Mantan Kasat Reskrim Dibui – Ambon Ekspres
Berita Utama

Mantan Kasat Reskrim Dibui

ILUSTRASI/Net

AMEKS ONLINE,– Jaksa menjebloskan AKP JT alias Johanis, mantan Kasat Reskrim Polres Maluku Tenggara Barat (MTB) ke penjara. Ini setelah selesai dilakukan proses tahap II atau penyarahan barang bukti dan tersangka oleh penyidik Polda Maluku kepada JPU Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Kamis (18/5).

Tersangka AKP Johanis digelandang ke Rutan Kelas IIA Ambon. Dalam waktu dekat dia bakal duduk dipersidangan dalam kasus terima suap.

Mantan Kasat Reskrim Polres MTB ini diduga menerima suap dari Jefri Djandra, pengusaha di Kabupaten MTB saat menangani kasus penyerobotan lahan tahun 2014. “Penahanan dilakukan JPU selama 20 hari kedepan terhitung tanggal 18 Mei 2017. Penahanan terhadap tersangka AKP Johanis Titus ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses sidang perkara tersebut dan mencegat tersangka melarikan diri atau menghilangkan barang bukti,” ungkap Kasipidsus Kejari Saumlaki, Denny Syaputra kepada wartawan di ruang pers Kejati Maluku, Jumat (19/5).

Menurutnya, tahap II dilakukan di Kejari Saumalki mengingat tempat peristiwa pidana berada di Polres MTB, Kabupaten MTB. Saat kejadian tersangka masih menjabat sebegai Kasat Reskrim Polres MTB. “Tahap II secara administrasi kita laksanakan di Saumlaki, mengingat lokasi kejadian di MTB,’’ jelas Denny.

Menyinggung soal indikasi perbuatan yang dilakukan tersangka, Denny mengatakan, kasus ini bermulah saat adanya penaganan kasus penyerobotan tanah yang dilaporkan Jefri Djandra ke Polres MTB. Untuk mempercepat proses penyelidikan dan penyidikan, tersangka diduga disuap oleh Jefri berupa  1 HP Iphone 6Plus dan uang tunai Rp 100 juta. “Merasa kecewa, Jefri kemudian melaporkan AKP Titus yang saat ini bertugas di SPN Polda Maluku ke penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku,” kata Denny.

Tersangka dijerat dengan pasal 12 huruf B UU Nomor tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikitnya Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). (NEL)

Click to comment

Most Popular

To Top