Oknum Polisi Korupsi Duduk di Pesakitan – Ambon Ekspres
Berita Utama

Oknum Polisi Korupsi Duduk di Pesakitan

AMBON, AE.- Empat oknum anggota Polres MTB yakni Aiptu Jacob Keliduan, Brigpol Andi Dwi Pradana, Bripka Jems Wattimena dan Briptu I Putu Semarandana diadili di Pengadilan Tipikor Ambon, Rabu (10/5). Keempat oknum ini merupakan terdakwa kasus korupsi dana tunjangan perbatasan pulau terluar Polres MTB tahun 2016.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dipimpin majelis hakim yang diketuai Jenny Wally didampingi hakim anggota Samsidar Nawawi dan Herri Liliantono. Sementara keempat terdakwa didampingi oleh tim Penasihat Hukum (PH) yang terdiri dari Morets Latumeten, Latif Lahane, Noke Pattirajawane dan Abner Nunuiari.

JPU Kejari MTB, Denny Saputra Kurniawan dalam dakwaannya mengatakan, tahun 2016, Polres MTB mendapatkan alokasi anggaran untuk tunjangan wilayah khusus pulau-pulau kecil terluar dan/atau wilayah perbatasan bagi anggota Polri pada Polres MTB sebesar Rp 24.135.000.000.Berdasarkan daftar gaji anggota Polres setempat, yang berhak untuk menerima tunjangan tersebut sebesar Rp 4.120.809.700. Namun berdasarkan data Sistem Aplikasi Instansi Berbasis Aktual (Saiba) sebagai laporan realisasi belanja per bulan sejak Januari hingga September 2016 sebesar Rp 4.873.044.200 sehingga terdapat selisih antara daftar gaji induk dengan data Saiba sebesar Rp 752.234.500.

Kendati demikian, berdasarkan hasil temuan beberapa Surat Perintah Membayar (SPM) yang palsu atau fiktif serta tanda tangan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang seharusnya ditandatangani oleh Kapolres MTB ternyata dipalsukan oleh terdakwa Briptu I Putu Semarandana, Brigpol Andi Dwi Pradana, Bripka Jems Wattimena atas perintah terdakwa Aiptu Jacob Keliduan selaku Kasi Keuangan dengan fungsi sebagai bendahara pengeluaran pada polres setempat.

Selain itu, ketiga terdakwa yakni Briptu I Putu Semarandana, Brigpol Andi Dwi Pradana, Bripka Jems Wattimena juga secara bergantian memalsukan tanda tangan Kompol Justinus Tiwery selaku Kabag Sumda Polres MTB. Terdakwa Aiptu Jacob Keliduan telah melakukan penarikan uang terkait kekurangan tunjangan wilayah khusus pulau-pulau kecil terluar dengan menggunakan data fiktif serta tanda tangan SPM dan SPTJM yang telah dipalsukan.

Terdakwa Aiptu Jacob Keliduan kemudian membagi-bagikan uang kepada ketiga terdakwa lainnya masing-masing Rp 175 juta kepada Briptu I Putu Semarandana, Rp 75 juta kepada Briptu Andi Dwi Pradana, dan Bripka Jems Wattimena Rp 20 juta sementara dirinya memperoleh 471.383.000, sehingga total uang negara yang digunakan untuk kepentingan pribadi keempat terdakwa sebesar Rp 741.383.000.

Perbuatan keempat terdakwa diatur dan diancam pidana dalam pasal 2 ayat (1) jo pasal 4, pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dirubah dan ditambah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU 31 Tahun 1999 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (dakwaan primer) dan pasal 9 jo pasal 4, pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dirubah dan ditambah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU 31 Tahun 1999 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Usai mendengarkan dakwaan, majelis hakim menunda sidang hingga Kamis (18/5), dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.(NEL)

Click to comment

Most Popular

To Top