Giliran Keluarga Pasien Diteror – Ambon Ekspres
Berita Utama

Giliran Keluarga Pasien Diteror

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.––Allen Risakota, pengunggah pertama video tindakan salah satu oknum perawat di RSUD dr Haulussy Ambon ke akun facebook, diteror. Dia diteror orang tak dikenal (OTK). Video ini menjadi viral dan langsung ditanggapi berbagai pihak, termasuk Gubernur Maluku, Ir Said Assagaff.

Paulina Tanasale (36), ibu dari Fransisco Imanuel mengatakan, Allen yang juga keponakannya itu, mendapat teror lewat komentar di akun facebook itu. ‘’Informasinnya, dia (Allen) dapat teror lewat komentar di media sosial maupun inbox oleh orang tidak dikenal. Namun setelah kita menerima informasi teror itu, saya coba lihat tapi ternyata ancaman itu sudah dihapus oleh orang yang meneror,” kata dia kepada wartawan di RS Bhakti Rahayu, Jumat (9/6).

Menurut dia, teror itu terkait video yang diunggah dan kini menjadi viral. “Dia diancam, akan dilaporkan ke polisi dan juga diminta hapus video, tetapi kita cari siapa yang ancam dan teror lewat komentar dan inbox itu, ternyata sudah tidak ada. Tapi ada beberapa teman-teman yang mengatakan ada ancaman itu, tetapi kemudian sudah dihapus,” jelas dia.

Dia menegaskan, pihaknya tidak akan gentar menghadapi teror yang dilakukan OTK terhadap Allen. ‘’Memang Allen diteror terkait video itu. Tapi tidak jadi masalah. Memang itulah tindakan mereka. Bayangkan, kami duduk berjam-jam, tanpa ada pelayanan. Kemudian kita sudah selesaikan administrasi tetapi juga tidak ada yang menemui kami untuk mengantar kami ke kamar. Apakah itu yang disebut pelayanan yang bagus ?” kata dia.

Menurut Paulina, akibat tindakan oknum perawat yang mencabut infus, membuat Fransisco trauma. Dia trauma ketika melihat suster maupun orang yang menggunakan baju putih saat menghampiri dirinya. “Sampai saat ini, dia (Noel), masih takut dan menangis ketika melihat orang dengan baju putih datang. Makanya saya sudah sampaikan kepada pihak rumah sakit disini (RS Bhakti Rahayu), agar mohon pengertian untuk tidak menemui kami dengan pakai seragam,” jelas dia.

Dikatakan, kondisi anaknya kini semakin membaik pasca mendapat perawatan di RS Bhakti Rahayu sejak Kamis (8/6). “Kondisi kesehatannya sudah mengalami perubahan bila dibandingkan sebelumnya. Tapi anak saya masih trauma akibat tindakan suster di RSUD itu,” bebernya.

Tanasale menambahkan, pihaknya tetap akan terus mempersoalkan tindakan sejumlah tenaga medis terhadap anaknya. Hal itu, untuk memberikan efek jera kepada oknum perawat termasuk pihak RSUD  dalam memberikan pelayanan  yang baik kepada masyarakat. “Saya tetap tuntut suster itu, karena tindakan dia, anak saya mengalami trauma dan sering menangis bahkan sampai histeris ketika melihat orang yang menggunakan baju putih. Cukup yang alami kami. Jangan lagi ada masyarakat lain mengalami hal yang sama akibat dari pelayanan yang buruk di RSUD itu,” tegas dia.

Terpisah, Wakil Ketua DPD KNPI Maluku, Hamdza Nurlily mengaku, sangat menyesali tindakan tindakan pengusiran dan pencabutan infus dari balita malang yang dilakukan oknum tenaga medis tersebut. “Apapun alasannya, tidak diperkenangkan adanya tindakan seperti itu. Apalagi pasiennya merupakan seorang bayi. Pelayanan yang dianggap buruk itu, bukan baru pertama kali terjadi melainkan sudah sering terjadi. Mestinya sebagai pelayan masyarakat tidak perlu melakukan tindakan yang sekasar itu,” kata dia, kepada koran ini, terpisah.

Selaku pimpinan DPD KNPI Maluku, dirinya meminta Gubernur Maluku Said Assagaff untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Direktur RSUD dr Haulussy Ambon, dr Justini Pawa karena diduga tidak mendukung visi-misi pemerintah provinsi, yakni menyehatkan masyarakat Maluku. “Kami berharap dengan insiden yang menimpah bayi Noel itu, bisa menjadi bahan evaluasi pak gubernur untuk pihak RSUD, karena kami menduga dirut dan jajarannya tidak mendukung program pak gubernur dalam meningkatkan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat. Inilah salah satu buktinya,” tegas dia.

NILAI RSUD BANDEL

DPRD Maluku akan memanggil Direktur RSUD Haulussy, Justini Pawa. Pemanggilan terkait masalah pelayanan di rumah sakit itu yang tak kunjung dibenahi termasuk minimnya ketersedian alat-alat kesehatan. “Setelah kembali melakukan pengawasan dari Maluku Tenggara, kita akan memanggil Dirut RSUD dihari untuk dilakukan pertemuan. Kenapa sampai terjadi seperti itu, pasien tidak dilayani. Inikan masalah,” ujar Wakil Ketua Komisi D DPRD Maluku Jhon Rahantoknam kepada Ambon Ekspres, Jumat (9/6).

Persoalan pelayanan di RSUD Haulussy, kata dia, bukan baru pertama kali dikeluhkan masyarakat. Namun, upaya pembenahan tidak pernah dilakukan. Komisi juga sudah berulang kali meminta penjelasan, tetap saja tidak pernah berubah.

Padahal, kata dia, RSUD merupakan rumah sakit rujukan untuk 11 kabupaten/kota di Maluku. Harusnya mampu memberikan yang terbaik. “Kita sudah berkali-kali bicarakan ini dengan pihak rumah sakit. Mereka hanya menyampaikan akan melakukan pembenahan, tetapi sampai saat ini tidak ada perubahan  sama-sekali. Malah menjadi buruk. Masyarakat butuh pelayanan yang baik. Bukan dibiarkan begitu saja,” katanya.

Politisi PDIP ini menegaskan, komisi D sudah melakukan tinjauan langsung ke RSUD saat melakukan pengawasan beberapa waktu lalu. Namun dalam pengawasan itu komisi mendapatkan banyak keluhan dari masing-masing kepala ruangan untuk masalah fasilitas. “Di rumah sakit ini selain pelayanan, masih banyak juga persoalan fasilitas bagian ruangan yang belum lengkap. Tentu ini mempengaruhi kenyamanan pasien selama dirawat. Dan ini harus diperhatikan, baik pemerintah provinsi maupun pihak rumah sakit. Tidak bisa dibiarkan begitu saja,” tandasnya.

Sekretaris Komisi D Temmy Uresepuny  menambahkan, apa yang dilakukan pihak rumah sakit dengan tidak melayani pasien secara baik itu masalah. Wajar jika masyarakat terus mengeluhkan sistim  pelayanan di rumah sakit itu. Sebagai rumah sakit terbesar di Maluku harus mampu memberikan pelayanan yang baik lebih dari rumah sakit lain di Kota Ambon. Namun jika tidak, perlu dipertanyakan, apa penyebabnya sehingga pelayanan tidak pernah berubah.(WHB/AHA)

Most Popular

To Top