HK-AV Percaya Diri Diusung PDIP – Ambon Ekspres
Berita Utama

HK-AV Percaya Diri Diusung PDIP

Herman Adrian Koedoeboen

Terkait Pilgub 2018

AMBON, AE.–– Herman Adrian Koedoeboen (HK) dan Abdullah Vanath (AV) kembali dengan keyakinan penuh untuk melawan sang petahana, Said Assagaff. Mereka juga percaya diri akan diusung oleh PDI Perjuangan (PDIP). Basis politik dan kultural menjadi modal mereka.

Untuk memuluskan pencalonan, Herman dan Vanath mengambil formulir pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku 2018-2023 di DPD PDI Perjuangan maluku, Rabu (17/5). Meski bersamaan, namun kedua figur ini belum resmi berpasangan.

Pengambilan formulir untuk Herman dikuasakan kepada M. Nahwan Matdoan. Kedatangan secara bersamaan ini, juga sebagai sinyal kepada publik, bahwa Herman dan Vabnath telah selesai dalam paket pasangan calon.
“Kedatangan kami dari tim Pak Herman selaku bakal calon gubernur dan tim pak Vanath sebagai bakal calon wakil gubernur dalam waktu bersmaan di PDI-P, sekaligus memberikan sinyal ke publik bahwa kedua figur tersebut telah selesai dalam paket pasangan calon,”kata Nahwan kepada wartawan.

Dia mengaku, meskipun di PDI-Perjuangan secara mekanisme partai tidak mengenal pendaftaran paket paslon, namun dengan kehadiran dengan waktu yang relatif sama merupakan bentuk dari komitmen bersama. Apalagi sebelum menuju pengambilan formulir pendafatan, semua yang terfermentasi, baik dari pihak Herman maupun AV melakukan doa bersama di Karang Panjang.

“Mekanisme partai tidak mengenal pasangan calon mendaftar secara paket. Kami mengambil formulir secara terpisah, tapi kami datang dalam waktu yang relatif sama. Kami juga menjalankan doa bersama di karpan,” utaranya.
Nahwan mengaku, rencana proses pengembalian formulir kedua bakal calon di PDI-Perjuangan pada 20-24 Mei sebelum Ramdahan. Mengenai wacana PDI-Perjuangan hormat terhadap salah satu bakal calon, Nahwan secara tegas menekankan, fenomena saat ini sudah menggambarkan bahwa PDIP sudah selesai dengan kedua bakal calon yang diakronimkan HEBAT tersebut.

Apalagi soal hirarki partai yang terstruktur dengan basis yang jelas. “HEBAT sangat memprioritaskan PDI-Perjuangan. PDI-P tidak lepas dari issu paslon, dan partai ini seksi bagi kontestan di Maluku. Apalagi soal hirarki partai yang terstruktur dengan basis yang jelas. Selain  PDI-P, kita juga akan  mendaftar di partai lain,” tuturnya.
Terpisah, penerima mandat khusus dari Abdullah Vanath, Fajrin Rumalutur mengaku, pengambilan formulir untuk bakal calon wakil gubernur. Daftar sebagai bakal calon wakil gubernur Maluku,”akuinya.

Terkait rekomendasi, Fajrin sangat optimis, HEBAT akan mendapatkan PDIP. Sebab Herman maupun Vanath, memiliki modal elektoral pada Pilgub Maluku 2013, dan ini akan menjadi faktor penentu bagi PDIP untuk memberikan rekomendasi.

Pada Pilgub 2013, Vanath yang berpasangan dengan Marthin Jonas Maspaitella memperoleh 383.705 pada putaran kedua dan Herman yang menggandeng Daud Sangadji, meraih 188.088 suara pada putaran pertama. Sedangkan pasangan Said Assagaff-Zeth Sahuburua 389.884 pada putaran kedua.

“Dan itu menjadi modalitas politik yang kuat untuk pasangan ini optimis diberikan rekomendasi oleh partai, termasuk PDIP,”optimis Fajrin.
Kedua figur ini, lanjut Fajrin, juga memiliki basis kultural yang signifikan. Seperti di kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat dan wilayah Maluku Tenggara yang meliputi kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual, Maluku Barat Daya (MBD), Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Aru.

“Pemilih yang punya afiliasi kultural dengan pak Herman dan pak Vanath, cukup besar jumlahnya. Ini bisa jadi modal politik pasangan HEBAT. Pak Bip harus berhitung, karena basis kultural ini,”jelasnya.
Selain simpul-simpul Vanath, klaim dia, juga masih kokoh dan siap bekerja. “Dari interval kurang lebih 3 tahun ini, setelah kita lakukan riset di lapangan dengan melakukan kunjungan di Maluku Tengah, SBT, dan SBB basis pendukung pasangan DAMAI masih tetap solid dan siap untuk digerakkan,”ucapnya.

Meski berpeluang, namun Herman dan Vanath juga telah melakukan komunikasi politik dengan beberapa partai lainnya. Ini merupakan antisipasi jikalau PDIP tidak merekomendasikan mereka.
“Apapun keadaan politik ke depan, jikalau PDIP tidak merekomendasikan  pasangan ini tetap maju, dengan mengkonsolidasikan partai politik lain guna memenuhi persyaratan pencalonan. Tetapi, pada prinsipnya kami sangat optimis direkomendasikan oleh PDIP,”urainya.

Diberitakan sebelumnya, pengamat politik Universitas Pattimura (Unpatti)Paulus Koritelu, Herman dan AV adalah figur ideal dan berpotensi bertarung kompetitif dengan Assagaff dan pasangannya. Keduanya telah membuktikan kekuatan mereka pada Pilgub 2013.

Herman yang kala itu hanya diusung oleh PDIP, herhasil berada diurutan ketiga perolehan suara. Sedangkan Vanath, pada urutan kedua dengan selisih suara yang tidak terpaut jauh dengan Assagaff.
Modal politik Herman dan AV ini, bisa menjadi magnet bagi PDIP untuk mengusung mereka. Akan tetapi, PDIP punya pertimbangan lain, karena ada manuver dari elit DPD, misalnya Edwin Huwae untuk berpasangan dengan Assagaff.

“Kalau elit PDIP bertahan dengan posisi wagub, tetapi di sisi lain DPP setuju pasangan Herman dan Vanath, maka menimbulkan dinamika internal PDIP. Jadi PDIP berada posisi cukup sulit. Tidak gampang bagi PDIP untuk ambil keputusan,”kata Koritelu.

Sedangkan menurut peneliti Index, Nendy Kurniawan, belum dapat dibaca secara gamblang meski Herman memiliki kedekatan dengan PDIP.  Karena ada beberapa skenario yang tengah dimainkan oleh pihak Asssagaff maupun internal PDIP agar Golkar dan PDIP berkoalisi.

Di antaranya, Assagaf dan Golkar, lanjut dia, tentu memiliki kepentingan agar agenda pembangunan nasional dan daerah dapat berjalan dengan baik, tatkala mendapat dukungan penuh dari PDIP sebagai partai penguasa saat ini.
Sementara di sisi lain, PDIP memiliki kepentingan memimpin Maluku pasca dua periode Assagaff. “Kalau kepentingan paling nyata, paket dengan SA (Said Assagaff) akan lebih memudahkan PDIP merebut M1 (gubernur) pasca SA. Selain berkontribusi menjga sirkulasi elit kekuasaan di Maluku secara positif,”papar dia.

Tetapi, lanjut dia, kemungkinan ada opsi lain yang telah dipikirkan oleh Herman maupun Vanath. Yakni, apabila tidak diusung PDIP yang memiliki 7 kursi, mereka bisa merebut rekomendasi partai Nasional Demokrat (Nasdem) 4 kursi, Hati Nurani Rakyat (Hanura) 4 kursi dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 3 kursi.

Untuk memperoleh rekomendasi Nasdem, Herman bisa masuk lewat atasannya, Jaksa Agung dan juga kader partai tersebut, Muhammad Prasetyo.  Sementara Hanura, karena ketidakcocokan komunikasi politik antara pimpinannya di daerah dengan Assagaff.

“Kalau Gerindra, agak sulit, karena Gerindra dalam posisi mendorong ketua DPD Henderik Lewerissa sebagai balon wakil gubernur, berpasangan dengan Assagaff. Tetapi saya kira, Herman sudah tahu bahwa memang berat mengalahkan Assagaff, ”paparnya.(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!