Walikota Larang Dirikan Bangunan di Tepi DAS – Ambon Ekspres
Amboina

Walikota Larang Dirikan Bangunan di Tepi DAS

Louhenapessy : Upaya Pemerintah Memberikan Jaminan Keselamatan

AMEKS ONLINE–Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dengan tegas mengatakan bahwa, saat ini pemerintah tidak memberikan ijin lagi untuk mendirikan bangunan di sepanjang bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) maupun di daerah perbukitan (lereng).

“Kami tidak akan lagi memberian ijin mendirikan bangunan di bantaran DAS maupun daerah perbukitan,” tegas Louhenepessy kepada Ambon Ekspres di Balai Kota Ambon, kemarin.
Orang nomor satu di Kota Ambon ini melanjutkan, aturan tersebut merupakan sebuah upaya pemerintah agar memberikan jaminan keamanan dan keselamatan terhadap masyarakat kota untuk terhindar dari ancaman bencana banjir, seperti yang terjadi tahun-tahun sebelumnya.

“Apa yang kami lakukan ini semata-mata untuk memberikan jaminan keselamatan bagi seluruh warga, makanya kami minta untuk tidak mendirikan bangunan di bantaran sungai, termasuk di daerah perbukitan,” jelasnya.
Kata Louhenapessy, bencana banjir maupun longsor tampaknya sudah menjadi langganan bagi Kota Ambon setiap musim hujan tiba. Olehnya itu, kami tidak menginginkan ada warga mendirikan bangunan di daerah rawan bencana.
“Belajar dari pengalaman, rumah yang sudah dibangun di daerah rawan seperti di bantaran sungai dan lereng terkena bencana longsor dan banjir, maka Pemkot tidak akan memberikan IMB bagi warga yang ingin mendirikan rumah di daerah rawan seperti itu,” tegasnya lagi.

Kedepan, kata Louhenapessy, pengawasan ketat akan dilakukan pemkot terhadap rumah-rumah yang dibangun di daerah rawan dan pemkot akan melakukan kajian sehingga kelemahan pemkot dalam mengawasi pembangunan rumah tanpa izin di daerah itu (rawan) menjadi perhartian serius.
“Intinya adalah semua warga tetap waspada karena ini sudah masuk musim hujan. Itu berarti, bencana banjir maupun longsor bisa datang kapan saja. Olehnya itu, seluruh warga harus waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai maupun lerang,” tutup Louhenapessy. (ZAL)

 

Most Popular

To Top