Kasus Gunung Botak Segera Ekspose – Ambon Ekspres
Berita Utama

Kasus Gunung Botak Segera Ekspose

Samy sapulette

AMEKS ONLINE,-Penanganan kasus dugaan gratifikasi penataan kawasan tambang Gunung Botak, Kabupaten Buru merupakn salah satu kasus yang menjadi target Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku untuk dituntaskan. Masalah rekening gendut milik Kepala Dinas ESDM Maluku, Martha M Nanlohy yang menampung kucuran dana PT Buana Pratama Sejahtera (BPS) senilai Rp 4,5 miliar ini dalam waktu yang tidak lama lagi tim penyelidik berencana untuk mengelar ekspose perkara untuk menentukan sikap langkah hukum selanjutnya. “Untuk kasus Gunung Botak saat ini dalam tahap penyelidikan. Dimana, tim penyelidik sementara merampungkan hasil penyelidikan untuk disampaikan kepada pimpinan Kejati Maluku untuk selanjutnya dilakukan ekspose atau gelar perkara dalam waktu dekat,” kata Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada Ambon Ekspres, Minggu, (26/5).

Menurutnya, ekspose atau gelar perkara yang nantinya dilakukan oleh tim penyelidik ini bertujuan untuk menentukan sikap hukum selanjutnya terkait penyelesaian penganan kasus tersebut. “Adapun kesimpulan hasil ekspose dapat berupa tiga alternative. Pertama ditutup atau dihentikan penyelidikanya karena tidak cukup bukti dengan catatan jika dikemudian hari ada bukti atau fakta dan data baru dapat dibuka kembali. Alternatif kedua adalah diperdalam penyelidikan dengan memperbahuri surat perintah penyelidikan guna memperpanjang waktu penyelidikan atau alternatif ketiga ditingkatkan ke tahap penyidikan,” jelas Samy.

Oleh karena itu, kata Samy, Kejati Maluku tetap bekerja secara profesional dan transparan. Apapun kasus yang menjadi tunggakan akan dituntaskan penyelesaian kasus tersbeut. “Diikuti saja kasusnya, tetap akan dituntaskan,” ujar Samy.

Sebelumnya, Kajati Maluku, Manumpak Pane kepada wartawan mengatakan, kasus dugaan gratifikasi Gunung Botak akan menjadi prioritas utama penuntasan kasus di tahun ini. Pane yang sebelumnya menjabat Wakajati Maluku ini menepis anggapan kalangan pegiat anti korupsi dan komponen masyarakat lainnya kalau kasus dugaan gratifikasi Gunung Botak mandek. “Kalau untuk Gunung Botak akan jadi prioritas kita juga. Akan segera jalan,” tegas Pane.

Sebelumnya, dalam proses penyelidikan pihak kejaksaan telah melayangkan panggilan kepada Direktur Utama PT BPS, Mintaria Loesiahari. Namun hingga kini dia tidak pernah nongol untuk memberikan keterangan ke Kejati Maluku. Kadis ESDM Maluku, Martha M Nanlohy juga telah menyerahkan dokumen kepada jaksa dan telah dikaji tim penyelidik.

Diantaranya dokumen lelang dan dokumen pertanggungjawaban penggunaan keuangan PT BPS. Martha mengaku, aliran dana yang masuk ke rekeningnya dari BPS sebesar Rp 4,5 miliar untuk biaya penataan lokasi tambang Gunung Botak bukan merupakan rekening pribadi melainkan rekening bersama.(NEL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!