Cegah Radikalisme, Pemerintah Wajibkan Siswa Tiap Hari Baca Alquran di Sekolah – Ambon Ekspres
Daerah

Cegah Radikalisme, Pemerintah Wajibkan Siswa Tiap Hari Baca Alquran di Sekolah

ILUSTRASI/Net

AMEKS ONLINE, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menerapkan konsep Jabar Mengaji pada anak anak pelajar SMAN dan SMKN.

Sehingga para pelajar pun diharuskan belajar mengaji Alquran sebelum mulai belajar di sekolah.

“Jadi nanti akan dibuat sistem untuk Jabar mengaji. Para pelajar nantinya akan diberikan pelajaran mengaji Alquran sebelum memulai pelajaran sekolah, paling hanya 15 menitan waktunya,” jelas Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan disela acara Peresmian Gedung Baru SMA AlMasoem di Rancaekek Kabupaten Bandung, Kamis (25/5).

Diungkapkan Heryawan, program Jabar Mengaji dimaksudkan untuk menciptakan para pelajar yang cerdas dan memiliki mental yang kuat.

“Ini dalam rangka membangun mental anak anak kami supaya dekat dengan agama dengan cara yang benar dan selalu dekat dengan Alquran,” kata Aher.

Dituturkan Aher, kalau dekat dengan Alquran maka siswa akan lebih tentram menjadi tidak gampang terpengaruh oleh hal hal yang buruk termasuk yang radikalisme dan membahayakan masyarakat.

Menurutnya hal ini sangat penting untuk mendidik mental para pelajar. Terlebih pembelajaran Alquran akan memberikan kecerdasan dan ketentraman kepada para pelajar. Oleh karena itulah pihaknya akan melaksanakan program Jabar Mengaji ini secara masif.

“Tentunya ini akan masif, semua SMAN dan SMKN di jabar akan melaksanakan itu. Program ini pun seiring dengan pengalihan kelola SMA/SMK ke provinsi, ” katanya.

Namun demikian, lanjut Heryawan, pada kenyataannya dilapangan ternyata para kepala sekolah pun telah menerapkan program tersebut.

Dimana pada setiap harinya ada pembelajaran untuk mengaji Alquran.

“Ternyata dilapangan sudah banyak yang melaksanakan, tanpa komando, itu inisiatif kepala sekolah dan sudah banyak yang mekaksanakan tinggal kita memfasilitasinya. Mudah mudahan gurunya juga dilatih dulu, karena kalau mengandalkan guru agamanya ya tidak mencukupi,” pungkasnya.

Most Popular

To Top