Dua Terdakwa Narkoba Divonis Bersalah – Ambon Ekspres
Berita Utama

Dua Terdakwa Narkoba Divonis Bersalah

ILUSTRASI/Net

AMEKS ONLINE,–Dua terdakwa kasus narkoba jenis sabu-sabu, Thalib Usemahu alias Sandro dan rekannya Aizah Jora Latuconsina alias Ica divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Rabu (17/5). Terdakwa Thalib dijatuhi hukuman penjara selama 11 tahun serta denda Rp 10 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Thalib merupakan seorang residivis kasus narkoba dan sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Sedangkan Aizah Jora Latuconsina dijatuhi hukuman 7  tahun penjara dan denda Rp 5 miliar subsider 6 bulan kurungan. “Kedua terdakwa dinilai terbukti melanggar pasal 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” ucap ketua majelis hakim Hamzah Kairul yang didampingi hakim anggota Sofyan Palerungan dan Esau dalam sidang di PN Ambon. Turut hadir dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku,  Mercy de Lima. Sementara kedua terdakwa didampingi penasehat hukumnya, GJ Batmomolin.

Majelis hakim menyatakan, kedua terdakwa sangat tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas penggunaan narkoba. Hal yang meringankan, kedua terdakwa bersikap sopan dalam sidang dan mengakui serta menyesali perbuatannya. Terhadap putusan tersebut, kedua terdakwa melalui penasehat hukumya menyatakan menerima atas putusan majelis hakim.

Sebelumnya, JPU menuntut kedua terdakwa juga bervariasi. Thalib dituntut 12 tahun penjara denda Rp 5 miliar subsider 1 tahun kurungan. Sedangkan Aizah dituntut 10 tahun penjara denda Rp 5 miliar subsider 1 tahun.
JPU dalam dakwaanya menyebutkan, terdakwa Aizah awalnya ditangkap aparat Badan Narkotik Nasional (BNN) Maluku di Bandara Internasional Pattimura Ambon pada 8 November 2016. Penangakapan berdasarkan hasil pengembangan pemeriksaan saksi Jafar Latuamury yang ditangkap pada 7 November 2016.

Kasus pengiriman narkoba jenis sabu ini bermula dari saksi Thalib Usemahu yang berdomisili di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, memesan barang haram tersebut kepada seseorang bernama Rapi di Jakarta pada 13 Oktober 2016.

Saksi Thalib kemudian mentransfer dana Rp 10 juta dari rekening BRI kepada Rapi yang memiliki nomor rekening BCA sebagai tanda jadi pembelian sabu. Kemudian pada 31 Oktober 2017, saksi Thalib menelpon terdakwa Ica yang saat itu sementara berada di Jakarta untuk mengambil narkoba jenis sabu dari Rapi yang saat ini masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). “Imbalan yang diterima terdakwa Ica atas jasanya menjemput barang tersebut sebesar Rp 5 juta. Dengan catatan, bila bubuk sabu ini tiba di Ambon maka kepadanya akan ditambahkan Rp 4 juta sehingga permintaan ini disanggupi terdakwa,” kata JPU dalam surat dakwaannya.

Selanjutnya terdakwa menemui Rapi selaku pihak penjual untuk mengambil bubuk sabu pada 3 November 2016 di Tanggerang. Dia kemudian mengemas sabu tersebut dalam paketan yang dicampur dengan pakaian anak.

Kemudian terdakwa mengirimkan paket tersebut pada perusahaan jasa pengiriman Ekspedisi Mes di Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 6 November 2016. Bungkusan paket itu tertulis nama pengirim dan nama penerima barang serta nomor telepopn genggam adalah nama terdakwa. Terdakwa menghubungi saksi Thalib untuk mengambilnya namun saksi beralasan tidak bisa masuk Kota Ambon.

Akhirnya terdakwa menghubungi saksi lainnya, Hajija Latuconsina alias Ija untuk menjemput paket tersebut di Expedisi Mex Cabang Ambon. Tetapi saksi mengaku terlalu letih sehingga meminta bantuan saksi Jafar untuk mengambil barang sebelum akhirnya ditangkap.(NEL)

Most Popular

To Top