Jenazah Bayi Dimutilasi – Ambon Ekspres
Berita Utama

Jenazah Bayi Dimutilasi

OLAH TKP: Polisi olah TKP pembongkaran makam serta mutilasi di Desa Waimangit, Kabupaten Buru.

AMEKS ONLINE,—Warga Desa Waimangit, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, dikejutkan dengan adanya pembongkaran makam bayi. Polisi akhirnya mengamankan Hawa Galela, warga setempat. Gadis 17 tahun ini diketahui sebagai pelakunya. Selain membongkar makam, pelaku juga memutilasi jenazah bayi tersebut.

Pembongkaran makam itu terjadi Sabtu (20/5). Diduga dilakukan malam hari. Namun baru diketahui keesokan harinya. Bayi berjenis kelamin laki-laki ini baru sehari dilahirkan dan meninggal dunia. Dia kemudian dimakamkan dipinggir rumah keluarga Farida Lesbasa.

Pihak keluarga yang tidak terima, kemudian melaporkan kasus ini ke polisi. Dalam penyelidikan, polisi mencurigai Hawa sebagai pelaku. Sehari setelah dilaporkan barulah pelaku diamankan, Minggu (21/5).

Setelah dinterogasi, pelaku mengakui perbuatanya. Pelaku melakukan pembongkaran makam, lalu mengambil jasad bayi itu dan memutilasinya.

Selain keterangan pelaku, sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan. Diantaranya Farida Lesbasa (24), Herdiyana (31) dan Sumida Lesbasa (28). Ketiganya warga setempat.

Pembongkaran makam ini pertama kali diketahui Farida Lesbasa saat membuka jendela rumah sekira pukul 07.30 WIT. Seketika ia melihat makam yang berada di samping rumah sudah dalam keadaan terbongkar.

Sempat terkejut, dia langsung menuju ke makam tersebut. Dia mendapati jasad bayi yang dikubur sudah tidak ada di dalam makam. Farida langsung berteriak untuk memberitahu keluarga yang lain.

Akibat kejadian itu, keluarga panik dan melakukan pencarian terhadap jenazah bayi yang hilang. Dalam pencarian, masyarakat berhasil menemukan potongan kaki kanan di atas jalan raya di desa setempat. Mereka juga menemukan potongan tubuh dari mayat bayi tersebut di sungai yang terletak di bawah Jembatan Waifinaboti, Desa Tanjung Karang.

Tidak terima dengan kejadian ini, pihak keluarga kemudian mengadu ke Polsek Air Buaya.  ”Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya pelaku diamankan. Setelah interogasi, pelaku mengakui perbuatanya,” tandas Wakapolres Pulau Buru Kompol Irvan Reza via telephone, tadi malam.

Pihak kepolisian juga menghubungi petugas medis di Puskesmas Desa Air Buaya untuk membuat permintaan visum. Polisi turut mengamankan barang bukti parang yang diduga dipakai pelaku utuk mutilasi jenazah bayi serta kain kafan. Polisi juga sudah melakukan olah TKP.

Pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam penyelidikan polisi juga akan berkoordinasi dengan dokter jiwa dan psikiatri utuk memeriksa kejiwaan pelaku. Pelaku dijerat pasal 180 KUHP pembongkaran makam. ”Karena pelaku masih anak dibawa umur jadi tidak ditahan. Kita kembalikan ke orang tuanya. Proses hukum tetap jalan. Kita libatkan psikolog dan dokter jiwa. Karena dugaan tersangka ini, dia bermasalah dengan kejiwaan,” tutupnya.(ERM)

Most Popular

To Top