Kemiskinan dan Pengangguran Menurun – Ambon Ekspres
Berita Utama

Kemiskinan dan Pengangguran Menurun

Gubernur Maluku Ir Said Assagaff

AMEKS ONLINE, AMBON.-Pemprov Maluku terus berupaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara utuh diseluruh pelosok daerah ini.  Untuk mewujudkan itu, harus ada kerjasama dari semua stekholder bersama dengan pemerintah. Demikian disampaikan Gubernur Maluku Ir Said Assagaff kepada wartawan, kemarin.

Dikatakan, saat ini tingkat kemisikinan di Maluku pada September 2016 sudah mencapai 19,26 persen. Jumlah tersebut mengalami penurunan, jika dibandingkan pada September 2015 lalu yang mencapai 19,36 persen.
Hal yang sama juga terjadi pada tingkat pengangguran yang turun menjadi 7,05 persen pada Agustus  2016.

Sebelumnya tahun 2015 mencapai 9,93 persen. “Dari angka ini dapat diketahui bahwa, terjadi penurunan baik untuk tingkat kemiskinan maupun pengangguran di Maluku. Meski begitu,  pemerintah bersama dengan stekholder terkait akan terus berupaya untuk lebih menguranginya lagi ditahun-tahun yang akan datang,”  ujar Assagaff di Kantor DPRD Maluku, Jumat (2/6).

Sementara itu, dalam paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemprov Maluku tahun anggaran 2016-2017, Assagaff dalam sambutannya mengatakan, penyampaian LKPJ merupakan impelementasi dari amanat UU Nomor 23 tahun 2014  dan PP No 3 tahun  2017. Dikatakan, berdasarakan kesepakatan bersama dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) antara DPRD dan pemerintah daerah, diambil tema “Melanjutkan Peningkatan Daya Saing, Ekonomi  Daerah dan Sumber Daya Manusia yang didukung konektivitas antar wilayah di Maluku untuk mewujudkan Pemerataan Kesejahtreaan  Masyarakat  berbasis Kepulauan”.

Tema tersebut, kata dia, membingkai dan mewujudkan berbagai agenda pembangunan daerah, sekaligus memberi arahan bagi perioritas pembangunan tahun 2016. Prioritas itu meliputi reformasi birokrasi serta pemantapan demokrasi keamanaan, ketertiban dan kualitas  perdamaian. “Jadi dari tema ini, terdapat sembilan rancangan yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah. Diantaranya penangulangan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan dan pemerataan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat serta peningkatan infrastruktur dasar. Selanjutnya iklim, investasi dan pengembangan usaha serta ketahanan pangan. Juga optimalisasi penataan ruang, percepatan pembangunan kawasan perbatasan tertinggal, tedepan, terluar serta pengelolaan lingkungan hidup dan kawasan rawan bencana. Dan juga pengembangan kebudayaan kreatifitas dan inovasi teknologi,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, dalam rangka menjaga ketahanan pangan, pemerintah daerah telah berinisisasi penanganannya terutama untuk  daerah rawan pangan. Dan  pengembangan cadangan pangan daerah,  dan juga lumbung pangan pada tingkat desa dan pilot project pangan untuk keluarga miskin, hingga menunjang pemberdayaan para petani. “Untuk masalah pangan, lanjut dia, pemerintah sudah berinisasi untuk terus menjaga pengembangan pangan di Maluku kedepan dengan melakukan program pemberdayaan kepada para petani,”  tandasnya.

Dia menambahkan, sesuai peraturan daerah Nomor 23 tahun 2016 tentang perubahan APBD Maluku tahun 2016, maka ditetapkan besaran anggaran pendapatan sebesar Rp 2,74 triliun. Anggaran ini bersumber dari Pendapatan Asli Daerah  (PAD) sebesar Rp 600,78 miliar dan dana perimbangan sebesar Rp 2,04 triliun.

Sedangkan untuk belanja, ditetapkan sebesar Rp 2,79 triliun yang terdiri dari belanja langsung sebesar Rp 1,58 triliun. Dan belanja tidak langsung sebesar Rp 1,21 triliun . Total realisasi pada sisi belanja Pemprov Maluku tahun 2016-2016 sebesar Rp 2,57 triliun atau 91,96 persen.(WHB)

Most Popular

To Top