Anggota DPRD MBD Tersangka Korupsi – Ambon Ekspres
Berita Utama

Anggota DPRD MBD Tersangka Korupsi

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.–– Wakil Ketua DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Hemanus Oktovinasu Lekipiera resmi ditetapkan sebagai tersangka. Lekipiera diduga terlibat korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten MBD tahun 2009-2010 yang merugikan negara Rp 408.362.250 dari total dana Rp 4 miliar lebih.

Lekipiera yang adalah kader Partai Nasdem ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat pentatapan tersangka dengan Nomor: Print-036/s.1.13.9/Fd.1/05/2017. “Setelah melalui serangkain penyidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan alat bukti pendukung lainya termasuk hasil audit kerugian keuangan negara dari BPKP. Kini tim penyidik berdasarkan hasil ekspose yang digelar resmi menetapkan saudara Hermanus Oktovianus Lekipiera sebagai tersanagka. Jabatan sekarang sebagai anggota DPRD MBD,” ungkap Kepala Cabang (Kecab) Kejari Malra di Wonreli, Hendrik Sikteubun kepada wartawan di ruang pers Kantor Kejati Maluku, Senin (5/6).

Menurutnya, Lekipiera diduga terbukti melanggar pasal 2 dan pasal 3 serta pasal 8 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Dimana, akibat perbuatannya daerah atau negara mengalami kerugian keuangan negara sebesar Rp 408.362.250, sebagaiman tertuang dalam hasil audit BPKP Wilayah Maluku,” jelas Hendirk.

Hendrik menjelaskan, tersangka saat itu masih bertugas sebagai PNS di Disdikpora Kabupaten MBD. Saat peruntukan dana BOS di tahun 2009-2010 bagi 297 sekolah dari tingkat SD-SMP di Kabupaten MBD, tersangka bertindak sebagai manager dana BOS atau pengelola dana BOS. “Tahun 2009 jumlah siswa SD yang memperoleh dana BOS sebanyak 151 siswa dan SMP sebanyak 43 siswa, dengan anggaran sebesar Rp 1.969.000.000. Kemudian tahun 2010 jumlah penerima dana BOS untuk SD sebanyak 151 siswa dan SMP 52 siswa, dengan anggaran sebesar Rp 2.174.000.000. Ada sisa dana yang harusnya dikembalikan ke rekening penampungan Provinsi Maluku, tetapi tidak dilakukan. Dan ini diduga dinikmati oleh tersangka,” kata Hendrik.

Terhadap itu juga, lanjut Hendrik, pihaknya telah menyurati Gubernur Maluku melalui Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku untuk melakukan pemeirksaan terhadap Lekipiara  yang adalah Kader Partai Nasdem sebagai tersangka. “Untuk kepentingan penyidik dalam merampung berkas perkaranya. Maka, kita telah menyurati Gubernur Maluku melalui Kejati Maluku perihal permohonan perijinan untuk diperiksa sebagai tersangka karena tersangka saat ini masih aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten MBD,” akui Hendrik.

Dari informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, Hermanus Lekipiera adalah orang yang paling bertanggung jawab atas bantuan dana BOS tahun 2009-2010 senilai Rp 4 miliar lebih yang diperuntukan bagi 297 sekolah SD-SMP di MBD. Pasalnya, dana BOS tersebut dikelola langsung dirinya sendiri, yang saat itu menjabat sebagai salah satu pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten MBD. Dan dalam pertanggung jawaban anggaran terjadi perselisihan sebesar Rp 400 juta yang diduga dinikmati Lekipiera.
(NEL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!