16 Pendaftar Rebut Rekomendasi PDIP – Ambon Ekspres
Berita Utama

16 Pendaftar Rebut Rekomendasi PDIP

FOTO/NET

AMEKS ONLINE,–PDIP Maluku secara resmi menutup proses pendaftaran bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2018 – 2023. Secara keseluruhan ada 16 orang yang mendaftar dan berharap mendapat rekomendasi partai berlambang banteng dengan moncong putih itu.

Dari 19 bakal calon yang mengambil formulir pendaftaran, hanya 16 bakal calon yang resmi mendaftar. Dari jumlah itu 8 merupakan bakal calon Gubernur Maluku dan 8 lainnya merupakan bakal calon Wakil Gubernur Maluku.
Mereka yang mendaftar sebagai bakal calon gubernur yakni Barnabas Orno, Said Assagaff, Komarudin Watubun, Herman Koedoeboen, Tagop Sudarsono Soulisa, Bitzael S Temmar, Johozua Markus Yoltuwu dan Irjen Pol Murad Ismail. Sedangkan mereka yang “mengadu nasib” sebagai bakal calon wakil gubernur yakni Abdullah Vanath, MS Sangadji, Mozes Rudy Timisela, Andreas Rentanubun, Everd Herman Kermite, Lucky Wattimury, Edwin Adrian Huwae dan Lukas Uruwatu. Sementara 3 bakal calon yang tidak mengembalikan formulir pendaftaran yakni Dipl Oekonom Engelina Pattiasina, Sammy Latbual dan John Christian Ruhulesin.

Ketua tim penjaringan dan penyaringan DPD PDIP Maluku, Tobhyend Sahureka mengatakan, proses pendaftaran yang dibuka 13 – 27 Mei 2017 secara resmi telah ditutup pada Sabtu (27/5) pukul 24.00 WIT. Dan tercatat ada 16 bakal calon yang terdaftar untuk memperebutkan rekomendasi PDIP.

Selanjutnya, kata dia, DPD PDIP Maluku akan melakukan proses lanjut berupa tahapan penyaringan bakal calon tahap I yakni survei. “Setelah ini kita akan masuk proses penyaringan tahap I yaitu survei. Kemudian tindaklanjut dengan rapat DPD PDIP. Baru kemudian dilakukan rapat kerja cabang yang diperluas untuk merekrut masukan-masukan dari 11 DPC kabupaten/kota,” tandas Sahureka kepada Ambon Ekspres, Sabtu (27/5) malam.

Menurutnya, masing-masing DPC akan mengirimkan 2 nama bakal calon gubernur dan 2 nama bakal calon wakil gubernur ke tingkat DPD. Kemudian DPD akan melanjutkan untuk mengirimkan 5 bakal calon gubernur dan wakil gubernur ke DPP PDIP. “Setelah itu baru DPP melakukan penyaringan tahap akhir. Dengan menetapkan pasangan calon (paslon) yang nantinya akan direkomendasikan Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri pada bulan Agustus mendatang,” terangnya.

Sahureka mengaku, ada biaya pendaftaran yang dikenakan kepada masing-masing bakal calon. Untuk bakal calon gubernur sebesar Rp 150 juta dan wakil gubernur Rp 75 juta. Namun bagi kader PDIP yang mendaftar mendapat potongan 25 persen. Biaya pendaftaran ini akan dialokasikan untuk rapat kerja cabang dan didampingi DPD. “Jadi sampai penetapan Agustus mendatang, sekitar minggu kedua. Jadi dana tersebut akan kita gunakan untuk sosialisasi bakal calon secara merata di 11 kabupaten/kota. Jika masih ada sisanya maka masuk pada kas sekretariat partai,” pungkasnya.

SIAP LAWAN PETAHANA
Sementara itu, seluruh bakal calon yang mengembalikan berkas berambisi untuk mendapat kesempatan melawan Said Assagaff selaku petahana. Salah satunya, Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu, Johozua Markus Yoltuwu. Dia juga berambisi melawan Assagaff.

Johozua adalah satu-satunya bakal calon yang mengambil dua formulir pendaftaran bakal calon. Yakni untuk posisi gubernur dan wakil gubernur Maluku. Akan tetapi, dirinya hanya mendaftar untuk bakal calon Gubernur Maluku. “Saya mengambil keputusan bersama tim saya untuk tetap ikut dalam prosesi pemilihan Maluku 1. Yang mana ini menjadi pergumulan kita untuk membangun Maluku, mulai dari setiap desa/negeri yang ada,” tekadnya.

Dikatakan, tanggung jawab besar yang telah dipercayakan pemerintah pusat sebagai Ditjen Pengembangan Daerah Tertentu, sekaligus merangkap Ditjen Daerah Tertinggal sesungguhnya telah mewakili perencanaan pembangunan seluruh pedesaan di wilayah Timur, yakni Maluku. Paling tidak, kata dia, ada unsur penting menjadi fokus pikiran dalam membangun masyarakat Maluku. “Saatnya menjawab nawacita pemerintah pusat untuk membangun Maluku mulai dari pinggiran dengan penguatan desa sebagai NKRI. Kita butuh waktu dan kebersamaan lintas sumber daya kita untuk melihat peluang kedepan membangun Maluku untuk kejayaan negeri. Kita butuh waktu dan kebersamaan lintas SDM melihat peluang kedepan membangun Maluku dari desa untuk kejayaan negeri,” terang Johozua.

Disinggung soal kriteria wakil, dia mengaku, masih proses awal. Akan tetapi proses survei untuk beberapa kandidat internal sementara dilakukan timnya. Namun jika PDIP berkenan memberikan kesempatan kepadanya, maka dia akan menyampaikan visi misinya yang sesuai denga visi misi PDIP. “Soal wakil kita inginkan siapa yang berpotensi dalam memberikan konstribusi untuk kepemimpinan Maluku kedepan. Dan ada beberapa nama yang belum bisa kita sebutkan dan kita sementara menggodok beberapa nama. Dan jika diperkenan, saya akan sampaikan visi misi saya,” pesannya.(ISL)

Most Popular

To Top