Harus Prioritaskan Anak Maluku – Ambon Ekspres
Berita Utama

Harus Prioritaskan Anak Maluku

AMEKS ONLINE,-Polemik soal jatah pemuda dan pemudi Maluku untuk menjadi perwira kepolisian lewat seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) terus berlanjut. Ini menyusul adanya kasus penganiayaan yang menewasnya Muhammad Adam, taruna tingkat II Akademi Kepolisian (Akpol). Korban merupakan siswa taruna yang lulus seleksi dari Polda Maluku. Padahal dia merupakan warga asal Jakarta dan lulusan SMA Negeri 29 Jakarta.

Wakil Ketua DPD KNPI Maluku, Hamdza Nurlily meminta Polda Maluku agar kedepan lebih transparan dan memprioritaskan putra daerah Maluku ketimbang orang dari daerah lain. Meski semua warga negara berhak untuk mengambil bagian dalam perekrutan taruna Akpol.  “Jangan polda hanya buat angin segar dengan janji prioritaskan putra daerah, padahal tidak. Masa ada anak yang lahir dan dibesarkan di Jakarta, tapi kemudian datang dan masuk Akpol lewat jalur dari Maluku. Dalam konteks sesama warga negara memang dibolehkan. Tetapi konteks pengembangan SDM Maluku, perlu dipikirkan oleh Polda Maluku,” kata dia kepada koran ini, Selasa (23/5).

Menurut dia, banyak generasi muda Maluku memiliki kemampuan dan kompetensi yang layak untuk menjadi taruna maupun taruni Akpol. Sayangnya mereka tidak diberikan ruang secara baik dan sempurna bagi mereka. “Apakah SDM di Maluku lemah sehingga orang lain harus lolos. Kita pertanyakan akses keterbukaan Polda Maluku dalam penerimaan taruna Akpol. Bukan kami melarang meloloskan putra-putra terbaik bangsa ini, tetapi perlu dilihat dalam konteks ke Maluku-an kita juga. Generasi kita juga banyak yang cerdas dan layak untuk menjadi pemimpin Polri. Dan terbukti saat ini, salah satunya Kakor Brimob Polri,” jelas dia.

Alumnus Mangister Ilmu Hukum Universitas Pattimura Ambon itu mengaku, dengan lolosnya almarhum Muhammad Adam sebagai taruna Akpol dari Polda Maluku maka proses seleksi seperti ini harus dievaluasi. “Bila Perlu KNPI dilibatkan dalam segi pengawasan sebagai bagian dari elemen pemuda. Semua pelamar Akpol adalah pemuda Maluku. KNPI berkepentingan melihat ini, karena terkait pengembangan SDM Pemuda Maluku,” tegasnya.

Dia mengaku, pihaknya sangat menyesalkan persoalan ini. ‘’Kita tidak mau tendesius ada permainan-permainan tertentu. Ini kecolongan. Kami tak bermasuk membatasi orang luar mau maju dan ikut seleksi di sini. Kami sadar sungguh bahwa ini NKRI. Ssiapa saja warga negara berhak disini. Tapi harus prioritaskan anak daerah Maluku,’’ tegas dia.

Sementara itu, Karo SDM Polda Maluku Harvin Raslin melaui Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Abner Richard Tatuh menjelaskan, pihaknya selama ini tetap memprioritaskan anak daerah, tanpa mengesampingkan putra-putri terbaik yang berasal dari luar Maluku. “Selama ini, kita memang memprioritaskan anak daerah, namun tidak mengesampingkan hak warga negara yang lain. Yang juga mendaftar atau masuk lewat kami. Meski tidak semudah itu, karena ada persyarakat khusus, bagi yang bukan anak daerah,” kata dia kepada koran ini di Mapolda Maluku.

Menurut dia, semua warga negara berhak untuk menjadi anggota Polri termasuk taruna Akpol diseluruh wilayah NKRI, termasuk di Maluku. Hanya saja ada persyaratan khusus, yang harus dipenuhi oleh  mereka yang bukan berasal dari daerah tertentu. “Orang Maluku, juga bisa menjani taruna Akpol dari provinsi lain. Persyaratan itu misalkan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang berasal dari daerah itu. misalkan mau dari Polda Maluku, harus ber-KTP Ambon dan kartu domisili di Ambon minimal selama setahun. Dan jika mereka memiliki itu, kemudian persyaratan lain, itu tidak jadi persoalan,” jelas dia.

Dikatakan, jika lolos dari Polda Maluku, maka persyaratan-persyaratan itu, sudah dipenuhi, sehingga bisa dinyatakan lolos. “Polri tidak bisa menutup kalau dia ini bukan orang luar Maluku, tidak bisa mendaftar di sini (Maluku red), itu keliru. Sepanjang persyaratan itu dipenuhi, masa kita tolak. Kan bisa jadi mungkin paman atau keluarganya di Maluku, lalu datang dan tinggal disini, kemudian tes dan memenuhi persyarakat, kenapa tidak,” timpalnya.

Dia mengaku, almarhum Muhammad Adam bisa lolos menjadi taruna dari Polda Maluku, karena telah menuhi persyaratan, sesuai yang diatur dalam ketentuan yang berlaku. Ditambahkan, setiap tahunnya seleksi penerimaan taruna Akpol yang dilakukan oleh Polda Maluku, pihaknya tetap memprioritaskan putra-putra terbaik asal Maluku. ‘’Kita tetap prioritaskan anak daerah dan setiap tahun, setelah mengikuti seleksi disini (Polda Maluku), kita kirim lagi kesana (Semarang). Disana mereka seleksi lagi. Kalau jatuh yang kita mau buat apa. Disana mereka mereka yang menentukan. Dan bukan saja dari sini, tetapi semua daerah begitu,” tuturnya.

Disinggung soal tidak terbukanya Polda Maluku dalam setiap lagi melakukan perekrutan anggota Polri selama ini, dia mengaku, pihaknya sudah sangat terbuka. “Beberapa tahun terakhir ini kan panitia penerimaan anggota Polri baik Akpol, bintara, seleksi sarjana hinga catam selalu kita libatkan pihak luar juga. Misalkan insan pers, kemudian dinas pendidikan, dinas pemuda dan olaraga maupun pihak. Kalau memang ada yang marasa belum puas, maka akan kita benahi perlahan-lahan kedepan nanti,” tandasnya.(AHA)

Most Popular

To Top