Tindak Tegas Penyebar Kebencian – Ambon Ekspres
Berita Utama

Tindak Tegas Penyebar Kebencian

Gubernur Maluku Said Assagaff

AMEKS ONLINE,–Aparat kepolisian diminta untuk menindak tegas para pelaku penyebar kebencian melalui akun media sosial khususnya di Maluku. Ini agar ada efek jera sehingga persatuan dan kesatuan tetap terjaga di daerah ini. “Orang-orang yang menyebarkan kebencian di media sosial itu harus ditangkap. Proses hukum dan ditampilkan di TV supaya mereka malu. Karena (perbuatan) ini memecah belah persatuan yang begini besar,” kata Gubernur Maluku Said Assagaff kepada wartawan di Ambon, Rabu (17/5).

Menurut Assagaff, tindakan tegas bagi siapapun penyebar kebencian harus dilakukan sehingga ada efek jera. Hal itu penting karena membangun Maluku yang rukun, aman dan dami tidaklah mudah seperti yang dibayangkan orang. ‘’Saya minta berikan sanksi tegas kepada provokator. Kita musti keras bangun daerah ini. Jangan dibangun susah payah lalu karena mereka harus rusak ulang. Lebih baik rusaki mereka dari pada harus semua jadi rusak,” timpalnya.

Ketua DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae mengatakan, orang-orang yang memprovokasikan keadaan terutama penyebaran kebencian, mengindikasikan tidak ingin Maluku aman. Dan bila perbuatan mereka melanggar ketentuan hukum, maka aparat keamanan memberikan tindakan tegas bagi para provokator itu. “Siapapun dia, dan dari manapun dia, kalau dia berniat mengacaukan daerah ini, maka aparat keamanan untuk tidak segan-segan memberikan tindakan tegas bagi mereka. Karena taruhannya Maluku,” kata Huwae.

Menurut dia, siapapun yang sengaja maupun tidak untuk merusak tatanan kehidupan persaudaraan yang ada di Maluku tidak boleh diberi kesempatan. “Saya ajak masyarakat mari kita lawan segala bentuk provokator yang sengaja merusak perdamaian, kenyamanan dan kehidupan persaudaraan di daerah ini. Jangan biarkan provokator untuk hidup disini,” tandasnya.

Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Maluku AKBP Saminata menjelaskan, pihaknya menahan terduga pelaku penyebaran kebencian lewat media sosial. Pelaku juga masih menjalani pemeriksaan intensif. “Kami masih melakukan penyelidikan terkait dengan penyebaran informasi yang sifatnya kebencian kepada kelompok tertentu. Terduga pelaku sudah diamankan oleh rakan-rekan TNI dan Polres Ambon, Selasa sore kemarin, kemudian diserahkan kepada kami, dan sementara kita masih melakukan pemeriksaan secara intensif,” kata dia.

Saminata menghimbau kepada masyarakat agar jangan mudah memanfaatkan media sosial dalam hal menggunakan kata-kata yang bersifat provokatif maupun unsur pornografi. “Manfaaatkan medsos dengan baik sehingga sesuai dengan harapan teknologi itu sendiri yakni tidak menimbulkan dampak yang akhirnya menjadi sebuah pelanggaran pidana baik untuk si pemilik akun maupun orang lain,” pesan dia.(AHA)menyebarkan kebencian di media sosial itu harus ditangkap. Proses hukum dan ditampilkan di TV supaya mereka malu. Karena (perbuatan) ini memecah belah persatuan yang begini besar,” kata Gubernur Maluku Said Assagaff kepada wartawan di Ambon, Rabu (17/5).

Menurut Assagaff, tindakan tegas bagi siapapun penyebar kebencian harus dilakukan sehingga ada efek jera. Hal itu penting karena membangun Maluku yang rukun, aman dan dami tidaklah mudah seperti yang dibayangkan orang. ‘’Saya minta berikan sanksi tegas kepada provokator. Kita musti keras bangun daerah ini. Jangan dibangun susah payah lalu karena mereka harus rusak ulang. Lebih baik rusaki mereka dari pada harus semua jadi rusak,” timpalnya.

Penyebaran kebencian, mengindikasikan tidak ingin Maluku aman. Dan bila perbuatan mereka melanggar ketentuan hukum, maka aparat keamanan memberikan tindakan tegas bagi para provokator itu. “Siapapun dia, dan dari manapun dia, kalau dia berniat mengacaukan daerah ini, maka aparat keamanan untuk tidak segan-segan memberikan tindakan tegas bagi mereka. Karena taruhannya Maluku,” kata Huwae.

Menurut dia, siapapun yang sengaja maupun tidak untuk merusak tatanan kehidupan persaudaraan yang ada di Maluku tidak boleh diberi kesempatan. “Saya ajak masyarakat mari kita lawan segala bentuk provokator yang sengaja merusak perdamaian, kenyamanan dan kehidupan persaudaraan di daerah ini. Jangan biarkan provokator untuk hidup disini,” tandasnya.

Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Maluku AKBP Saminata menjelaskan, pihaknya menahan terduga pelaku penyebaran kebencian lewat media sosial. Pelaku juga masih menjalani pemeriksaan intensif. “Kami masih melakukan penyelidikan terkait dengan penyebaran informasi yang sifatnya kebencian kepada kelompok tertentu. Terduga pelaku sudah diamankan oleh rakan-rekan TNI dan Polres Ambon, Selasa sore kemarin, kemudian diserahkan kepada kami, dan sementara kita masih melakukan pemeriksaan secara intensif,” kata dia.

Saminata menghimbau kepada masyarakat agar jangan mudah memanfaatkan media sosial dalam hal menggunakan kata-kata yang bersifat provokatif maupun unsur pornografi. “Manfaaatkan medsos dengan baik sehingga sesuai dengan harapan teknologi itu sendiri yakni tidak menimbulkan dampak yang akhirnya menjadi sebuah pelanggaran pidana baik untuk si pemilik akun maupun orang lain,” pesan dia.(AHA)

Click to comment

Most Popular

To Top