Kembangkan Hawaian Maluku

by
Maestro Steel Guitar dan Legenda Musik Hawaiian Indonesia Bing Leiwakabessy memainkan sejumlah lagu ciptaannya pada acara bincang musik bertajuk "Bakudapa, Stori-stori dan Demo Musik", di Workshop Coffee Ambon, Maluku, Kamis (7/4) malam. Pada acara diskusi yang dihadiri puluhan musisi muda Maluku tersebut, Bing yang saat ini berusia 93 tahun, memperkenalkan seni bermain musik Hawaiian, serta memberikan tips memainkannya secara baik. ANTARA FOTO/Embong Salampessy/foc/16.

AMEKS ONLINE–Asiosiasi Hawaian Maluku terus berupaya melakukan pengembangan musik hawaian. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Asosiasi Hawaian Maluku, Arnold Hitipeuw, kepada wartawan di Ambon.

Menurut dia, pengembangan musik hawaian dirasa penting, karena musik hawaian merupakan icon musik Maluku. Karena musik tersebut merupakan salah satu musik tradisioanl asli Maluku, sehingga harus terus dikembangkan.
“Kalau tidak dikembangkan mSaka musik hawaian akan hilang di kalangan masyarakat,” akuinya.

Walau kadang saat ini, keberadaan musik hawaian ditengah masyarakat sering tidak dianggap. “Kadang hawaian tidak dipandang, makanya kita terus berupaya mengembangkan hawaian di Maluku,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya akan membentuk komunitas budaya hawaiaan Maluku, dimana telah terdapat 15 grup hawaian yang berada di Kota Ambon dan Saparua, Maluku Tengah (Malteng).

“Kami Berencana melakukan pelantikan komunitas hawaian yang akan dilakukan dalam waktu dekat, karena pembina oleh Gubenur Maluku, Wali Kota Ambon dan Maestro Hawaian Maluku Opa Bing Leiwakabessy dalam menjaga musik hawaian di kalangan masyarakat,” tandasnya. (PRO2)