Assagaff, Orno dan Komar Ambil Formulir PDIP – Ambon Ekspres
Berita Utama

Assagaff, Orno dan Komar Ambil Formulir PDIP

karikatur :Komarudin Watubun, Said Assagaff, Barnabas Orno

AMEKS ONLINE,–Bak gayung bersambut, Said Assagaff pun resmi berproses di PDIP. Assagaff memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh PDIP dengan
mengambil formulir pendaftaran dan akan mendaftar secara resmi sebagai bakal calon Gubernur Maluku 2018.

Pengambilan formulir pen-        daftaran Said Assagaff          dilakukan Arif Hentihu yang juga Sekretaris Wilayah DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maluku di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Maluku, Karang Panjang, Sabtu (13/5) pukul 10.30 WIT. Assagaff merupakan kandidat kedua yang mengambil formulir.

Pada hari yang sama, tim Bupati Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Barnabas Nathaniel Orno dan tim anggota DPR RI Komarudin Watubun juga mengambil formulir pendaftaran. Tim ketiga kandidat ini mengambil formulir pendaftaran bakal calon gubernur. “Barnabas Orno diwakili oleh Jusuf Penuara, Said Assagaff diwakili oleh Sekretaris DPW PPP Maluku, Arif Hentihu dan Komarudin Watubun diwakili Jafri Taihutu. Belum ada bakal calon wakil gubernur,” kata Wakil Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan DPD PDIP Maluku, Benhur Watubun kepada Ambon Ekspres via sms, Minggu( 14/5) sore.

Dikonfirmasi Ambon Ekspres, Hentihu mengatakan, belum ada rencana pengembalian pendaftaran. Tetapi yang pasti, Assagaff akan mendaftar secara resmi di PDIP. “Belum ada rencana. Nanti kita lihat perkembangannya,” ujar Hentihu.
Hentihu tidak mengetahui secara pasti alasan Assagaff mengambil formulir pada awal proses. Namun, kata dia, Assagaff sangat optimis mendapatkan rekomendasi PDIP. “Saya tidak tahu. Tetapi semua kandidat pasti optimis. Dan pak Bip optimis banget,” tandasnya.

Meski menjabat Sekwil PPP Maluku, namun Arif mengaku, dipercayakan oleh Assagaff secara pribadi untuk mengurusi pendaftaran. Bukan atas nama PPP Maluku.
Olehnya itu, Hentihu tidak memastikan rekomendasi PPP kembali diberikan kepada Assagaff, ketua DPD Partai Golkar Maluku itu. “Ini secara pribadi. Saya dipercayakan,” tukas dia.

ASSAGAFF SERIUS
Pengambilan formulir pendaftaran PDIP, menurut pengamat politik Universitas Pattimura (Unpatti) Said Lestaluhu merupakan ekspresi keseriusan Assagaff. Assagaff seakan mau membuktikan pernyataan-pernyataannya bahwa dia sangat yakin diusung oleh PDIP.

Tak sekadar mengikuti mekanisme internal, Assagaff kemungkinan juga telah membangun komunikasi politik dengan  elit di DPP PDIP. Ini menjadi pendorong, atau bisa merupakana jaminan Assagaff mendapatkan rekomendasi. “Dengan diambilnya fomulir, itu menandakan beliau serius. Dan saya kira mungkin sudah ada komunikasi politik diantara pak Bip dengan pengurus, khususnya di DPP. Itu secara eksternal,” jelas Said.

Said melanjutkan, pengambilan formulir ini pula menunjukkan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, itu menjemput bola dari PDIP, setelah tidak diusulkan oleh DPC-DPC dalam Rapat Kerja Daerah (Rakeda), Senin (8/5). “Semua politisi itu kan ingin mendapatkan dukungan politik yang luas. Karena itu, semua peluang harus mereka maksimalkan. Jadi, kalau ada pendaftaran, beliau akan mengebut,” paparnya.

Tetapi soal peluang, menurut dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpatti itu, terbuka untuk semua bakal calon. Assagaff punya kelebihan sebagai petahana, namun ada kader PDIP sekelas Komarudin Watubun, Herman Koedeoboen, Tagop Sudarsono Soulisa dan Barnabas Orno yang akan diutamakan.
“Pastilah ada klik dari DPP. Sebagai anggota DPR RI walaupun bukan dapil Maluku, tapi beliau (Komarudin Watubun)  berasal dari Maluku. Saya kira beliau punya ikatan emosional yang kuat dengan daerah Maluku. Apalagi sebagai salah satu unsur pimpinan DPP. Beliau merasa punya tanggung jawab untuk  mengikuti seleksi kepemimpinan di daerah ini,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Assagaff optimis akan direkomendasi PDIP. Optimisme Assagaff ini, karena dia merupakan petahana bakal calon gubernur. Sehingga, upaya mendapatkan atau diusung oleh partai politik terbilang mudah dibandingkan para penantangnya.
Assagaff juga mengklaim, telah mendapatkan sinyal positif dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto ketika mereka bertemu pada beberapa kesempatan. “Pak Hasto kan sudah kasih warning.  Kalau orang politik kan sudah bisa membaca itu,”terangnya.

Sementara Benhur mengatakan, pernyataan secara pribadi dari bakal calon yang seolah-oleh akan mendapatkan rekomendasi PDIP, tetap dihargai. Karena PDIP menganggap, itu sebagai bagian dari dinamika yang berkembang.

Tetapi yang jelas, PDIP Maluku baru memulai mekanisme internal, kemarin. Semua bakal calon diberikan kesempatan dan hak yang sama untuk berkompentisi mendapatkan rekomendasi. “Sehingga semua orang diberikan kesempatan dan hak yang sama. Termasuk kader partai dan bukan kader partai atau kader bangsa. Jadi, tidak ada anak emas dan anak tiri di dalam proses ini,” ujar Benhur.(TAB)

Most Popular

To Top