Murad Tidak Diistimewakan – Ambon Ekspres
Berita Utama

Murad Tidak Diistimewakan

AMEKS ONLINE, AMBON.––Sebuah karangan bunga ucapan kepada bakal calon gubernur di depan sekretariat DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maluku. Karangan bunga itu datang dari Murad Ismail, yang juga bakal calon Gubernur Maluku. Krans ucapan itu dibawa oleh karyawan salah satu toko bunga di kota ini, Selasa (6/6) siang.

Manuver politik mengejutkan dan tak lazim dalam perekrutan calon kepala di parpol itu, dinilai sebagai bagian dari upaya Murad mendapatkan rekomendasi PKS. Tetapi PKS memberikan peluang yang sama untuk semua kandidat.

Tim penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, DPW PKS Maluku, Suhfi Majid mengatakan, PKS membuka pendaftaran, tanda PKS memberi peluang kepada semua kandidat untuk berproses sesuai mekanisme yang ada. ”PKS welcome kepada semua kandidat,” kata Suhfi kepada Ambon Ekspres, Selasa (6/6).

Bahwa ada kandidat yang yang berinovasi dalam membangun komunikasi politik, seperti Murad Ismail, kata Suhfi, tak harus ditafsir jauh. ”Kalau ada yang ingin mengirimkan krans (karangan bunga) ucapan serupa dari cagub atau cawagub lain seperti yang dilakukan Murad, dengan terbuka kami persilahkan,” jelas mantan angota DPRD Maluku itu.

Suhfi menilai, karangan bunga ucapan dari Murad Ismail kepada kandidat yang mendaftar di PKS, sebagai langkah inovasi dan persahabatan dalam pesta demokrasi. ‘’Bagi saya, itu langkah inovasi. Sepertinya Pak Murad ingin menciptakan situasi bersahabat dalam konstestasi pilkada saat ini,” paparnya.

Suhfi justru menyarankan agar bakal calon lainnya melakukan cara yang sama di semua partai politik yang membuka pendaftaran. “Akan menarik jika smeua kandidat melakukannya di semua partai. Situasi pilkada kita terasa bersahabat,” ungkapnya.
Olehnya itu, Suhfi memastikan, PKS tidak mengistimewakan Murad Ismail daripada kandidat calon gubernur dan wakil gubernur lainnya yang sudah mengambil formulir di PKS. Semua kandidat diberi peluang yang sama. “Semua kandidat diperlakukan sama oleh PKS. Semua mesti ikut mekanisme. Ada tahapan-tahapan lanjutan dalam proses di PKS. Sekarang baru pendaftaran,” jelas dia.

Dia juga mengaku, komunikasi sudah terbangun antara PKS dengan sejumlah bakal calon gubernur sebelum pendaftarn dibuka. Menurut dia, itu hal wajar dalam proses pilkada. “Pengurus PKS termasuk anggota Fraksi DPRD Maluku berkawan baik dengan banyak kandidat yang mendaftar saat ini. Jadi, jauh hari sebelum proses pendaftaran dibuka, komunikasi berjalan secara alamiah. PKS tidak membatasi diri. Sebagai parpol yang berhajat dengan pilkada menjadi penting bagi PKS untuk berkomunikasi dengan semua kandidat. Formal maupun non formal,” tukasnya.

Pengamat politik Universitas Darussalam (Unidar) Wara, Ali Roho Talohu menilai, pemberian karangan bunga menunjukkan kepercayaan diri Murad mendapatan rekomendasi PKS. “Itu pertanda pak Murad percaya diri dan memberikan pesan kepada para kandidat lain, bahwa PKS itu miliknya. Ini cara komunikasi politik yang santun, tapi syarat makna politis dan dinamika,” kata Ali saat dimintai tanggapan via seluler, Selasa (6/6).

Pesan khusus dari krans itu, menurut Ali, ditujukkan Murad kepada Said Assagaff bahwa dia bisa merebut dukungan PKS dari petahana bakal calon gubernur itu. Pada pilkada gubernur dan wakil gubernur 2013, PKS mengusung Said Assagaff dan Zeth Sahuburua. “Itu arahnya ke SA (Said Assagaff) bahwa PKS bisa didapatkan oleh kandidat lain, khususnya Murad. Tidak mutlak milik petahana,” jelas dia.
Meski begitu, menurut Ali, manuver Murad ini tidak ditelan mentah-mentah PKS. PKS akan menimbang dengan matang, apalagi ditengah kondisi politik yang selalu dinamis.

Di lain sisi, lanjut dia, Assagaff juga akan melakukan manuver dan kesempatan itu masih cukup terbuka. “Tidak membatasi peluang kandidat lain, karena politik itu dinamis. Masing-masing bakal calon punya kalkulasi dan target serta link partai di  pusat maupun daerah,” paparnya.
Khsuus untuk Assagaff dan Murad, dia memprediksi akan terjadi kompetisi yang ketat dalam rangka memperebutkan rekomendasi. Ini karena lingkaran mereka diisi oleh orang-orang yang memiliki talenta mendapatkan rekomendasi, yakni Abdullah Tuasikal untuk Assagaff dan Muhammad Armin Syarif alias Sam Latuconsina dibelakang Murad.

Tuasikal punya pengalaman yang tak terbantahkan. Dia berperan penting dalam suskesi perebutan rekomendasi mayoritas partai untuk pasangan Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah 2017 terpilih, Abua Tuasikal dan Marlatu Leleury. Sementara Sam, yang adalah mantan calon Wakil Walikota Ambon bersama Paulus Kastanya juga demikian. “Masih ada kesempatan, karena proses akhirnya di DPP. Assagaff dan Murad punya peluang sama. Dalam lingkaran tim mereka, punya talenta untuk mendapatkan rekomendasi parpol,” jelas dia.

Dikatakan, PKS akan menjadi rebutan. Pasalnya, partai ini memiliki 6 kursi DPRD Maluku dan memiliki basis pemilih yang selama ini dikenal militan dalam kerja-kerja politik. “Itulah magnet politik PKS, sehingga akan diincar oleh para kandidat,” tukas dia.
Untuk diketahui, sebanyak tiga bakal calon gubernur telah mengambil formulir pendaftaran di PKS, yakni Said Assagaff, Tagop Soulisa dan Julius Latumaerissa. Sedangkan balon wakil gubernur, baru Abdullah Vanath.(TAB)

Most Popular

To Top