BEI Tingkatkan Tenaga Profesional Pasar Modal – Ambon Ekspres
Ekonomi

BEI Tingkatkan Tenaga Profesional Pasar Modal

Para calon kandidat dari Maluku mengikuti seleksi tertulis Capital Market Institute (TICMI) untuk mencari tenaga profesional pada sektor pasar modal, Sabtu (3/6).

AMEKS ONLINE, AMBON.-Pasar modal merupakan salah satu leading indikator perekonomian suatu negara.Dengan kata lain, berkembangnya pasar modal di suatu negara menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan
perekonomian di negara tersebut.
Sehingga, berkembangnya pasar modal akan mendorong kemajuan ekonomi negaranya.

Salah satu faktor yang mendasari mengapa jumlah investor maupun jumlah
cukup perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia belum karena ketersediaan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) maksimal,disebabkan modal masih terbatas.
“SDM yang memiliki kompetensi di bidang pasar modal masih terbatas. Keterbatasan jumlah SDM yang memiliki pemahaman dan pengetahuan di bidang pasar modal secara langsung mempengaruhi perkembangan pasar modal di Indonesia,” kata Mety Yusantiati (Direktur Utama TICMI), Sabtu(3/6).

Berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2016, baru sekitar 29,66 persen
penduduk Indonesia yang memiliki kategori wellliterate atau melek pengetahuan keuangan. Tingkat literasi
masyarakat Indonesia terhadap pasar modal dan utilitas produk pasar modal sendiri tercatat masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan 5 industri jasa keuangan lainnya di Indonesia yakni sekitar 4,4 persen persen.

Oleh sebab itu, kata dia, Self Regulatory organization (SRo) yang dimotori oleh PT Bursa Efek Indonesia memiliki target untuk menjadikan pasar modal Indonesia menjadi pasar modal yang terbaik minimal di kawasan ASEAN pada tahun 2020.

Selain harus masif melakukan sosialisasi dan edukasi melalui serangkaian program kepada masyarakat, pasar modal Indonesia juga dituntut harus memiliki tenaga profesional yang kompeten dan mampu menjawab tantangan di masa depan.
“Akan tetapi, sampai dengan saat ini jumlah tenaga profesional di industri pasar modal Indonesia yang memiliki kompetensi dan sesuai dengan kebutuhan bisnis pasar modal masih minim. Untuk itu penyiapan SDM yang memadai dan berkualitas sudah menjadi suatu program yang harus mendapatkan prioritas dari seluruh organisasi pelaku pasar modal Indonesia khususnya SRO yang memiliki fungsi sebagai regulator,” ujarnya.

Mempertimbangkan hal-hal tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku SRO kembali menyelenggarakan Capital Market Professional Development Program (CMPDP) pada tahun 2017.
“CMPDP memiliki tujuan jangka menengah dan panjang dengan cara mempersiapkan Talent Talent pasar modal yang akan menjawab tantangan dimasa depan dan membantu menggerakan industri pasar modal Indonesia pada cita-cita di atas. Proses
seleksi, rekrutment dan pengembangan cMPDP dilakukan secara terpusat oleh The Indonesia Capital Market Intitute (TICMI),” jelasnya.

Program CMPDP, sambungnya, pertama kali diluncurkan dalam pembukaan Investor summit and Capital Market Expo
2015 pada 9 November 2015 lalu. Program cMPDP tahun 2016 sukses menarik antusiasme para calon
profesional pasar modal terbukti dengan diikutinya seleksi awal oleh lebih dari 4.200 calon peserta dari seluruh Indonesia dan bahkan dari luar negeri.

Pada tahun 2017 pelamar cMPDP sekitar 4800 calon peserta. Setelah melalui proses seleksi administrasi, ini, jumlah 27 kota besar di lndonesia yakni Jakarta,
seleksi tertulis cMPDP akan dilaksanakan serentak di Batam, Riau, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Banda Aceh, Medan, Padang, Pangkalpinang, Balikpapan
Bengkulu, Lampung, Palembang, Jambi, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Makassar, Ambon, Kendari, Manokwari, Jayapura dan Manado.

Calon kandidat akan mengikuti proses tes
tertulis pada tanggal 3- 4 Juni 2017 dan bagi peserta yang lulus tes tertulis tersebut akan mengik serangkaian tes lainnya sampai dengan terpilihnya peserta terbaik yang akan mengikuti program
pengembangan dan 6 bulan on the job training. Nantinya setiap lulusan cMPDP akan ditempatkan untuk Regulatory organization (sRO) atau afiliasinya.

“Dengan semakin banyaknya ketersediaan tenaga profesional di sRO, diharapkan dapat semakin menumbuh kembangkan industri pasar modal dalam beberapa tahun mendatang. Sehingga mimpi pasar
modal Indonesia untuk menjadi yang paling besar di kawasan Asia Tenggara maupun Asia dapat terwujud di masa depan”, tutupnya. (IWU)

Most Popular

To Top