Melihat Desain Kapal Nelayan Jawara Lomba Karya Siswa – Ambon Ekspres
Berita Utama

Melihat Desain Kapal Nelayan Jawara Lomba Karya Siswa

CEPAT DAN SEIMBANG: Dari kiri, Nur Hadi, Dionisius Arya, Silvi Arianti, dan Wafiq Alfina Oktafiana mencoba kapal wind ranger Senin (22/5) di kolam mini SMA Hang Tuah 5 Candi.

AMEKS ONLINE,-Kuning, Dua tim dari SMA Hang Tuah 5 Candi baru saja meraih prestasi membanggakan. Dua kapal yang diikutkan dalam lomba desain kapal nelayan se-Jatim mampu unjuk gigi. Bahkan, salah satunya meraih juara.

Laporan
MFIRMA ZUHDI AL FAUZI

NUR Hadi, guru pembimbing pembuatan miniatur kapal SMA Hang Tuah 5 Candi, beserta anak didiknya mengangkat miniatur kapal nelayan bernama wind ranger dari ruang guru. Itu adalah miniatur kapal nelayan. Kapal yang 10 Mei lalu menjadi juara dalam kompetisi desain kapal nelayan tingkat Jawa Timur di Universitas Hang Tuah Surabaya tersebut kemudian diceburkan ke kolam ikan di halaman sekolah.

Dia ingin menunjukkan bahwa kapal dari tripleks dan kayu buatan anak didiknya itu mampu mengapung dengan seimbang pada permukaan air. Selain itu, kapal tersebut bisa menahan beban berat. Untuk membuktikannya, dia memasukkan potongan paving dan batu bata ke dalam dek kapal. Ternyata benar, kapal tidak karam.

’’Keseimbangan dan kemampuan menahan beban itu yang jadi salah satu penilaian saat kompetisi,’’ ujar Nur Hadi Senin (22/5). Saat kompetisi, kapal buatan Dhimas Wahyu Ciputra, Sya’banan Noer Falaq, dan Thoriq Septian Firjatullah tersebut harus memiliki berat 4 kilogram. Tidak boleh kurang atau lebih.

Cara bertandingnya, ujung haluan kapal diikat dengan tali. Ujung tali itu diikatkan pada bandul. Saat bandul tersebut dijatuhkan dari atas tiang, kapal itu akan tertarik dan berjalan di atas air. ’’Itu untuk menjalankan kapalnya. Nah, kapal yang paling cepat melajunya yang menang,’’ jelas Hadi.

Jarak yang harus ditempuh kapal adalah 2 meter dengan tiga kali kesempatan. Pertama, melaju dengan menjatuhkan bandul seberat 0,2 kilogram. Kedua, dengan bandul 0,225 kilogram, dan terakhir dengan bandul seberat 0,25 kilogram.

Selain performa saat demonstrasi, kemampuan presentasi pembuatnya dinilai. Mereka harus pintar-pintar menjelaskan konsep kapal yang mereka buat di hadapan juri. ’’Kami presentasikan mulai dari nama kapal dan desain bagian-bagian pada kapal,’’ tutur Dhimas Wahyu Ciputra, ketua tim.

Kapal karya timnya itu memiliki panjang 0,8 meter, lebar lambung 30 sentimeter, tinggi bagian depan 15 sentimeter, dan tinggi bagian belakang 30 sentimeter. Ada pula tempat untuk awak kapal dan menampung hasil tangkapan ikan. ’’Kapal kami bernama wind ranger.Sebab, salah satu keunggulan desainnya bisa melawan angina, melaju bisa lebih cepat,’’ ungkap Dhimas. Rahasianya ialah desain bagian bawah yang agak melengkung. Bagian depan kapal juga dibuat lancip. Selain itu, tempat penampungan ikan berada di dek bagian depan.

Dhimas menuturkan, desain tersebut terinspirasi dari kapal-kapal nelayan Indonesia yang umumnya belum bisa menjangkau kawasan laut dalam. ’’Di situ kami mempunyai ide bagaimana jika membuat desain kapal yang simpel, aman, dan sangat mudah digunakan, khususnya untuk wilayah Indonesia,’’ ucapnya.

Selain kapal bikinan tim Dhimas, kapal buatan tim SMA Hang Tuah 5 lainnya yang bernama down ranger mendapat juara harapan kedua dalam kompetisi di Universitas Hang Tuah Surabaya. Kapal down ranger tersebut merupakan karya Dionisius Arya, Silvi Arianti, dan Wafiq Alfina Oktafiana.

’’Kapal kami kalah cepat dengan milik tim Dhimas, tapi kapal kami lebih seimbang,’’ ungkap Silvi. Bagian bawah down ranger dibuat tidak terlalu melengkung. Seluruh bagian bawah kapal juga didesain untuk menampung hasil tangkapan. Dengan demikian, beratnya merata. Walaupun panjangnya sama dengan milik tim Dhimas, tingginya berbeda. Kapal buatan Silvi dan timnya lebih pendek.

’’Kami ingin sempurnakan lagi, siap-siap ikut kompetisi yang lain,’’ katanya. Apalagi, hobi enam anak asal SMA Hang Tuah 5 Candi itu sama. Yakni, desain kapal. ’’Saya suka berimajinasi bikin desain-desain dan mesin kapal, lalu saya tuangkan dalam gambar di kertas,’’ sahut Arya. Dia pernah merancang konsep kapal dengan tambahan kafe dan tempat selfie di bagian depan. Namun, kapal tersebut juga bisa berkecepatan tinggi.

Melihat minat anak didiknya yang tinggi dengan dunia perkapalan, pihak sekolah berencana membuat ekstrakurikuler boat & robotic mulai tahun depan. Dengan begitu, kemampuan anak didiknya bisa diasah. ’’Ini baru lomba pertama kami terkait dengan kapal yang kami ikuti. Semoga bisa ikut kompetisi lainnya lagi,’’ kata Wafiq.(UZI/C20/PRI)

Most Popular

To Top