PKS Menimbang Assagaff – Ambon Ekspres
Berita Utama

PKS Menimbang Assagaff

SAFARI RAMADHAN: Gubernur Maluku Said Assagaff saat memberikan sambutan pada pelaksanaan Safari Ramadhan di Masjid Raya Al Fatah Ambon, Kamis (1/6).

Rekomendasi Pilgub 2018

AMEKS ONLINE, AMBON.– Memiliki enam kursi di DPRD Provinsi, membuat PKS masuk dalam jajaran partai besar di Maluku. Olehnya itu, bakal calon gubernur petahana, Said Assagaff mengincar PKS. Namun, PKS masih menimbang, sementara Assagaff optimis direkomendasi.

Tak hanya kursi signifikan, PKS juga memiliki kader yang militan bekerja untuk pasangan calon diusung. Ini dibuktikan pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku 2013, dengan memenangkan pasangan Said Assagaff-Zeth Sahuburua. Kala itu, Assagaff-Sahuburua diusung koalisi partai Golkar, PKS, PPP, PAN, Partai Pelopor, PNI Marhaenisme dan Partai Damai Sejahtera.

Sebagai partai pengusung, PKS mendukung dan mengawal kebijakan pemerintahan Assagaff. Namun, belakang disharmonisasi mulai mengemuka. Beberapa kebijakan Assagaff selaku gubernur, diprotes PKS. Hingga pada Pilwakot Ambon 2013, PKS memilih berseberangan dengan Assagaff dan mengusung Paulus Kastanya-Muhammad Armin Syarif Latuconsina.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (PKS) Maluku Azis Sangkala mengatakan, PKS memiliki catatan evaluasi terhadap Assagaff. Evaluasi ini, akan menjadi pertimbangan dalam penentuan pengusulan nama bakal calon ke DPP, selain pertimbangan lainnya.

Olehnya itu, Sangkala menegaskan, PKS tidak mengistimewakan Assagaff atau bakal calon lainnya. Ruang kompetisi disediakan seluasnya kepada semua bakal calon serius berporses. “Tidak ada yang disitimewakan untuk PKS. Baik itu petahana maupun figur yang lain. Semuanya punya peluang yang sama, asalkan mau berproses di partai. Itu yang diutamakan,”  ujar Sangkala kepada wartawan di rumah kopi Lela Baru,  Rabu (31/5).

Sangkala menjelaskan, dalam sejarah Pilkada Maluku, gubernur, bupati dan walikota, tidak selamanya PKS mengusung petahana. Antara lain, tidak mengusung Bupati Buru Ramly Umasugi, yang merupakan calon Bupati Buru petahana yang terpilih pada  Upada Pilkada 2017. Kemudian, pasangan Bupati dan Wakil Bupati petahana Maluku Tengah, Abua Tuasikal-Marlatu Leleury. “Perlu diingat bahwa PKS punya catatan sejarah. Tidak selamanya dalam pilkada  di Maluku, kami selalu mengusung petahana. Atau yang pernah kami usung lima tahun lalu, kemudian saat ini kembali didukung lagi, itu belum ada. Sehingga bisa saja untuk pilgub  2018, PKS tidak dengan petahana,”  tandasnya.

Ditanya soal peluang mengusung kader, mantan anggota DPRD Maluku Tengah itu mengaku, ruang diberikan kepada semua kader yang berkeinginan maju. Misalnya, mantan ketua DPW PKS dan wakil ketua DPRD Maluku sekarang, Said Mudzakir Assagaff yang mengaku, jika ditunjuk oleh partai, ia akan maju.

Tetapi lanjut Sangkala, PKS tidak akan memaksakan kehendak politik. Olehnya itu, hasil survei internal menjadi patokan bagi PKS untuk menentukan sikap politik. “Kalau memang ada putusan DPP untuk memajukan kader, tetap kita dorong. Namun, semua ini tidak terlepas dari survey internal guna mengukur elektabilitas kader. Kalau hasilnya rendah, kita tidak bisa munafikan itu dan harus diberikan kepada yang punya elektabilitas tinggi, meski  dia non kader,” pungkasnya.

OPTIMIS DIUSUNG
Sementara itu, Assagaff justru optimis diusung PKS. Alasannya,  hingga saat ini ia masih memiliki survei tertinggi daripada bakal calon gubernur lainnya. Dan sebagai partai besar, kata ketua DPD Partai Golkar Maluku itu, PKS akan berpatokan pada hasil survei sebagai rujukan penerbitan dan penetapan rekomendasi. “Saya sangat yakin.

Kalau partai-partai besar, itu kan lihat survei. Adakah survei yang jauh lebih tinggi dari saya ? Saya kira nggak ada. Kita jujur soal itu,” kata Assagaff kepada wartawan usai buka puasa bersama dengan pejabat dilingkup Pemprov Maluku, Wakil Walikota Ambon dan masyarakat di halaman Masjid Raya Al-Fatah, Kamis (1/6) malam.

Ketika ditanya mengenai Kakor Brimob, Murad Ismail yang juga berproses di PDI Perjuangan, Assagaff menanggapi santai. ”Silahkan. Nanti kita lihat siapa yang dapat (rekomendasi),” ungkapnya.

Dia juga mengaku, tidak berambisi merebut rekomendasi semua partai politik sehingga melawan kotak kosong. Meski, dia memiliki kemampuan untuk mengambil semuanya. “Kotak kosong ? Kalau saya janganlah. Karena visi misi saya kan membangun Maluku yang demokratis. Tetapi, kalau dengan kekuatan saya, saya bisa ambil, kenapa tidak,” pungkas dia.

Diberitakan Ambon Ekspres edisi, Jumat 19 Mei, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Maluku, Haeruddin Tuarita mengatakan, kemungkinan Assagaff akan mempertahankan koalisi lama yakni Golkar, PKS, PPP dan PAN. Tetapi ada kemungkinan mengambil parpol lain seperti, Demokrat, Gerindra PDIP dan PBB.

Dua parpol yang hampir pasti mengusung Assagaff, kata Haeruddin, adalah PPP dan PKS. Ini karena hubungan antara PPP dan PKS masih terjalin dengan baik dalam menjalan pemerintahannya sekira kurang lebih tiga tahun ini. “Sampai sekarang, masih langgeng, walaupun kemarin kita berebeda dengan PKS dalam penentuan sikap di Pilwakot Ambon. Di kota berbeda, tapi di pilgub, mungkin bersatu. Pak Bip (Said Assagaff) sangat menjaga hubungan baik dengan parpol pengusung dengan membangun komunikasi yang intens,” jelas Tuaritta.(WHB/AHA/TAB)

Most Popular

To Top