gelap di giuseppe meazza – Ambon Ekspres
Olahraga

gelap di giuseppe meazza

AMEKS ONLINE–Bak mengalami pemadaman listrik, hari-hari Inter Milan saat ini sedang gelap. Dan untuk menemukan jalan keluar dari kegelapan itu susah bukan main.
Suasana di Giuseppe Meazza, markas Inter, memang sedang dinaungi nuansa gelap. Sudah delapan pertandingan terakhir tak ada kemenangan yang dipetik Nerazzurri.

Dari delapan pertandingan itu, dua berakhir dengan hasil imbang dan enam lainnya kalah. Dari enam kekalahan, empat di antaranya dipetik secara beruntun di empat partai terakhir, termasuk dari Sassuolo di Giuseppe Meazza, Minggu (14/5/2017) malam.

Karena buruknya laju itu, suporter Inter yang frustrasi sampai-sampai ogah-ogahan menonton dan mendukung di tim pertandingan. Alih-alih, mereka datang ke stadion untuk sekadar memasang spanduk yang kurang lebih menyatakan ‘Kami akan pergi makan siang saja sekarang’.

Kekalahan dari Sassuolo sendiri dipetik usai Inter memecat Stefano Pioli. Pioli sebenarnya juga merupakan pelatih pengganti, karena sebelumnya Franck de Boer yang menangani sejak awal musim juga memetik hasil-hasil negatif.
Soal rangkaian hasil negatif saat ini, Opta mencatat bahwa ini merupakan laju tanpa kemenangan terpanjang Inter sejak 1982 lalu.

Penyerang Inter Eder Martins memahami benar kekecewaan suporter. Setelah sempat memasang target lolos Liga Champions, yang mana sudah jadi incaran dalam beberapa musim terakhir, kini untuk sekadar ke Liga Europa saja malah sudah tak mungkin.
“Saya bisa memahami para penggemar. Sudah beberapa tahun sekarang, bahwa targetnya adalah untuk lolos ke Liga Champions dan kami berakhir bersaing untuk Liga Europa. Saat situasi berjalan buruk, Anda bisa menerima protes-protes macam itu,” katanya di situs resmi klub.

“Tapi saya tak suka ketika orang-orang mempertanyakan hasrat kami. Saya selalu mengerahkan segala kemampuan. Ini adalah masa sulit dan segalanya jadi tampak lebih sulit.”
“Kita di sini bicara soal kekalahan lain dalam musim yang sudah berjalan amat buruk. Kalau perahu kita ini tenggelam, kita semua tenggelam. Ini bukan tenis, kita adalah satu tim,” tandasnya.

Di bawah Pioli, Inter sempat melaju cukup baik. La Beneamata malah sempat merangkai tujuh kemenangan beruntun di liga pada Desember hingga Januari lalu, yang membuka pandangan mereka ke Liga Champions saat itu.
Saat ini Inter ada di posisi delapan dengan nilai 56 dari 36 pekan. Mereka berjarak 10 angka dari Atalanta di posisi lima, yang merupakan batas zona Eropa. (raw/rin)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!