Oknum Pemkot Ambon Terlibat Narkoba – Ambon Ekspres
Berita Utama

Oknum Pemkot Ambon Terlibat Narkoba

Barang bukti: Polisi mengamankan sejumlah barang bukti kasus narkoba dari tiga orang tersangka.

AMEKS ONLINE,—Seorang oknum Aparat Sipil Negara (ASN) Pemkot Ambon terjaring operasi polisi. Pegawai yang diketahui berinisial RNL alias Rahman (26) terlibat penyalagunaan narkoba jenis sabu. Dia ditangkap petugas kepolisian dari Satresnarkoba Polres Ambon dan Pp Lease.

Rahman tidak ditangkap sendiri. Berdasarkan pengembangan polisi, juga ditangkap dua orang lain. Yakni YB alias Yanto (48) dan IM alias Ismail (45). Ketiga orang ini diduga merupakan pengedar sabu-sabu.

Mereka diamankan dengan puluhan paket narkoba jenis sabu siap edar. Kini mereka sudah meringkuk dalam tahanan Polres Ambon. Penangkapan ketiganya merupakan hasil pengembangan terhadap tersangka William Stenley (32) yang juga bos UD Murni Utama.

Penangkapan tersangka narkoba beserta barang bukti ini dilakukan dalam kurung waktu dan hari berbeda. Awalnya, polisi mengamankan Rahman pada Senin (8/5) pukul 21.00 WIT. Dia ditangkap di Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe. Dari tangannya polisi mengamankan barang bukti dua paket sabu.

Setelah dikembangkan, keesokan harinya giliran Yanto yang ditangkap dirumahnya di Kelurahan Waehaong. Dari dalam rumahnya polisi juga mengamankan 9 paket sabu. Dia diciduk sekira pukul 13.00 WIT.

Dari mulut Yanto diketahui asal barang terlarang itu. Polisi bergerak cepat dan akhirnya mengamankan IM (45) sekira pukul 17.00 WIT di rumahnya di kawasan Jalan Baru, Kecamatan Sirimau. Polisi juga menyita 38 gram sabu.
‘’Ada pengakuan dari IM bahwa barang terlarang itu didapat dari temannya. Tapi sampai sekarang tidak ditemukan. Terkesan IM masih tertutup soal ini. Kita masih terus kembangkan lagi. Ketiganya sudah kita tetapkan tersangka dan kita amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” tandas Kasat Narkoba  AKP Aleks Umar Kamali di ruangan kerjanya, Senin (22/5).

Aleks memastikan, ketiga tersangka merupakan pengedar. Pasalnya, polisi juga mendapati barang bukti berupa alat timbang, telepon genggam dan sejumlah kantong plastik ukuran kecil. ”IM dan YB ini pengedar. Kalau RNL bisa dikatakan perantara saja. Karena dia (NRL) ini tidak mengenal IM. Dia hanya mengenal YB yang mendapatkan barang dari IM,” jelasnya.

Selain itu, Aleks juga memastikan ketiga tersangka ini merupakan target operasi sejak lama. Hanya saja, belum ada waktu tepat untuk menangkap mereka. ”Mereka ini sudah lama menjadi target operasi kita. Mereka ini lihai mengedarkan narkoba. Jadi agak susah kita tangkap. Karena memang sudah nasib untuk mereka harus kita tangkap,” terangnya.

Dia menandaskan, saat ini berkas ketiganya masih terus dirampungkan. ‘’Surat Pemberitahuan Dimulai Penyelidikan (SPDP) sudah kita kita sampaikan ke Kejari Ambon,” tutur Aleks.
Ketiga tersangka diganjar dengan pasal 112 dan atau pasal 114 UU Nomor 35 tahun 2009. ”Ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun,” tegasnya.(ERM)

Most Popular

To Top