Berkas 4 Polisi Narkoba Belum Kelar – Ambon Ekspres
Berita Utama

Berkas 4 Polisi Narkoba Belum Kelar

AMEKS ONLINE,– Dua bulan sudah kasus narkoba yang menjerat empat oknum anggota Polres Pulau Buru belum juga selesai. Empat anggota itu, yakni Brigpol WM alias Wardi. Wardi disangkakan sebagai bandar dan tiga pengedar Bripka GS alias Gunawan, Brigpol NRS alias Noer dan Bripka AP alias Abas.

Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Abner Richard Tatuh mengatakan, berkas perkara tersangka dibagi dua, yakni untuk tersangka WM alias Werdy sudah lebih awal di serahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku, dan kini telah dikembalikan untuk dilengkapi oleh penyidik Direktorat Resnarkoba Polda.

“Untuk berkas perkara tersangka Werdi, sementara dilengkapi oleh teman-teman penyidik setelah ada P19 (pengembalian berkas dari Jaksa ke Polisi red), dari Jaksa Penuntut Umum, ” kata Tatuh, kepada koran ini diruang kerjanya, Kamis (18/5) kemarin.
Menurut dia, berkas untuk tiga tersangka lain sampai kemarin belum juga diserahkan alias tahap satu. Penyidik tengah berupaya melimpahkan berkas perkara ketiga tersangka itu.

“Penyidik sudah melakukan koordinasi dengan JPU, untuk segera ditahap  satu berkas perkara tiga tersangka itu. Dalam waktu dekat mungkin dalam minggu ini, atau paling lambat awal pekan depan,”kata dia.
Para tersangka itu masih mendekam di rutan Mapolda Maluku sambil menunggu kasus yang menjerat mereka diselesaikan oleh penyidik itu. “Sampai kapanpun para tersangka itu tetap akan diproses sesuai dengan perbuatan mereka. karena kasus yang menjerat empat tersangka itu sudah menjadi atensi dari pimpinan,”tuturnya.

Disinggung apakah empat tersangka akan dipecat dari institusi tersebut, juru bicara Polda Maluku ini mengaku, keputusan pemberhentian tidak hormat (PTDH), tergantung putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Kendati demikian mantan Kapolres Maluku Tenggara Barat ini menambahkan, empat tersangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, tentang narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.(AHA)
[23:07, 5/18/2017] Resky Sohilait: ASN-Karyawan Swasta tak Patuh Lalulintas
AMBON, Belum sadarnya masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor membuat polisi bertindak tegas. Ribuan kendaraan kini terjaring razia polisi.  Para pelanggar lebih didominasi aparatur sipil negara dan karyawan swasta.

Kasubdit Dikyasa Ditlantar Polda Maluku, AKBP Petrul Aldo Siahan mengatakan, dari hasil operasi patuh sejak awal Mei lalu, pelanggaran lebih didominasi pegawai negeri dan karyawan swasta ketimbang pelajar dan mahasiswa.
“Sudah sekitar 1. 300 sekian yang terkena razia, dan lebih didominasi pegawai Negeri Sipil dan karyawan swasta. Ini berbalik, padahal biasanya itu pelajar yang lebih banyak melanggar. Hampir 1.000 yang kita tilang sementara lainnya diberikan teguran,”kata dia, Kamis (18/5).

Menurut dia, para pegawai dan karyawan swasta yang terkena razia lebih banyak berdomisili di Kota Ambon, sisinya di kabupaten dan kota lain. “Kalau hitungan persentasenya sekitar 60 persen. Mestinya mereka lebih sadar dan mematuhi aturan yang ada. Selama ini yang dikuatirkan pelanggar terbanyak yakni pelajar,” tuturnya.
Untuk PNS itu yang melanggar sekitar 110, karyawan swasta yang kena razia sekitar 420 orang. Pelajar 230 orang. pengemudi 30 orang dan yang lain-lain sekitar 230 orang.

Mereka yang melanggar umumnya pengendara kendaraan roda dua. “Untuk pelanggaran SIM dengan kategori A itu ada sekitar 25, A umum, sekitar 10, SIM B1, 2 orang, SIM B umum 1 orang. Dan mayoritas itu  SIM C, sekitar 500 sekian.,”terangnya.

Operasi Patuh masih terus berlangsung hingga 24 Mei mendatang dengan terus berupaya menekan tingginya pelanggaran lalu lintas. “Kita upayakan sehingga saat memasuki Operasi Ramadniyah, saat Ramadhan itu tingkat pelanggaran lalu lintas ini bisa ditekan. Apalagi kita juga akan melaksanakan bulan keselamatan berlalu lintas,” pungkasnya.(AHA)

Click to comment

Most Popular

To Top