Longsor “Kepung” Ambon – Ambon Ekspres
Berita Utama

Longsor “Kepung” Ambon

LONGSOR: Rumah yang tertimbun longsor di Kelurahan Karang Panjang.

BPBD : 74 Titik di 5 Kecamatan

AMEKS ONLINE, AMBON.––Hujan deras yang mengguyur Kota Ambon mulai berdampak pada terjadinya bencana. Longsor dan banjir mulai dirasakan warga.

Kejadian longsor telah menim-        bulkan korban jiwa. Korban             diketahui bernama Ny Vonny Leiwakabessy/Tapilattu (50). Selain korban jiwa, harta benda milik warga kota juga menjadi korban. Bahkan banyak warga yang kini menyandang status sebagai pengungsi.

Tercatat hingga pukul 14.35 Wit Jumat (9/6) kemarin, Badan Pananggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon menerima laporan bencana longsor mencapai 74 titik. Titik longsor terbagi di 5 kecamatan.
Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon sekira pukul 17.30 WIT juga telah mengeluarkan peringatan dini (early warning) terkait kondisi cuaca ekstrim di ibukota Provinsi Maluku. Disebutkan bahwa Pulau Ambon berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Kondisi ini disebabkan adanya tekanan rendah di wilayah perairan Filipina, serta sirkulasi tertutup di wilayah Papua. Hal ini berdampak terhadap peluang terbentuknya pumpunan angin (konvergensi) serta pembelokan massa udara (shearline) pada wilayah Maluku. Kondisi ini juga berdampak terhadap pertumbuhan awan-awan hujan pada wilayah Maluku yang cukup aktif dan berpotensi terjadi longsor.

Akan tetapi, selang beberapa jam kemudian jumlah bencana longsor terus bertambah. Wargapun banyak yang datang melaporkan untuk meminta bantuan tanggap darurat seperti terpal dan karung serta bantuan lainnya. Bahkan adapun yang datang untuk meminta terpal, guna mengantisipasi longsor jika terjadi hujan susulan. “Jumlah titik longsor sampai hari ini (kemarin) pukul 14.35 Wit, mencapai 74 titik yang menyebar di lima kecamatan.

Termasuk longsor yang menyebabkan 1 warga Skip Gang Naga tewas. Tetapi dari 74 titik ini, tidak seluruhnya longsor. Ada beberapa yang hampir longsor tetapi kita kasih terpal. Dan untuk penanganan dari pemerintah kota lewat BPBD masih bersifat tanggap darurat,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logstik BPBD Kota Ambon, Abdullah Jabar Raharusun di kantor BPBD Karpan Ambon, Jumat (9/6).

Diakuinya, BPBD Kota Ambon masih tetap melakukan pantauan 24 jam selama musim penghujan 2 minggu terakhir. Tetapi untuk pembentukan posko bencana di masing-masing kecamatan, kata dia, belum dilakukan. Hanya posko bencana 24 jam sementara di kantor BPBD Karpan. “Posko bencana untuk masing-masing kecamatan belum ada. Itu harus dilihat dari dampak bencana dulu. Kebetulan pak wali dan Kepala BPBD sementara ke luar daerah (Jakarta). Setelah kembali baru kita akan lapor baru ditindaklanjuti. Dan jika kondisi longsor merata di lima kecamatan baru kita buat posko bencana di masing-masing kecamatan,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini bantuan tanggap darurat yang diberikan tergantung permintaan atau kondisi di lapangan. Berupa terpal, sekop, karung, gerobak dan sebagainya. “Bantuan tanggap darurat, tergantung kondisi lapangan. Jika material banyak butuh gerobak terpal sekop dan sebagainya, maka akan kita berikan. Kita sesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan,” pungkasnya.

Prev1 of 2

Most Popular

To Top