Kisah Ahli Las Tidak Tamat SMK, Bikin 12 Kapal Jepang – Ambon Ekspres
Berita Utama

Kisah Ahli Las Tidak Tamat SMK, Bikin 12 Kapal Jepang

BERPENGALAMAN: Sutig menunjukkan sejumlah sertifikat yang dimiliki.

AMEKS ONLINE,-Dia memang tidak tamat dari SMK. Tetapi, untuk urusan pengelasan logam, Sutig adalah jagonya. Pengalaman bekerja di Jepang selama bertahun-tahun ditambah sertifikat berstandar internasional yang dikantongi membuat Sutig kini dipercaya dalam sejumlah proyek.

Laporan : JOS RIZAL

RUMAH berwarna dominan krem dan kuning di Desa Seketi Utara, RT 3, RW 8, Balongbendo, itu begitu riuh. Di pelatarannya yang teduh, di bawah rindangnya pepohonan dan kanopi, delapan orang tampak berjibaku dengan besi dan peralatan mekanik.

Ada yang sedang memotong logam dengan circular saw (alat pemotong besi, red). Ada pula yang sedang mengoperasikan gerinda untuk menghaluskan besi. Suara gesekan yang begitu bising tersebut membuat mereka terkadang harus sedikit berteriak ketika berbicara satu sama lain.

Dilengkapi kacamata khusus las auto darkening, sarung tangan, jaket, dan segenap atribut lainnya, mereka memotong batangan besi dengan diameter beragam. Mulai 5 hingga 20 sentimeter. Batangan besi yang dipotong dengan panjang tak sama itu kemudian dirakit menjadi bentuk-bentuk tertentu. Misalnya, kerangka kanopi dan pagar. ’’Ukur sing pas yo,’’ perintah Sutig, pemilik bengkel las tersebut, kepada rekannya.

Sejak 2012, kediaman Sutig tidak hanya berfungsi sebagai tempat membangun keluarga dan membesarkan tiga anaknya, namun sekaligus tempat mencari nafkah. Tepat di depan rumah itu, berdiri bengkel las seluas 4 x 10 meter.
Meski rumah dan tempat kerjanya berada di satu lokasi, pria 44 tahun tersebut tidak setiap hari dapat dijumpai di rumahnya. Dia sering ke luar kota di wilayah Jatim untuk memantau proyek yang dipercayakan kepadanya. ’’Takpasrahno ke mereka (pegawainya, Red) kalau ada tugas luar. Wes (sudah, Red) pinter-pinter semua dan ngerti tugase,’’ ujarnya.

Prev1 of 5

Most Popular

To Top