Vonis Mantan Plt Direktur Poltek Bertambah – Ambon Ekspres
Berita Utama

Vonis Mantan Plt Direktur Poltek Bertambah

AMEKS ONLINE, AMBON.–Pengadilan Tinggi (PT) Ambon menghukum terdakwa Ferdinand Sekaroni dengan pidana penjara selama 4 tahun. Padahal, mantan pelaksana tugas Direktur Politeknik Negeri Ambon ini sebelumnya “hanya” divonis 2 tahun penjara oleh majelis hakim pengadilan Tipikor Ambon, 15 Maret 2017 lalu.

Sekaroni dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi atas perkara dana pengadaan lahan tahun 2010 senilai Rp 455 juta.  “Terdakwa dinilai terbukti melanggar pasal 2 jo 18 ayat 1 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ungkap Humas Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Herry Setibudi kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa (6/6).

Dia menjelaskan, dalam salinan putusan PT Ambon yang diterima, Senin (5/6), Sekaroni juga dipidana membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Selain itu, dia juga dibebankan membayar uang pengganti senilai Rp 150 juta dengan subsider 6 bulan kurungan. Putusan ini juga beda dengan uang pengganti yang dibebankan majelis hakim Pengailan Tipikor Ambon sebesar Rp 10 juta subsider 1 bulan kurungan penjara.
“Putusanya ditambah 2 tahun dan uang penggantinya yang sangat besar yakni dari Rp 10 juta menjadi Rp 150 juta lebih dengan subsider 6 bulan penjara,” jelas Herry.

Di tingkat Pengadilan Tipikor Ambon, majelis hakim yang diketuai Samsidar Nawawi dengan anggota RA Didi Ismiatun serta Bernard Panjaitan menghukum terdakwa membayar denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan. Selain itu, putusan hakim itu lebih ringan dari tuntutan JPU Rolly Manampiring yang sebelumnya meminta terdakwa dihukum selama 3 tahun penjara. JPU juga meminta terdakwa dihukum membayar denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan dan membayar uang pengganti sebesar Rp 150 juta.
Harta benda terdakwa akan disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Dan bila tidak mencukupi maka terdakwa akan dikenakan hukuman tambahan berupa kurungan selama satu tahun setelah ada keputusan hukum tetap.

Diketahui, Politeknik Negeri Ambon pada tahun anggaran 2010 mendapatkan alokasi dana senilai Rp 455 juta untuk pengadaan lahan bagi perluasan kampus di kawasan Desa Rumahtiga Ambon.

Terdakwa yang saat itu menjabat Plt Direktur ditunjuk Kemendikbud RI dengan surat keputusan sebagai kuasa pengguna anggaran dan membentuk panitia pengadaan tanah yang diketuai saksi Daniel Persunay pada 5 Oktober 2010. Pada 10 Oktober 2010, terdakwa memerintahkan saksi Marines Sugi untuk melakukan pengurusan akta pengikatan jual-beli di notaris dengan harga satuan Rp 175 ribu per meter persegi.

Setelah itu terdakwa juga menyuruh saksi Julianus Patty selaku PPK menerbitkan surat perintah pembayaran tetapi ditolak saksi karena tidak ada dokumen pendukung dalam proses tersebut. Akhirnya terdakwa memerintahkan saksi Cornelis Singkery membantu membuat administrasi pembayaran nomor 00244 tanggal 17 Desember 2010 untuk lahan seluas 2.600 meter persegi.

Kemudian tanggal 22 Desember 2010, terdakwa kembali menyuruh saksi Daniel Persunay dan Marines Sugi memanggil Elsye Parerung selaku pemilik lahan untuk dimintai uang Rp 75 juta guna keperluan terdakwa.(NEL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!