Penantang Assagaff Bertambah – Ambon Ekspres
Berita Utama

Penantang Assagaff Bertambah

ILUSTRASI/Net

Tagop dan Herman Mendaftar di PDIP

AMEKS ONLINE,– Pemilihan Gubernur Maluku 2018 bakal ramai. Para penantang sudah siap bertarung melawan sang
petahana Said Assagaff. Olehnya itu, rekomendasi partai politik untuk memenuhi persyaratan mutlak didapatkan.

Sampai Jumat (26/5), sudah ada empat bakal calon Gubernur Maluku yang siap menantang Assagaff mendaftar di DPD PDI Perjuangan Maluku. Mereka yakni Barnabas Nataniel Orno, Komarudin Watubun, Tagop Sudarsono Soulisa dan Herman Adrian Koedoeboen. Empat kandidat ini, juga mengaku siap melawan Assagaff. “Ini bukan gertak.

Karena saya sudah resmi mendaftar di PDIP dengan melengkapi semua berkas pendaftaran. Dan saya bukan tipikal politisi yang mbalelo. Sekali saya maju, maka saya siap bertarung dan tetap konsisten,” tandas Tagop dihadapan pendukungnya seusai mendaftar di Sekretariat DPD PDIP Maluku, Karang Panjang, Jumat (26/7).
Bupati Bursel dua periode ini, tiba sekira pukul 17.30 Wit. Dia didampingi ratusan pendukung dari masyarakat Kabupaten Buru Selatan maupun Maluku Tengah (Jazirah Leihitu) yang tergabung dalam Sahabat Tagop.

Dirinya mengaku, siap melawan Said Assagaff dalam memperebutkan rekomendasi PDIP. Bahkan dirinya yakin, akan direkomendasikan oleh PDIP sebagai kader partai untuk bertarung melawan Assagaff. “Saya hari ini angkat topi buat pak Said Assagaff sebagai senior saya dan orang yang telah membentuk saya menjadi seorang pemimpin di Maluku. Dan saya perlu memberikan sebuah apresiasi kepada beliau (Said Assagaff), bahwa hari ini beliau mampu menciptakan seorang kader muda untuk memimpin di Maluku menggantikan beliau,” tegasnya.

Dia mengaku, secara pribadi telah membangun komunikasi politik dengan sejumlah partai politik yang ada. Namun untuk kriteria bakal calon wakil gubernur, akan menunggu hasil survei yang ditentukan PDIP. “Komunikasi dengan partai politik sudah saya lakukan. Terutama yang ada di tataran Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Kalau yang kita bangun untuk opini kedepan adalah Maluku Hebat. Sehingga otomatis seluruh partai pada koalisi KIH merapat dengan koalisi Maluku Hebat bersama Tagop dan rakyat Maluku,” tutur Tagop.

Tagop juga menyarankan, sudah seharusnya PDIP memberikan kepastian kepada seluruh kader yang yang memiliki kapasitas untuk memimpin di Maluku. Dan tidak kepada orang lain. Sehingga bisa timbul paradigma baru bagi kadernya yang mampu memberikan konstribusi kepada Maluku. “Saya harap ada perubahan paradigma secara totalitas di PDIP Maluku. Bahwa selama ini image masyarakat itu, PDIP selalu memberikan rekomendasi kepada saudara kita beragama Kristen. Tetapi hari ini saya berharap, PDIP membuat paradigma baru kepada kadernya yang Muslim. Yang mampu memberikan konstribusi kepada Maluku,” pesannya.

MANDAT-DAMAI
Pada hari yang sama, pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Herman Koedeoboen-Abdullah Vanath juga telah mendaftar secara resmi di PDIP. Pasangan dengan akronim HEBAT, itu menuju markas PDIP di Karang Panjang dengan ratusan pendukung dan simpatisan.

Kepada wartawan, Herman A Koedoboen–Abdullah Vanath secara resmi menyampaikan sikap politik untuk berpasangan di Pilkada Maluku 2018. Komposisi Herman sebagai bakal calon gubernur dan Abdullah sebagai bakal calon wakil gubernur Maluku periode 2018-2022. “Dengan segala pertimbangan, saya (Abdullah Vanath) siap mendampingi Herman A Koedoeboen sebagai bakal calon Gubernur Maluku. Informasi ini kami sampaikan secara terbuka, agar mampu menepis berbagai desas-desus yang berkembang di publik,” kata Vanath.

Vanath mengintruksikan kepada seluruh simpulnya dan Marthin Maspaitella dengan singkatan DAMAI di 11 kabupaten/kota untuk tetap berikhtiar melawan petahana dengan segala kelebihan politiknya. Salah satu ikhtiar barisan DAMAI, adalah dengan membangun koordinasi intensif bersama simpul MANDAT yang juga adalah struktur politik pasangan Herman-Daud Sangadji di Pilgub Maluku 2013 silam. “Dan lewat kesempatan ini pula, kami informasikan kepada seluruh tim pasangan DAMAI yang dihadapi adalah petahana dengan segala kelebihannya. Ikhtiar tim DAMAI di 11 kabupaten/kota sangat penting dalam menjajal dinamika politik kali ini, dengan terus membangun koordinasi dengan simpul MANDAT,” ucapnya.

Konferensi pers pasangan dengan akronim HEBAT itu juga didampingi Martin Maspaitella yang notabene adalah mantan calon Wakil Gubernur Maluku 2013 saat berdampingan dengan Abdullah Vanath saat itu. Selain Marthin, hadir juga ketua tim DAMAI yang turut mendampingi.

Vanath mengaku, Marthen akan mengkoordinir jaringan DAMAI di 11 kabupaten/kota dan akan menjadi tanggung jawab mantan calon wakil gubernur 2013 tersebut. Selain itu, Vanath mengaku akan melakukan safari politik di 11 kabupaten/kota, dan akan menjawab secara lansung berbagai pertanyaan masyarakat terkait sikap politiknya untuk maju mendampingi Herman di Pilgub.  “Om Ateng (Mathen) akan mengkoordinir jaringan DAMAI di 11 kabupaten/kota dan akan menjadi tanggung jawab mantan calon wakil gubernur 2013 tersebut,” pintanya.

Ditempat yang sama, Herman menekankan, meskipun dalam sistem penjaringan parpol tidak menghendaki proses pendaftaran secara berpasangan, namun keputusan Herman-Vanath menjadi sebuah sikap sekaligus formula baru bagi partai politik, sekaligus untuk menjawab ‘kegelisahan’ masyarakat. “Kami tawarkan ke parpol sebagai sebuah format daftar pasangan, dengan maksud memberikan kepastian ke masyatakat Maluku agar tidak buang energi dalam menganalisis konfigurasi dan dan memberikan asumsi terhadap pasangan calon,” jelasnya.

Menurut Herman, bersama AV kejadian secara natural, tanpa ada rekayasa politik. Ini, lanjut Herman, sebagai bentuk chemistry. ”Bagi kami ini merupakan sebuah realitas yang tanpa rekayasa politik, bahwa saya bersama dengan bapak H Abdullah Vanath berkomitmen untuk berjuang bersama masyarakat Maluku,” katanya.

Secara tegas, Herman mengatakan, saat ini, masih ada probelem keadilan sosial, tata kelola birokrasi dan kesejahteraan sosial yang harus menjadi perhatian serius. “Dan kehadiran pasangan HEBAT sebagai antitesa dari tesa kondisi ke-Malukua-an saat ini, dan HEBAT tidak ingin terjebak dalam primordial sempit,” pungkas Jaksa Agung Muda Pengawas (Jam Was) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI itu.(ISL/TAB)

Most Popular

To Top