Pramuka Pengecat Kampung Kelir, Tidur Tiga Malam di Teras Rumah Warga – Ambon Ekspres
Berita Utama

Pramuka Pengecat Kampung Kelir, Tidur Tiga Malam di Teras Rumah Warga

POLA KOTAK-KOTAK: Grup Pramuka dari SMA Hang Tuah 5 Sidoarjo mengecat rumah nomor 9 pada Rabu (10/5) di Jalan Gisik Kidul, Desa Tambak Cemandi, Sedati.

AMEKS ONLINE,-Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017 zona Sidoarjo-Surabaya diselenggarakan pada 8–11 Mei di Desa Tambak Cemandi, Sedati.
Hasilnya, rumah, fasilitas umum, hingga perahu warga tampak lebih cerah dan berwarna-warni.

DARI arah Kantor Kecamatan Sedati, di sepanjang jalan menuju Desa Tambak Cemandi, bendera Pramuka dan umbul-umbul bertulisan Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017 tampak dipasang berjajar. Semakin ke timur tambah semarak. Hal itu menjadi penanda jelas bagi warga yang ingin menengok kemeriahan Kampung Kelir.

Saat melewati gerbang bertulisan Desa Tambak Cemandi, para anggota Pramuka penegak dan pandega sibuk dengan kuas di tangan. Mereka bertebaran di sejumlah tempat. Di pinggir jalan, halaman depan rumah, plengsengan pinggir sungai, perahu, jembatan, bahkan atap rumah warga. Di sekeliling mereka terlihat kaleng-kaleng cat. Dengan cekatan, mereka memoles objek yang menjadi ’’jatah’’ masing-masing dengan cat warna cerah. Misalnya, merah, kuning, biru, pink, dan hijau.

Rabu (10/5) tinggal finishing. Melanjutkan pengecatan yang sudah mereka cicil sejak Senin (8/5). Meski hari terakhir, semangat mereka masih sama. Tak surut atau berkurang sama sekali.

Saking semangatnya, sebagian di antara mereka memilih tidak mandi dahulu. Padahal, jarum jam sudah menunjukkan pukul 08.00. ’’Biar bisa totalitas mengecat. Sekalian kotor. Mandinya kalau sudah selesai mengecat saja,’’ kata Muhammad Syahrul, anggota Pramuka dari SMAN 1 Gedangan. Siswa kelas XI IPA 3 itu memilih menunda jadwal mandinya.
’’Sama saja, nanti kan kotor. Biar nggak ada alasan untuk males kotor-kotoran,’’ lanjutnya, lantas tertawa. Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017 diselenggarakan atas kerja sama Pemprov Jatim, Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, produsen cat EMCO, Bank Jatim, dan Jawa Pos.

Syahrul bersama sembilan rekannya kebagian mengecat rumah milik Bu Ana di Jalan Gisik Kidul Nomor 43. Mulai halaman depan, pagar, tiang, hingga tembok depan. Tak ketinggalan, tempat duduk di pinggir jalan tepat di depan rumah. Mereka sepakat mengecat rumah dan sekitarnya dengan tema polkadot.
’’Kami berjumlah 10 orang yang terdiri atas dua grup. Satu grup cewek dari SMA Dharma Wanita 1 Gedangan dan satu grup cowok dari SMAN 1 Gedangan. Selama di sini, kami tinggal di rumah Bu Ana, rumah yang kami cat ini,’’ jelas Syahrul.

Meski tidur agak malam, mereka tetap semangat mengecat sejak pagi hingga siang. Apalagi, tuan rumah kerap menyuguhkan camilan dan minuman dingin. Guyonan dari sesama rekan juga menambah seru suasana. Pekerjaan mengecat pun menjadi tidak terasa berat.

’’Serunya di situ, suka dukanya tidur berdempetan. Bahkan, pengalaman mandi hanya dengan dua gayung air,’’ ujar Chofifah.
Ternyata itu yang juga menjadi alasan Syahrul memilih menunda jadwal mandi. Air di rumah yang dia tempati terbilang minim. Air biasanya mengalir lancar saat malam, tapi kecil ketika pagi. Akhirnya mereka harus membagi satu bak air untuk mandi 10 orang. Tak kehabisan akal, ada yang memilih mandi di kamar mandi umum atau masjid.
Tak terasa, pekerjaan mereka hampir selesai. Tinggal menambahkan sedikit sentuhan agar terlihat lebih rapi. ’’Ngecatnya nggak sulit. Yang agak sulit hanya mengecat paralon yang digunakan sebagai tiang tadi karena harus pakai cat minyak,’’ kata Chofifah.

Syahrul, Chofifah, dan dua rekan segrupnya, Muhammad Bayu Aji dan Muhammad Rama Surya, mulai membereskan alat-alat mengecat. Termasuk kuas dan wadah dari plastik yang digunakan untuk menuangkan cat. Namun, ada rekannya yang masih terus bekerja.

Mereka berjalan menuju pinggir sungai. Berniat membersihkan bekas cat yang menempel di tangan dan kuas dengan air sungai. Syahrul, Bayu, dan Rama meloncat ke perahu. Sementara itu, Chofifah memilih membersihkan diri di pinggir sungai.

Karena diloncati, perahu pun goyang-goyang dan menjauh sekitar 1 meter dari pinggiran sungai. ”Ayo, dibersihkan. Nggak usah pakai sabun dulu. Nanti dipakai lagi,” celetuk Syahrul. Sambil membersihkan, mereka tak berhenti ngobrol. Ceritanya bermacam-macam. Karena melihat perahu goyang, Chofifah mengingatkan tiga rekannya untuk hati-hati.

”Tibo iku, teles gak masalah, tapi isin e iku loh (Kalau sampai jatuh, basah tak jadi masalah, tapi menanggung malunya itu lho, Red),” sahut Rama.
Belum lima menit, dengan bergiliran, Syahrul dan Bayu meloncat dari perahu ke pinggir sungai. Terakhir giliran Rama. Karena perahu sudah bergoyang, loncatan Rama tak sesuai harapan. Tangan kanannya berhasil menginjak pinggiran sungai. Namun, kaki kirinya kurang terangkat. Dia pun terpeleset dan jatuh ke sungai. Dengan tersenyum kecut, Rama langsung mencari pegangan. Mendengar suara byurr, rekan yang lainnya pun tertawa ngakak. Banyak yang berdatangan ke pinggir sungai. Bukannya segera menolong, mereka malah ”menikmati” pemadangan itu. Rama tenggelam setinggi leher. Bajunya basah. Suara tawa dari rekan-rekannya mengiringi Rama keluar dari air.

Sepanjang Jalan Gisik Kidul sekarang sudah tampak berbeda. Sejumlah perahu sudah dicat. Rumah menjadi lebih berwarna-warni. Begitu juga warung, gardu, jembatan, atap, batang pohon, bahkan bambu tempat membuat jemuran juga sudah tidak lagi polosan.

Tulisan Pramuka, Kampung Kelir, serta pesan-pesan positif seperti jaga keamanan dan kebersihan tampak di dinding-dinding. Mereka berharap tahun depan ada lagi tempat lainnya di Sidoarjo yang menjadi ”proyek” Kampung Kelir. Dengan begitu, Sidoarjo lebih berwarna. ”Seru. Kami dapat banyak pengalaman,” ujar Dwimei Ardyansa dari SMA Hang Tuah 5 yang kemarin mengecat bentuk kotak-kotak di halaman rumah nomor 9 Jalan Gisik Kidul.

Total 673 anak Pramuka terjun ke Desa Tambak Cemandi, Sedati. Dari Sidoarjo sebanyak 492 orang dan Surabaya 181 orang. Mereka bekerja bahu-membahu. Penuh tawa dan kerelaan. Salam Pramuka!
(*/C7/C10/PRI)

Click to comment

Most Popular

To Top