Saat Publik Dibuat Heran, Mengapa Jaksa Agung Ingin Banding Vonis Ahok? – Ambon Ekspres
Nasional

Saat Publik Dibuat Heran, Mengapa Jaksa Agung Ingin Banding Vonis Ahok?

Jaksa Agung HM Prasetyo foto : Kelik/radarbogor

AMEKSONLINE, RENCANA Jaksa Agung HM Prasetyo yang akan melakukan banding atas vonis dua tahun penjara terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara membuat publik bertanya.

Banding oleh JPU terhadap vonis yang lebih berat dari tuntutan dinilai hal yang tidak biasa.

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menyarakan Pasetyo untuk melakukan kajian hukum yang teliti terkait rencana banding dalam kasus Ahok itu. Menurut Arsul, kebijakan melakukan banding adalah ketika vonis hakim memberikan hukuman lebih ringan dari yang dituntut.

Namun, dalam hal ini, vonis Ahok lebih berat dari tuntutan yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

“Maka biasanya kejaksaan tidak banding. Kejaksaan membiarkan saja yang banding adalah terdakwa dan penasehat hukumnya,” ujar Arsul kepada JawaPos.com (grup pojoksumut), Minggu (14/5/2017).

Karenanya, apabila Jaksa Agung tetap ngotot melakukan banding terhadap vonis Ahok, maka akan menjadi pertanyaan besar bagi publik. “Mengapa dalam kasus Ahok kok jaksa ikut banding, ada apa ini?” tegasnya.

Hal senada diungkapkan anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsyi‎. Menurutnya, banding biasanya dilakukan oleh Jaksa Agung apabila vonis majelis hakim lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa.

 Jika kemudian Jaksa Agung mengajukan banding atas vonis Ahok, pasti akan menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. “Pasti publik bertanya pengajuan banding Jaksa Agung ini untuk kepentingan siapa? dan Jaksa ‎Agung bekerja untuk siapa,” tegas Aboe di Jakarta, Minggu (14/5/2017).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, publik tidak akan bertanya-tanya apabila banding dilakukan oleh kuasa hukum Ahok. Namun, ketika banding diajukan oleh Korps Adhyaksa maka alasannya harus disampaikan. “Karena kalau banding dilakukan pengacara publik memahami karena tugas mereka melakukan pembelaan,” katanya.

 Sekadar informasi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) beberapa waktu lalu menuntut Ahok dengan penjara 1 tahun dan masa percobaan 2 tahun dalam kasus penodaan agama. Namun tututan itu berbeda dengan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang menjatuhkan kurungan penjara 2 tahun.
Oleh sebab itu, Jaksa Agung HM Prasetyo berencana melakukan banding terhadap vonis itu. Alasannya karena vonis majelis hakim lebih berat dari tuntutan yang diajukan JPU. (cr2/JPG/ameksonline/nin)

Most Popular

To Top