Media Asing Ungkap JAD Jadi Dalang Bom Kampung Melayu – Ambon Ekspres
Internasional

Media Asing Ungkap JAD Jadi Dalang Bom Kampung Melayu

Aparat kepolisian mensterilkan lokasi ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

AMEKS ONLINE, – Jaringan Islamic State Of Iraq and Syria (ISIS) disebut-sebut melatarbelakangi aksi teror bom Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD), diyakini menjadi dalang di belakang bom bunuh diri yang menewaskan lima orang dan puluhan korban luka-luka itu.

Dua pelaku bom bunuh diri dari JAD disebut dalam laman media asing Channel News Asia menjadi dalang dari tragedi bom Kampung Melayu. JAD yang merupakan salah satu organisasi teroris versi Amerika Serikat itu, dibentuk sejak tahun 2015. Basisnya ada di Indonesia.

Grup ini terdiri dari dua lusin kelompok ekstremis Indonesia yang menjanjikan kesetiaan kepada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi. JAD dikepalai oleh ulama Muslim Aman Abdurrahman yang dituduh mendalangi serangan Januari lalu di Thamrin, Jakarta Pusat.

Dalam serangan Rabu malam lalu, seorang pelaku bom bunuh diri teridentifikasi berusia 31 tahun bernama Ahmad Sukri alias Abu Hasan. “Ahmad merupakan anggota JAD di Bandung,” tegas sumber Channel NewsAsia, Kamis (25/5).

Ahmad juga diketahui dekat dengan pimpinan JAD. “Ahmad mengunjungi Aman Abdurrahman dan Rois (teroris yang dihukum mati), di penjara pada tahun 2014,” tambah sumber tersebut.

Rois saat ini berada dalam hukuman mati karena perannya dalam pemboman mobil Kedutaan Besar Australia pada tahun 2004. Tetapi bahkan dari balik jeruji besi, Rois dapat berkomunikasi dengan militan di luar penjara. “Pembom bunuh diri lainnya diidentifikasi sebagai Ichwan Nurul Salam yang juga anggota JAD,” kata sumber tersebut.

Lebih dari 500 orang asal Indonesia diketahui telah berhasil menuju Syria untuk bertarung bersama ISIS. Sementara mereka yang telah berjanji pada persekutuan dengan kelompok tersebut telah berada di belakang serangkaian plot dan serangan baru-baru ini. Serangan ini banyak ditargetkan kepada polisi. (CNA/cr1/JPG)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!