Nicolas Edwin Pattiasina, Pegawai Maskapai Penghobi Balapan Speed Off-road – Ambon Ekspres
Ragam

Nicolas Edwin Pattiasina, Pegawai Maskapai Penghobi Balapan Speed Off-road

HOBI SEJAK REMAJA: Nicolas Edwin Pattiasina bersama mobil Suzuki Jimny LJ80V

Dengan modal si ’’jangkrik’’ keluaran 1981 kesayangannya, kepala perwakilan sebuah maskapai penerbangan itu berhasil mengukir jejak prestasi di dunia balap. Capaian tersebut memberinya kepuasan.

Laporan: HASTI EDI SUDRAJAT

AMEKS ONLINE,-BALAPAN yang tak terlupakan bagi Nicolas Edwin Pattiasina itu terjadi pada 1 Desember 2014. Di Sirkuit Paramount BSD, Tangerang, dia beradu kecepatan satu lawan satu dengan Rifat Sungkar. Meski bukan ajang balapan resmi, pria 47 tahun tersebut tetap saja merasa antusias.

Nico, sapaan akrabnya, tidak pernah mengira bisa bersanding di garis start dengan legenda reli nasional itu. ”Nama besarnya di dunia balap sudah diakui dunia,’’ ucapnya kepada Jawa Pos Sabtu (13/5).

Hebatnya, balapan yang berlangsung secara mendadak itu menjadi miliknya. Nico mampu unggul. Padahal, dia hanya menggunakan mobil jangkrik dengan mesin 800 cc. Jauh di bawah mobil milik rival sekaligus idolanya tersebut. Rifat memakai Pajero Sport yang memiliki kapasitas silinder lebih dari 2.000 cc. ’’Bangga sekali pastinya,’’ ungkapnya, lantas tertawa.

Nico menjelaskan, pada saat itu, idolanya tengah membuat sayembara. Rifat ingin memberikan kesempatan bagi penghobi balap untuk duduk di sampingnya saat memacu kendaraan. ’’Jumlah peserta yang mendaftar sampai 13 ribu orang,’’ kenang pria yang tinggal di Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, itu.

Rifat ingin pembalap yang mendampinginya juga memiliki skill membalap. ”Dari belasan ribu, disaring menjadi delapan. Lalu, menjadi empat orang. Saya salah satunya,” kata Nico.

Menurut dia, ada sejumlah tahap yang dilalui para peserta. Mereka harus berkompetisi. Mengalahkan satu sama lain dalam kemampuan berkendara. Misalnya, memarkir mobil dengan ruang gerak yang sempit dan memacu kendaraan di lintasan yang sulit. ”Empat peserta yang terpilih kemudian dikumpulkan di hotel, semacam training center dari panitia,” imbuhnya.

Prev1 of 3

Most Popular

To Top