (wakil dari PDIP), kita akan lihat proses kedepan. Kemudian juga ada mekanisme partai dan tergantung dari DPP (Golkar),” jelas mantan wakil gubernur Maluku itu.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku  itu mengaku, akan mengumumkan nama balon wakilnya pada November mendatang. ”Kalian (wartawan) mau saya dengan siapa ?  Belum. Nanti kalau sudah baru disampaikan. Kan janji saya November,” kunci dia.

Seperti ditulis Ambon Ekspres, Selasa (9/5), pengurus 11 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota telah mengusulkan lima kader internal sebgaai balon gubernur, yakni  Komarudin Watubun, Herman Koedoeboen, Tagop Sudarsono Solulissa, Abas Orno dan Mercy Barends.

Sedangkan kader yang dipersiapkan untuk wakil, yakni ketua DPD PDIP Maluku Edwin Adrian Huwae dan Sekretris DPD Lucky Wattimury. Satu balon wakil dari eksternal yang juga diusulkan, adalah Abdullah Vanath.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PDIP Maluku, Tobhyhend JM Sahureka mengatakan, usulan DPC tersebut tidak mutlak diikutsertakan dalam proses selanjutnya. Sebab, partai akan memproses bakal calon yang mendaftar dan mengikuti tahapan penjaringan dan penyaringan.

Olehnya itu, PDIP menyilahkan Assagaff untuk mendaftarkan diri. ”Nanti kan DPD juga akan melakukan proses penjaringan lewat pembukaan pendaftaran dan sebagainya. Silahkan beliau (Said Assagaff) mendaftar,” kata Sahureka kepada Ambon Ekspres, Selasa (9/5).

Sahureka menambahkan, nama-nama yang diusulkan belum tentu semuanya mendaftarkan diri. Olehnya itu, kesempatan dan peluang bagi kandidat lain, baik Assagaff maupun kandidat lainnya masih terbuka.
PERINGATAN BUAT ASSAGAFF

Pengamat politik Universitas Pattimura (Unpatti) Johan Tehuayo menilai, hasil Rakerda PDIP menunjukkan dan menegaskan, peluang Assagaff mendapatkan rekomendasi partai tersebut, sudah sempit. PDIP lebih cenderung mengusung kadernya. “Kalau terkait dengan nama Pak Said Assagaff yang tidak diakomodir, itu menunjukkan kader PDIP lebih berfokus pada figur dari kader internal PDIP. Hal ini disebabkan, karena elit partai lebih cenderung pada figur elit PDIP. Baik di tingkat lokal maupun nasional yang cenderung untuk bertarung dan memperoleh kekuasaan politik di tingkat provinsi,” kata Tehuayo.

Namun, PDIP harus mengusung kader yang memiliki popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas tertinggi. Sebab, akan bertarung dengan Golkar dan Said Assagaff yang merupakan petahana. “Kalau kemungkinan PDIP lebih berorientasi pada palson dari internal yang memiliki popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas yang memadai, maka akan menjadi lawan politik yang juga berpengaruh signifikan bagi Golkar. Pada konteks ini, sangat tergantung pada figurnya,” jelas dosen pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu.

Pengusulan nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur oleh DPC PDIP ini, lanjut dia, harus menjadi perhatian buat Golkar dan Assagaff. Paling tidak, sudah mulai melakukan komunikasi politik dengan partai lain untuk berkoalisi.

Selain itu, Assagaff juga harus segera menentukan bakal calon wakilnya. Setelah itu, disoalisasikan secara maksimal agar bisa membentuk opini publik dan meningkat popularitas, akseptabilitas dna elektabilitasnya. “Dengan adanya keputusan politik PDIP yang berorientasi pada elit parpol, maka Golkar sudah harus segera menentukan wakilnya. Sehingga proses pembentukan opini publik dalam rangka meningkatkan popularitas figur wakil berjalan baik,” paparnya.

Dia menambahkan, sikap politik PDIP dan Golkar dalam mengusung bakal calon sangat berpengaruh terhadap parpol lain. Apakah mau bergabung dengan koalisi petahana atau dengan kekuatan penyeimbang PDIP.
Terkait koalisi, dia memprediksi, PPP, PKS, PAN dan PBB akan merapat Golkar. “Sedangkan PDIP  kemungkinan dengan Demokrat, Hanura dan Gerindra,”pungkas Tehuayo.(AHA/WHB)

Click to comment

Most Popular

To Top