Tersangka Bandara Moa Segera Diadili – Ambon Ekspres
Berita Utama

Tersangka Bandara Moa Segera Diadili

Tersangka korupsi Bandara Moa bersama pengacaranya, Septinus Hematang di Kantor Kejati Maluku, Selasa, (23/5).

AMEKS ONLINE,– Berkas perkara empat tersangka kasus korupsi proyek Runway Bandara Moa, Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) tahun 2012 senilai Rp 20 miliar sudah dilimpahkan tahap II dari penyidik ke penuntut umum. Dengan demikian, dalam waktu dekat kasus ini akan berlanjut ke pengadilan.

Keempat tersangka yakni Direktur PT Bina Prima Taruna  Sunarko,  konsultan pengawas PT Dwi Putra Pratama Nicolas Paulus,  mantan Kadis Perhubungan MBD Jhon Tangkuman yang saat ini menjabat Kadis Pariwisata serta Sekwan MBD Paulus Miru yang sebelumnya menjabat Plt Kadis Perhubungan. “Hari ini (kemarin) resmi tim penyidik dari Kejagung melimpahkan berkas perkara berupa barang bukti dan empat tersangka dugaan korupsi  proyek Runway Bandara Moake tahap penuntutan atau tahap II,” ungkap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette.

Samy menjelaskan, proses tahap II yang dilakukan di Kejati Maluku ini, keempat tersangka didampingi penasehat hukum yakni mantan Kajati Maluku, Septinus Hematang. Mereka tidak ditahan di rutan melainkan perpanjang masa penhanan keempat tersangka dalam jenis tahanan kota. “Keempat tersangka ditahan dalam jenis penahanan kota. Alasannya, keempat tersangka telah mengembalikan dugaan kerugian keuangan negara dalam kasus tersebut sepenuhnya yakni berjumlah Rp 3 miliar kepada negara melalui penyidik,” jelas Samy.

Dikatakan, setelah dilakukan tahap II maka JPU yang tergabung antara Cabang Kejaksaan Negeri (Kejari) Tual di Wonreli dan Kejati Maluku akan berkewenangan menyusun surat dakwaan dan adminstrasi lainya untuk dilimpahkan ke pengadilan. “Tim dalam perkara ini dibentuk tim gabungan dari Kejati Maluku dan Kejari Tual Cabang Wonreli. Dan secepatnya akan bertindak untuk menyusun surat dakwaan untuk dilimpahkan ke pengadilan,” ujar Samy.

Terpisah, Septinus Hematang mengaku, tersangka tidak ditahan di rutan lantaran telah mengembalikan dugaaan kerugian megara dalam perkara tersebut sebesar Rp 3 miliar. “Memang ditahan dalam jenis penahanan kota. Bukan tahanan rutan. Dengan demikian kita tunggu saja hingga pembuktian di pengadilan nantinya,” kata Hematang.

Menyinggung soal harapan kemungkinan akan ada penambahan tersangka baru dalam kasus ini, mantan Kajati Maluku ini mengku menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik. “Saya baru mendampingi keempat tersangka sehingga materi perkara ini belum dipelajari secarah baik. Dan soal itu, saya serahkan kepada penyidik. Kita tunggu saja di pengadilan nantinya,” tandas Hematang.(NEL)

Most Popular

To Top