Kisah Ahli Las Tidak Tamat SMK, Bikin 12 Kapal Jepang

by
BERPENGALAMAN: Sutig menunjukkan sejumlah sertifikat yang dimiliki.

Dalam kurun lima tahun terakhir, sudah puluhan perusahaan dan instansi pemerintahan yang memanfaatkan tenaga Sutig. Antara lain, pembangunan gedung baru di Poltek Kediri, Pendapa Kota Kediri, instalasi cerobong asap PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Mojokerto, dan berbagai perusahaan lain di seantero Jawa.

Sutig memang memiliki kecakapan khusus di bidang welding (juru las,Red). Tak heran banyak perusahaan dan instansi pemerintahan yang menggunakan tenaganya untuk membangun konstruksi-konstruksi bangunan rumit. Terutama ketika hendak memasang pipa dan menyambung konstruksi bangunan. Beberapa kali dia harus turun sendiri ke lapangan bila ada sesuatu yang njelimet. Beberapa kali pula dia hanya bertugas menjadi pengawas yang sekadar mondar-mandir mengecek pekerjaan anak buahnya bila ada sesuatu yang kurang pas.

Welding atau teknik mengelas yang Sutig lakukan bukan mengelas biasa. Kecakapan welding yang dikuasai Sutig sudah diakui secara internasional. Bahkan, dia mengantongi sertifikat khusus.

Sutig mulai menekuni dunia welding sejak berusia 17 tahun. Kala itu dia tidak memiliki pilihan lain selain terjun ke dunia kerja dan putus dari dunia pendidikan. Keadaan ekonomi keluarga yang terbatas membuatnya menempuh jalan tersebut. Dia memutuskan berhenti sekolah ketika duduk di bangku kelas XII SMK Bhakti Kita Driyorejo, Gresik.

’’Pas SD, ayah saya meninggal. Jadi, mulai SD sampai SMK kakak saya yang biayai. Karena dia waktu itu mau menikah dan butuh uang, ya saya berhenti sekolah ae wes. Memang eman (sayang, Red), tapi yo ya apa maneh (mau bagaimana lagi, Red),’’ ujarnya, lantas sedikit tersenyum seolah berusaha menekan rasa pahit dari kenangan itu.

Begitu berhenti sekolah, dia mengaku sempat putus asa selama beberapa saat. Namun, dengan segenap keteguhan hati, dia kembali bangkit. Anak terakhir dari lima bersaudara tersebut begitu menyayangi kakak-kakaknya.

Pertengahan 1991, berbekal ijazah, keterampilan mekanik semasa SMK, dan salat Tahajud, dia mencoba mengadu nasib di salah satu perusahaan produsen aki mobil. Sutig sudah lupa namanya. Yang dia ingat, perusahaan itu berlokasi di Sepanjang, Taman. Sutig termasuk orang yang cepat belajar dan menyerap ilmu dari lingkungan kerjanya.

2 of 5