Pemberi Suap Harus Tersangka – Ambon Ekspres
Berita Utama

Pemberi Suap Harus Tersangka

ILUSTRASI/Net

AMEKS ONLINE,–Kasus suap yang melibatkan AKP Johanis Titus (JT) menjadi perhatian. Penyidik kepolisian hanya menetapkan penerima suap yakni AKP JT sebagai tersangka. Padahal dalam aturan undang-undang, baik penerima maupun pemberi berpotensi menjadi tersangka.

Hendrik Lusikooy selaku kuasa hukum AKP JT menegaskan, akan membongkar perkara ini agar lebih jelas. Menurut dia, ini merupakan gratifikasi dan harusnya pemberi suap juga harus dijadikan sebagai tersangka. “Karena suap tadi, klien kami jadi tersangka. Dengan demikian dia (pemberi) juga harus dikenakan status hukum yang sama,” tegas Hendrik.

Menurutnya, suap yang diduga dilakukan oleh Jefri Djandra itu karena ada niat atau kemauan dari Jefri kepada AKP JT yang saat itu menjabat Kasat Reskrim Polres MTB. Suap diberikan untuk mempercepat proses penyelidikan terhadap laporan persoalan tanah yang diajukan Jefri. “Dengan demikian, itu terjadi karena ada kemauan. Dan kami menilai polisi sangat lemah. Nanti lihat kita akan buka kasus ini lebih terang. Masa pemberi tidak kena sedangkan penerima saja yang kena. Itukan tidak adil menurut undang-undang,” tandas Hendrik.

Kasipidsus Kejari MTB, Denny Syaputra yang akan bertindak sebagai  Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara suap ini mengindikasikan akan ada tersangka baru diakhir persidangan.  Menurutnya, kasus dugaan suap ini ditangani penyidik kepolisian. Kini telah berproses di pihak kejaksaan maupun pengadilan. “Kita lihat saja nanti.

Proses penyidikan kan di kepolisian. Dan kenapa pemberi suap itu tidak jadi tersangka ? Itu kewenangan penyidik saat itu.  Dan kami tidak punya kewenangan. Saya ingatkan tidak menutup kemungkinan akan kami tetapkan tersangka baru diakhir perkara ini,” janji Denny kepada wartawan di ruang perss Kejati Maluku, belum lama ini.

Kewenangan jaksa saat itu, kata dia, hanya sebatas meneliti berkas dan memberikan petunjuk kepada penyidik kepolisian. Dan petunjuk itu dipenuhi atau tidak merupakan kewenangan penyidik. “Yang saya tahu, saat itu dalam petunjuk sudah disampaikan harus ada tersangka lain. Namun tidak tidak dilakukan. Jadi kita tunggu saja faktanya dipersidangan seperti apa. Dan ingat kita diberi kewenangan untuk membuka perkara baru selama ada fakta baru yang tentunya berkaitan dengan dugaaan perbuatan melawan hukum,” kata Denny.

Tersangka AKP JT dijerat pasal 12 huruf B UU Nomor tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana penjara maksimal seumur hidup dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Sebelumnya, penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku mengaku hanya AKP JT yang ditetapkan tersangka. Tidak ada tersangka lain dalam kasus itu. Kasusnya juga sudah dinyatakan tuntas oleh polisi dan kini telah berproses di pihak kejaksaan maupun pengadilan. “AKP JT alias Johanes sudah dijebloskan ke rutan dan kita tinggal mengikuti proses selanjutnya dipersidangan. Jika nantinya dalam persidangan ada fakta-fakta baru dengan keterlibatan orang lain, polisi siap untuk menanganinya,” kata Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Richard Tatuh.(NEL/AHA)

Most Popular

To Top