Sanggar Hatukao Kembangkan Seni Hadrat – Ambon Ekspres
Pesona Manise

Sanggar Hatukao Kembangkan Seni Hadrat

AMEKS ONLINE–Entah sejak kapan, seni hadrat berkembang di Maluku. Namun seni tersebut ada dihampir seluruh negeri atau desa di Maluku, khususnya dikalangan ummat Muslim.

Seni yang menampilkan alat musik rebana sebagai instrument utama tersebut trus bertahan dan dikembangkan hingga sekarang. Namun secara professional, seni tersebut dikembangkan oleh beberapa sanggar, diantaranya, Sanggar Hatukao, Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Ketua Sanggar Hatukao, Usman Ipaenin mengatakan, hadrat telah menjadi tradisi Ummat Muslim di Kota Ambon, khususnya Negeri Batu Merah.

Umumnya, Seni Hadrat ramai dimainkan masyarakat Maluku, khususnya Kota Ambon saat Hari Raya Idul Adha, saat menghantar hewan qurban sebelum disembelih.
Namun seni tersebut juga biasanya dimainkan pada berbagai acara, seperti, acara pernikahan maupun acara lainnya untuk menyambut tamu kehormatan.

“Hadrat Batu Merah kembangkan sejak para leluhur moyang semasa hidup, terutama dimainkan pada Hari Raya Idul Adha untuk mengantarkan hewan yang akan dikorbankan maupun saat mengantar pengantin pria ke pelaminan,” jelasnya.

Dia mengatakan, hadrat telah menjadi tradisi masyarakat. Namun perkembangannya pada tiap masyarakat negeri atau desa, berbeda-beda, bahkan ada yang dikembangkan dengan cara dikolaborasikan bersama tifa totobuang.
“Kita pakai hadrat, tapi kita kolaborasikan dengan totobuang sebagai tradisi di Maluku. Kalau di Batu Merah, hadrat biasanya dimainkan oleh 8 orang hingga 12 orang pemuda. Semua pemuda dapat berpatisipasi untuk melantunkan permainan hadrat,” katanya.
Untuk itu, dia berharap, Pemerintah Daerah dapat terus mendukung pengembangan musik tradisional hadrat.(PRO2)

Most Popular

To Top