Hasil Hidroponik Jadi Langganan Restoran – Ambon Ekspres
Berita Utama

Hasil Hidroponik Jadi Langganan Restoran

SUBUR: Tanaman sayur yang dibudidayakan Aiptu Imam Susilo dengan sistem hidroponik di pekarangan rumahnya.

Berstatus polisi tak membuat Aiptu Imam Susilo
berhenti berkarya. Kemudahan membudidayakan tanaman hidroponik menjadikan polisi yang bertugas di Samsat Tuban tersebut penuh totalitas dalam urusan sayur.

Oleh: YUDHA SATRIA ADITAMA, TUBAN

AMEKS ONLINE,-SALAH satu rumah minimalis di Jalan Jati Raya, Perumnas Tasikmadu, Tuban itu dipenuhi beragam tanaman sayur yang dibudidayakan secara hidroponik. Tanaman tersebut memenuhi lahan bekas garasi mobil yang berukuran 5×3 meter dan lantai 2 yang berukuran 20×3 meter. Ada beragam sayur. Mulai sawi, selada, kangkung, hingga cabai. Dari kondisinya, bisa dipastikan tanaman tersebut terawat dengan baik.

Aiptu Imam Susilo, pemilik rumah, menekuni budi daya sayuran tersebut sekitar enam bulan lalu, tepatnya akhir 2016. Dia termotivasi untuk berkebun dengan sistem hidroponik karena lahan pekarangan rumahnya terbatas. Juga, perawatan tanaman hidroponik tidak terlalu sukar. ”Saya terbiasa sibuk dengan berbagai aktivitas. Jadi, nanti kalau pensiun masih punya kegiatan berkebun,” tuturnya.

Anggota Satlantas Polres Tuban itu mengatakan, awalnya dirinya mencari kesibukan untuk mengisi waktu senggang. Dari sejumlah kegiatan, akhirnya dia menjatuhkan pilihan pada kegiatan berkebun secara hidroponik. Imam tertarik untuk berkebun tanpa media tanah tersebut karena Unggul, tetangganya yang lebih dulu merintis budi daya hidroponik sekitar dua tahun lalu. Kepada Unggul pula, bintara polisi itu belajar mulai pembibitan sampai perawatan tanaman.

Hasilnya sangat mulus. Selama enam bulan budi daya secara hidroponik, hasil panen kebun Imam berlimpah. Dia tidak mengalami kesulitan untuk memasarkan beragam sayurnya karena para tetangga berdatangan untuk membeli. Setelah produk sayurnya dikenal, kini bukan hanya tetangga yang menjadi konsumen. Sejumlah pengusaha kuliner di Tuban pun kerap memborong sayur yang diproduksi Imam.

Begitu juga pengelola restoran dan kafe. Setelah tahu bahwa sayur yang ditanam secara hidroponik lebih bersih dan besar, sebagian dari mereka memutuskan untuk menjadi pelanggan tetap. ”Lumayan, bisa jadi pemasukan untuk tabungan pensiun,” kata Imam.

Kini sudah tiga kafe dan satu resto besar di Bumi Wali –julukan Tuban– yang menjadi pelanggan tetapnya. Dia mengatakan, bukan tidak mungkin ke depan dirinya memasok sayur ke supermarket. ”Rencana menembus swalayan itu jangka panjangnya,” ungkap bapak dua anak itu.

Imam mengatakan, bertani secara hidroponik sangat mudah. Siapa pun bisa melakukannya. Sebab, metode menanam tanpa tanah itu hanya memanfaatkan aliran air dan nutrisi. Perawatannya pun berbeda dengan tanaman bermedia tanah yang harus serbaekstra. Perawatan tanaman hidroponik bisa kapan saja. Sehari cukup dua kali, pagi dan malam. Itu pun hanya memberikan nutrisi dan memastikan air mengalir. ”Saya merawatnya waktu pulang kerja. Terkadang dibantu istri,’’ terang Imam.

Kelebihan lain sayuran hidroponik, panennya tanpa mengenal musim. Dengan perawatan yang tepat, sayur bisa dipanen sebulan sekali.

Di Tuban, berkebun secara hidroponik masih minim peminat. Padahal, dengan metode hidro itu, pembudi daya bisa dapat untung berlipat daripada cara konvensional.(DS/C11/END)

 

Most Popular

To Top