UAS SD Batu Koneng Bakal Dijaga Ketat – Ambon Ekspres
Berita Utama

UAS SD Batu Koneng Bakal Dijaga Ketat

AMEKS ONLINE.-Insiden bentrok warga di Batu Koneng, Kecamatan Teluk Ambon berdampak pada masyarakat setempat. Warga khususnya perempuan dan anak-anak bahkan harus mengungsi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Diantara para pengungsi, ada juga siswa kelas VI SD Inpres Batu Koneng. Para siswa ini bahkan akan mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS). Saat terjadi bentrokan warga, seluruh siswa di SD ini juga diliburkan.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Kota Ambon memastikan para siswa ini tetap akan mengikuti UAS bersama teman-teman mereka di SD Inpres 44 Batu Koneng. Pemerintah tetap akan memberikan jaminan keamanan bagi seluruh siswa. Khususnya yang masih mendiami lokasi pengungsian di Mako Lantamal IX Ambon.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Beni Kainama mengatakan, pelaksanaan ujian sekolah SD akan berlangsung 15 – 17 Mei 2017. Ada tiga mata pelajaran yang diuji yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Dengan jumlah siswa peserta ujian sebanyak 6.752 pada 203 sekolah di Kota Ambon. Yakni 191 SD dan 12 Madrasah Ibtidayah (MI).

Dikatakan, SD Inpres 44 Batu Koneng tetap menjalankan ujian sekolah seperti biasa. Dengan bantuan pengamanan dari Pangdam XVI Pattimura dan Polda Maluku. “Hasil koordinasi bersama Penjabat Walikota serta Gubernur Maluku dan stakeholder lainnya, SD Batu Koneng tetap jalankan ujian sekolah seperti biasa. Bahkan Pangdam dan Kapolda Maluku telah jamin itu. Dan persiapan dokumen sudah di dinas pendidikan kota. Besok (hari ini), kita distribusikan ke Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD). Nanti hari Minggu kemudian UPTD serahkan ke sekolah-sekolah,” tandas Kainama ketika dihubungi Ambon Ekspres, Kamis (11/5).

Menurutnya, memang masih ada pengungsi warga Batu Koneng yang berada di lokasi pengungsian Lantamal IX. Akan tetapi, untuk keamanan dan kenyaman siswa menjalani ujian sekolah akan ada pengaman dari TNI/Polri. “Jadi untuk pengamanan saat ujian berlangsung, pangdam dan kapolda sudah menjamin pelaksanaan ujian berjalan aman. Dan dipastikan pelaksanaan ujian sekolah akan lancar,” kuncinya.

Ketua Komite SD Inpres 44 Batu Koneng Ambon, Taha Abubakar menjelaskan, memang sebelumnya ada rencana pemindahan pelaksanaan ujian bagi siswa SD Inpres 44 Batu Koneng. Akan tetapi, untuk menghindari opini publik yang negatif, pelaksanaan ujian sekolah diputuskan tetap dilakukan di sekolah tersebut. Dengan alasan, dapat memulihkan kondisi bentrokan yang sempat melanda warga Batu Koneng pekan lalu. “Kita kemudian berpikir, untuk tetap melaksanaan ujian di sekolah tersebut. Jika kita lakukan pemindahaan lokasi ujian sekolah, pasti dianggap kondisi Batu Koneng semakin tegang. Jadi kita putuskan tetap pelaksanaan ujian di sekolah tersebut. Tinggal dilakukan pengamanan saja,” ujarnya.

Taha berharap, pemerintah provinsi dan pemerintah kota tidak menutup mata atas bentrokan yang terjadi di Batu Koneng. “Kita tidak ingin persoalan ini menimpa warga Batu Koneng. Karena ini adalah persoalan Kabupaten Maluku Tengah dimana masyarakat Kota Ambon yakni Batu Koneng yang menjadi korban. Kami harap, pemerintah kota dan provinsi dapat menyelesaikan persoalan ini. Sehingga masyarakat yang berada di pengungsian dapat kembali hidup dengan tenang,” pinta Taha, yang juga Anggota Komisi III DPRD Ambon ini.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Ambon, Lucky Upulatu Nikyuluw menambahkan, Pemkot Ambon beserta stakeholder lainnya dapat mengawasi pelaksanaan ujian tingkat SD dengan baik. Dimana tidak ada soal-soal ujian yang dibocorkan oleh oknum-oknum yang sengaja mencari keuntungan.  “Pelaksanaan ujian sekolah harus perlu mendapat pengawasan ketat dari pemerintah khususnya dinas terkait. Sehingga tidak ada soal yang bocor. Karena kita takutkan ada oknum yang sengaja membocorkan soal ujian untuk kepentingan pribadi,” ingatnya.

Politisi asal PDIP ini menilai, untuk siswa SD Inpres 44 Batu Koneng yang masih mendiami lokasi pengungsian, perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Ini agar mereka dapat menjalani proses ujian dengan baik. “Kami harap, proses ujian bisa berjalan dengan baik khusus bagi SD Batu Koneng. Bila perlu ada pengamanan saat ujian berlangsung. Karena para siswa ini merupakan penerus bangsa,” pesannya.

KAILOLO-HITU BAKAL DAMAI

Sementara itu, Pemprov Maluku sementara berupaya melakukan upaya perdamaian terhadap warga Desa Kailolo dan warga Desa Hitu, Kabupaten Maluku Tengah pasca bentrok yang menimpah warga kedua desa di kawasan Batu Koneng, beberapa waktu lalu. Pengungsi Batu Koneng yang sementara berada di Mako Lantamal IX/Ambon juga akan segera dikembalikan ke rumah mereka.

Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan, upaya perdamain untuk menyesaikan persoalan yang terjadi dikawasan Batu Koneng itu harus tuntas sebelum memasuki bulan Suci Ramadhan. “Pertemuan ini, untuk bisa menyelesaikan secepatnya dan menghentikan secepatnya  pertikaian antar warga. Kita sepakat untuk berdamai. Diupayakan sebelum Ramadhan,” kata Assagaff usai pertemuan di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (10/5).

Menurut dia, upaya perdamain itu mendapat respons dari kedua bela pihak. Meski pihak Hitu sendiri tidak menghadiri pertemuan tersebut, namun dari hasil komunikasi Raja Hitu juga mendukung langkah yang dilakukan pemerintah. “Stabilitas keamanan ini, bukan menjadi tanggung jawab aparat keamanan saja, tetapi milik kita bersama. Raja Hitu dan Kailolo juga akan membantu kami untuk melaksanakan perdamaian itu,” jelas dia.

Bukan itu saja, kata dia, untuk warga Batu Koneng yang saat ini sementara mengungsi dari tempat tinggal mereka akan diupayakan, untuk segara dikembali ke tempat asal mereka. Apalagi saat Ramadhan nanti, warga tidak lagi beribadah ditempat pengungsian. “Sebelum Ramadhan dan ujian nasional tingkat SD, pengungsi itu sudah bisa kembali ke tempat tinggal mereka. Dinas Sosial dan PU untuk segera mendata mereka dan berikan bantuan. Termasuk memperbaiki rumah warga yang rusak akibat insiden itu,” tuturnya.

Wakapolda Maluku Kombes Polisi Musa Ginting mengatakan, untuk insiden pertama pada 11 April lalu, pihaknya telah menetapkan sejumlah tersangka. Sementara insiden yang terjadi pada 6 Mei lalu, masih dalam penyelidikan. “Untuk kejadian pertama sudah 20 orang kita periksa sebagai saksi dan sudah 4 orang sudah dijadikan sebagai tersangka. Kemudian sudah kita tahan, berkas perkaranya sudah kita limpahkan tahap I kepada pihak kejaksaan. Sementara kejadian terakhir, masih dalam tahap penyelidikan dan belum ada yang mengarah kepada tersangka,” kata Ginting.

Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua mengatakan, pihaknya akan melakukan pendekatan langsung dengan kedua kelompok masyarakat sehingga upaya perdamaian ini segara terwujud. “Persoalan yang terjadi itu saya kira persoalan sepele, yang memang harus kita selesaikan secara bersama-sama dalam waktu dekat. Saya akan segera temui masyarakat di kedua desa itu. Dan tetap bersama mereka, sehingga perdamaian dan keamanan itu bisa diwujudkan,” kata Abua.
Raja Kailoilo Rusdy Marasabessy mengaku, lega setelah adanya pertemuan untuk melakukan perdamaian dengan kedua kelompok masyarakat. “Alhamdulilah, karena miskomunikasi saja. Dan pertemuan ini merupakan langkah awal untuk menuju sebuah perdamaian. Untuk masyarakat yang penting sudah ada pertemuan antara pimpinan dan akan kita sosialisasikan ke masyarakat,” kata Rusdy.(ISL/AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!