Golkar Tidak Takut Jika Dibuka, Kita Daftar – Ambon Ekspres
Berita Utama

Golkar Tidak Takut Jika Dibuka, Kita Daftar

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.— Banyak spekulasi muncul dari sikap Partai Golkar yang menutup keran pendaftaran bakal calon gubernur. Dari tidak percaya diri hingga takut rekomendasi direbut calon lain dari Said Assagaff. Tetapi Golkar membantah.

eputusan Partai Golkar Maluku tidak membuka pendaftaran bakal calon gubernur diputuskan dalam rapat pleno Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar beberapa hari lalu. Didasari beberapa pertimbangan politisi.

Antara lain, kata pengurus DPD Partai Golkar Maluku, Haeruddin Tuaritta, karena Golkar sudah pasti mengusung Said Assagaff. Olehnya itu, Golkar mengunci peluang bagi kandidat bakal calon gubernur lainnya. “Sesuai hasil rapat pleno DPP Golkar Maluku, pendaftaran hanya dibuka untuk calon gubernur. Karena rekomendasi Golkar sudah pasti diberikan kepada pak Said Assagaff berdasarkan indikator-indikator yang ditetapkan,” kata Tuaritta kepada Ambon Ekspres, Rabu (7/6).

Keputusan itu, lanjut dia, berdasarkan survei yang menunjukkan bahwa Assagaff, bakal calon gubernur petahana itu masih kuat. Selain itu, juga merupakan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang menyebutkan, bahwa sebanyak 17 provinsi yang menyelenggarakan Pilkada 2017, rekomendasi diberikan kepada petahana, termasuk Said Assagaff.

Lebih lanjut, jelas dia, mekanisme ini juga tidak bertentangan dengan Petunjuk Pelaksana (Juklak) Nomor 06 Tahun 2016 tentang penetapan pasangan calon Gubernur, Bupati dan Walikota calon selama kriteria kader partai, memiliki survei tertinggi dan demi kepentingan partai ke depan dipenuhi. “Selain itu, Golkar juga tidak mau membohongi masyarakat dengan mencalonkan figur lain, bukan pak Assagaff yang selama ini diketahui bersama bahwa akan diusung oleh Golkar,” tandasnya.

Olehnya itu, dia menegaskan, peniadaan pendaftaran bagi calon gubernur, bukan penanda partai Golkar dan Assagaff takut rekomendasi diberikan kepada kandidat lain. Juga bukan karena bentuk ketidak percayaan diri untuk berkompetisi. “Golkar dan pak Assagaff tidak takut atau tidak percaya diri. Pak Assagaff dalam keadaan siap.

Justru kami siap, maka kami buka (pendaftaran) untuk cagub,” jelas dia lagi.
Disinggung soal wakil, dia mengaku, merupakan kewenangan partai dan kandidat, dalam hal ini Assagaff. Tetapi kewenangan lebih diberikan kepada Assagaff, karena dia yang akan membiayai kerja-kerja kemenangan pilkada, bukan biaya dari Golkar. “Karena yang merasakan dampak menang dan kalah secara langsung adalah kandidat. Dia yang membiayai. Tetapi, tentu ada koordinasi dengan DPP,” ujarnya.

Calon wakil gubernur yang akan dipilih Assagaff, juga tidak mutlak dari mereka yang mendaftar dan berproses di Golkar. ”Tidak mutlak ambil dari yang mendaftar di Golkar. Bisa ambil cawagub yang tidak mendaftar di Golkar,” tukas dia.

Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Maluku, Piet Manuputty menyampaikan alasan yang sama. Akan tetapi, dia menyatakan, keputusan rapat pleno DPD akan dikonsultasikan ke DPP. “Akan dikonsultasikan oleh Ketua DPD (Said Assagaff) ke DPP. Mungkin dalam minggu ini sudah ada hasilnya. Dan setelah itu baru kita membuka pendaftaran,” kata Manuputty.

Sementara itu, tim bakal calon gubernur dan wakil gubernur, Herman Adrian Koedoboen-Abdullah Vanath, Fajrin Rumalutur mengatakan, pasangan dengan akronim HEBAT itu akan mendaftar, jika Golkar membuka pendaftaran. ”Jika dibuka pendaftaran, kita tetap mendaftar dan berproses,” kata Fajrin.

Sebab, menurut dia, sekecil apapun kesempatan dan peluang dalam politik harus dimanfaatkan. “Hasilnya seperti apa, itu soal nanti,” tegas dia.(TAB)

Most Popular

To Top