Siap Lapor Pemalsuan Alat Bukti – Ambon Ekspres
Berita Utama

Siap Lapor Pemalsuan Alat Bukti

ILUSTRASI

AMEKS ONLINE,-Fileo Pioestes Noija selaku kuasa hukum Syarief Tuharea yang juga bendahara Dinas Kehutanan Buru Selatan (Bursel) menyatakan pihaknya siap menyampaikan laporan dugaan pemalsuan alat bukti yang diduga dilakukan oknum JPU ke Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Manumpak Pane. Menurut dia, saat ini pihaknya masih menyusun seluruh data dan alat bukti untuk dituangkan dalam laporan tersebut. ‘’Saya pastikan data atau bukti tersebut segera saya sampaikan kepada pak kajati,” tegas Noija kepada Ambon Ekspres di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Jumat, (12/5).

Noija mengatakan, pihaknya sangat antusias untuk melaporkan dugaan pengajuan alat bukti palsu oleh tim JPU Kejari Namlea. Ini agar ada efek jera terhadap oknum jaksa yang melakukan tindakan seperti ini. “Apapun itu, yang saya inginkan permintaan kami terjawab sehingga ada efek jera terhadap tim JPU tadi. Oleh karena itu, saya pastikan laporan berupa alat bukti surat persetujuan pencairan yang diduga dipalsukan oleh tim JPU akan kita serahkan secepatnya ke Kajati Maluku. Dan apabila tidak diproses, maka saya sendiri yang akan laporkan dugaan tersebut ke pihak kepolisian,” tegas Noija.

Sebelumnya, Kajati Maluku Manumpak Pane melalui juru bicara Kejati Maluku, Samy Sapulette menantang Fileo Pioestes Noija untuk menyerahkan bukti tersebut ke pimpinan Kejati Maluku. “Hal itu kan bersifat dugaan. Yang namanya dugaan masih perlu dibuktikan kebenarannya,” tegas Sapulette kepada Ambon Ekspres di Kantor Kejati Maluku, belum lama ini.

Menurut dia, sebaiknya dugaan tersebut disampaikan kepada pimpinan Kejati Maluku. Ini agar dapat diproses atau dilihat kebenarannya. “Untuk itu, bagi pihak yang merasa dirugikan dalam suatu proses penanganan perkara yang dilakukan penyidik kejaksan dan atau penuntut umum silahkan menlaporkan kepada pimpinan Kejati Maluku,” jelas Samy.

Diketahui, Noija sebelumnya meminta kepada Kajati Maluku, Manumpak Pane untuk memproses tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Namlea, Berthy Tanate cs. Pasalnya, tim JPU dalam perkara korupsi dana reboisasi dan pengayaan hutan pada Dishut Kabupaten Bursel tahun 2010 sebesar Rp 2,1 miliar lebih dari total anggaran proyek sebesar Rp 2.622.376.000 ini telah menhadirkan bukti palsu didalam ruang persidangan sebagai pembuktian. “Saya tidak perlu lapor institusi. Yang saya minta adalah Pak Kajati Maluku, Manumpak Pane untuk melaporkan tindakan pemalsuan alat bukti ini ke pihak kepolisian,” tegas Pileo Fioestes Noija kepada Ambon Ekspres di PN Ambon, (8/5).

Menurut dia, klienya dalam perkara ini jelas menerima putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Ambon. Akan tetapi, pihaknya sangat menyesalkan tindakan JPU yang mendakwa klienya dengan bukti palsu berupa foto copy surat persetujuan pencairan anggaran yang didalamnya ada tandatangan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarosno Soulisa. “Kenapa kita tidak ambil langkah dari awal, karena kami menunggu hingga putusan dari majelis hakim. Dan sudah diputuskan klien kami bersalah dengan bukti palsu yang diajukan tadi. Dengan demikian kami sangat harapkan Kajati Maluku dapat menindaklanjuti persoalan ini, karena berkaitan dengan asas kemanusiaan,” tandas Noija.

Sebelumnya, majelis hakim yang diketuai RA Didi Ismiatun didampingi Cristina Tetelepta dan Bendhart Panjaitan selaku hakim anggota menyatakan tiga terdakwa masing-masing Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) M Tuasamu dan dua anak buahnya, Syarief Tuharea dan Januar Risky Polanunu selaku Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) bersalah. Mereka dijatuhi hukuman 1 tahun 10 bulan penjara. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut ketiganya dihukum 6 tahun penjara.(NEL)

Click to comment

Most Popular

To Top