Waspadai Bencana Bajir dan Longsor – Ambon Ekspres
Berita Utama

Waspadai Bencana Bajir dan Longsor

Icha Wurlianty/AMEKS

AMEKS ONLINE, – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pattimura Ambon telah mengeluarkan warning atau peringatan dini, pasca hujan beberapa hari kemarin. Dimana hasil pantauan BMKG, intensitas hujan berada di kisaran sedang hingga lebat hingga masuk Juni 2017.

Dalam peringatan yang disebarkan via akun Whatssapp, menyebutkan sejak 26 Mei 2017 cuaca berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Disertai angin kencang di sejumlah wilayah Maluku termasuk di Pulau Ambon. Kondisi cuaca diperkirakan dapat berlangsung hingga pukul 18.00 WIT. Untuk itu warga diharapkan waspada bencana banjir dan longsor.

Prakirawan BMKG Pattimura Ambon, Jenly Puspessy mengatakan, kondisi curah hujan untuk Kota Ambon dan sekitarnya masih dalam status normal. Karena memang Kota Ambon dan sekitarnya telah memasuki musim penghujan hingga September nanti. “Kota Ambon sudah memasuki masa transisi musim penghujan. Dan ini normal. Dilihat juga dari tipe hujannya untuk Pulau Ambon normal seperti ini. Dan untuk kelembaban udara lapisan atas memang basah. Jadi kemungkinan hujan tetap ada. Apalagi masuk musim penghujan,” tandas Jenly ketika dikonfirmasi Ambon Ekspres, Jumat (26/5).

Menurutnya, skala hujan yang terjadi saat ini masih diantara sedang hingga lebat. Bahkan BMKG telah mengeluarkan peringatan dini kepada stakeholder lainnya, termasuk masyarakat. “Jadi skalanya itu sedang sampai lebat, sesuai peringatan dini yang kami sebarkan. Dan untuk peringatan dini, kemarin kita update dari tanggal 25 – 27 Mei. Setelah itu nanti kita analisa kembali,” ujarnya.

Jenly menambahkan, perlu ada antisipasi atau langkah pencegahan dari pemerintah daerah. “Kita baru masuk musim penghujan, tapi sudah bisa dilihat ada beberapa lokasi terjadi banjir akibat curah hujan meningkat. Dan sebaiknya masyarakat tetap waspada terhadap banjir dan longsor. Dan pemerintah daerah harus melakukan langkah pencegahan. Karena bisa saja curah hujan meningkat di Juni dan Juli mendatang,” pesannya.

Terpisah, Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Enrico Matitaputty menambahkan, selama Mei 2017, ada sekitar 12 titik longsor yang terjadi di 5 kecamatan Kota Ambon. Dan sebagian besar terjadi di Kecamatan Sirimau. “Ada 12 titik longsor dan sebagian besar ada di Sirimau. Dan kita baru memberikan bantuan tanggap darurat sebatas terpal, karung, sekop dan sebagainya. Untuk mengantisipasi terjadinya bencana susulan,” tandas Enrico.

Diakuinya, sampai saat ini belum ada pembentukan pos-pos darurat oleh BPBD. Karena belum ada status bencana yang secara resmi dikeluarkan. Akan tetapi BPBD tetap melakukan pantauan terhadap masyarakat untuk mengantisipasi terjadi bencana longsor maupun banjir. “Kita belum dirikan pos darurat karena belum ada status siaga. Jika memang berpotensi maka kita buat posko. Tapi tetap kita stanby melayani masyarakat. Dan kita sudah laporkan ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Menurut Enrico, dalam waktu dekat akan dilakukan upaya pencegahan banjir dan longsor. Dengan melakukan pembersihan terhadap drainase dan perkuat sejumlah daerah lereng bukit dari longsor. “Jadi tadi sudah disampaikan walikota dalam rapat, bahwa dinas PU dan stakeholder lainnya akan melakukan pencegahan dengan membersihkan drainase dan pencegahan longsor. Dengan menutup daerah rawan longsor dengan terpal,” pungkasnya.
(ISL)

Most Popular

To Top