Bakal Ada Perombakan Birokrasi – Ambon Ekspres
Berita Utama

Bakal Ada Perombakan Birokrasi

FOTO/NET

AMEKS ONLINE, AMBON–Gubernur Maluku Said Assagaff memastikan, dalam waktu dekat akan ada perombakan birokrasi. Perombakan itu, setelah berakhirnya masa tugas sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkup Pemprov Maluku. “Mestinya hari ini (kemarin), kita lantik SKPD yang baru menggantikan beberapa SKPD yang sudah pensiun. Tapi SKnya belum ada,” kata Assagaff usai melaksanakan Safari Ramadhan, di Mesjid Raya Al Fatah Ambon, Kamis (1/6).

Menurut dia, pimpinan SKPD yang telah memasuki masa pensiun diantaranya, Kadis Nakertrans Maluku Ahdar Sopalatu dan Kasat Polisi Pamong Praja, Jusuf Puturulan. “SK-nya belum ada di meja saya. Saya juga akan segera cek ke sekda. Mungkin besok atau atau paling lambat hari Senin sudah bisa kita lantik untuk mengisi kekosongan jabatan pimpinan SKPD yang telah pensiun,” jelas dia.

Dikatakan, meski satu atau dua SKPD berakhir masa tugasnya di pemerintahan, namun berpengaruh pada kinerja birokrasi. “Biar hanya satu atau dua, tetapi itu berdampak pada seluruhnya. Makanya saya tidak mau berlama-lama. Kalau sudah pensiun, segera kita ganting dengan orang lain. Biar birokrasi itu tetap berjalan seperti biasanya. Paling lambat minggu depan, sudah bisa kita lantik dua SKPD itu,” terangnya.

TIDAK SAH
Sementara itu, penonaktifan jabatan Sekda Kota Tual yang hingga kini masih mengalami kekosongan pasca dinonaktifkan Walikota Tual, Adam Rahayaan, Assagaff menegaskan penonaktifan itu tidak sah. Dia mengaku, sekda merupakan jabatan karir sehingga tidak serta merta diganti begitu saja dengan alasan apapun.

Untuk mengganti seorang sekda, kata dia, harus melalui berbagai macam prosedur yang ada dalam aturan perundang-undang yang berlaku. “Saya pernah ketemu dengan Walikota Tual. Saya bilang, bukan caranya seperti itu. Jabatan sekda itu pangkat yang paling tinggi dan harus dihargai. Ini bukan jabatan politis, tapi ini jabatan karir. Tidak bisa begitu saja langsung di non job. Ada proses yang harus dilewati bersama,” tuturnya.

Assagaff menambahkan, dirinya yang menggantikan jabatan esalon dua dilingkup pemerintah provinsi saja harus melalui berbagai macam tahap. Karena hal itu telah diatur dalam aturan tertang Aparatur Sipil Negara (ASN). “Saya saja yang mau ganti pejabat esalon dua, harus bentuk panitia. Kemudian melakukan tes bagi mereka yang mau duduk. Tapi ini kan, tidak ada panitia dan langsung ganti begitu saja,” tandasnya.

Assagaff berharap, persoalan Sekot Tual bisa segera diselesaikan secepatnya, sehingga roda pemerintahan di Kota Tual, dapat berjalan sebagaimana mestinya. “Kalau dibilang bahwa suratnya sudah ada, maka saya minta surat yang dari Pemkot Tual segera berada di meja saya, sehingga persoalan Sekot Tual ini, bisa terselesaikan dengan cepat. Jabatan sekot itu, tidak perlu kosong berlama-lama. Akan kita selesaikan persoalan ini secepatnya,” pungkas dia.

Sebelumnya, Walikota Tual Adam Rahayaan mengatakan, memiliki alasan yang kuat untuk memberhentikan Sekretaris Kota (Sekot) Tual, Basri Aldy Bandjar dari jabatannya. Sementara itu, untuk diketahui, sampai saat ini, jabatan yang ditinggalkan Basri Aldy Bandjar itu, membuat pemerintahan kota Tual, berjalan tanpa Sekot.(AHA)

Most Popular

To Top