26 Tahun di Maluku, WNA Jepang Ditahan – Ambon Ekspres
Berita Utama

26 Tahun di Maluku, WNA Jepang Ditahan

Akira Morishita

AMEKS ONLINE, AMBON.––Kantor Imigrasi Kelas I Ambon menangkap seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Jepang. WNA ini melakukan pelanggaran pasal 78 ayat 33 Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian di Ambon, Selasa (6/6).

“Pemeriksaan keimigrasian terhadap warganegara Jepang yang bernama Akira Morishita, dilakukan pukul 11.00 WIT berawal dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku yang melakukan koordinasi ke kantor Imigrasi Ambon guna pemberian rekomendasi kepada Akira Morishita warga negara Jepang terkait keahliannya dibidang pengolahan ikan kayu,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Ambon, M Budi kepada koran ini diruang kerjannya, Kamis (8/6).

Dari data yang ada, kata dia, petugas seksi pengawasan melakukan pengecekan lapangan terhadap keberadaan pria 68 tahun tersebut. Informasi awal, Akira Morishita berada di Desa Asilulu, Kabupaten Maluku Tengah. Petugas kemudian bertemu dengan istrinya Nurlela R Nio yang sedang bekerja di pengolahan ikan kayu.

Dari hasil pertemuan bersama istrinya, diketahui bahwa Akira Morishita adalah suami sah Nuriela R Nio dan bertempat tinggal di Jalan Kesatria RT 002/RW 002, Kelurahan Amantelu Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Setelah dilakukan pemeriksaan keimigrasian, diperoleh keterangan bahwa paspor milik WNA tersebut disita Kantor Imigrasi Malang guna proses pemeriksaan terkait izin tinggalnya yang telah habis masa berlakunya (overstay) melebihi 60 hari. “Kita dapat info dari masyarakat juga, kemudian tim langsung melakukan pemeriksaan dan diketahui pelanggarannya adalah izin tinggal di Indonesia sudah habis masa berlaku,” tuturnya.
Tindakan sementara, kata Budi, WNA tersebut diamankan di Kantor Imigrasi Ambon dan masih di lakukan pemeriksaan. “Bila terbukti akan segera di deportasi ke negaranya,” terangnya.

Sementara, Akira Morishita yang ditemui koran ini mengaku, dia sudah 26 tahun berada di Ambon, Maluku. Namun, dirinya sempat kembali ke Jepang akibat kerusuhan sosial beberapa tahun lalu. Namun dia kembali lagi ke Ambon melalui Malang. Tapi paspornya ditahan karena izin tinggal di Indonesia sudah tidak berlaku.  “Karena paspor saya di tahan, saya kembali ke Ambon lagi,” ucapnya.

Akira juga mengaku, sebelum menikah selama di Maluku dirinya tidak tinggal menetap disatu tempat. “Saya sudah bolak balik Ambon 26 tahun dan pernah ke Pulau Buru dan Saumlaki untuk mengajar Bahasa Jepang, cara pengelolaan ikan dan buat obat-obatan,” kata dalam ruang detensi Kantor Imigrasi Kelaa I Ambon.(IWU)

Most Popular

To Top