Emas Biru dan Emas Hijau : Apakah Itu? – Ambon Ekspres
Berita Utama

Emas Biru dan Emas Hijau : Apakah Itu?

ALEX RETRAUBUN

Sejak Mayor Jenderal TNI Doni Monardo di tugaskan sebagai Pangdam XVI Pattimura, beliau menginisiasi dua program utama sebagai suatu model untuk pemberdayaan masyarakat dalam lingkup Kodam XVI Pattimura yaitu Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Emas Biru dan Emas Hijau adalah namaprogram tersebut.

Oleh : ALEX RETRAUBUN

(Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura, Ambon)

AMEKS ONLINE,-Sejak Mayor Jenderal TNI Doni Monardo di tugaskan sebagai Pangdam XVI Pattimura, beliau menginisiasi dua program utama sebagai suatu model untuk pemberdayaan masyarakat dalam lingkup Kodam XVI Pattimura yaitu Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Emas Biru dan Emas Hijau adalah namaprogram tersebut.

Emas Biru adalah program yang difokuskan di bidang budidaya perikanan menggunakan keramba jaring apung (KJA) didukung pengadaan bibit ikan dari Balai Benih milik Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Waiheru. Ada beberapa argumentasi mengapa dititikberatkan ke budidaya ketimbang penangkapan ikan. Pertama, mengoptimalkan perairan teluk yang selama ini menganggur untuk  kegiatan produksi perikanan. Kedua, kepastian produksi/output sangat pasti karena segala peubah produksi sangat terkontrol seperti makanan dan pertumbuhan ikandengan syarat kualitas airnya terpenuhi.Ketiga, aktivitasnya hanya di wilayah pesisir yang dekat dengan pemukiman masyarakat sehingga lebih efisien.

Kata “emas” merefleksikan nilai strategis dari sumberdaya laut maupun darat untuk masyarakat penghuni pulau di Maluku ini.Sementara “biru” menggambarkan warna kejernihan laut sebagai refleksi sehatnya ekosistem dalam menjalankan fungsi produksinya.Logika yang sama untuk “hijau” sebagai representasi kesuburan tanahyang menciptakan panorama warna daun yang hijau diseantero pulau di kedua provinsi ini. Emas hijau difokuskan pada komoditas di darat meliputi pertanian, perkebunan dan peternakan.

Menurut pemantauan penulis, program ini telah tersosialisasi di media cetak nasional dan daerah maupun melalui seminar seminar dan simposium nasional. Salah satu simposium nasional, misalnya, telah diadakan untuk memperingati HUT Kodam ke 18 pada tanggal 16 Mei di Ambon. Simposium ini dilakukan dengan tema “Merawat Perdamaian dan Melindungi Ekosistem Maluku”. Dan dihadiri oleh 12 narasumber sebagai representasi aktor kebijakan, akademisi, dan praktisi dan 500 orang peserta dari unsur mahasiswa, ormas dan birokrat.

Prev1 of 3

Most Popular

To Top