Konflik Marawi, Militer Amerika Beri Bantuan Teknis – Ambon Ekspres
Internasional

Konflik Marawi, Militer Amerika Beri Bantuan Teknis

Militer Filipina saat baku tembak dengan kelompok Maute di Marawi. (Romeo Ranoco/Reuters)

AMEKS ONLINE, MARAWI – Pasukan militer Amerika memberikan bantuan teknis kepada Filipina untuk mengakhiri pertempuran di kota Marawi selatan dengan militan yang bersekutu dengan ISIS, kata militer Filipina, Sabtu (9/6).

Serangan yang dilakukan di Marawi oleh militan dari berbagai negara termasuk ISIS telah memicu kekhawatiran bahwa kelompok radikal tersebut mendapat kedudukan di Asia Tenggara.

Sebelumnya juru bicara kedutaan A.S. di Manila mengatakan kepada Reuters bahwa, atas permintaan pemerintah Filipina, pasukan operasi khusus membantu membebaskan kota tersebut yang sebagian telah diduduki oleh ratusan militan sejak 23 Mei.

Juru bicara militer Letnan Kolonel Jo-Ar Herrera mengkonfirmasi bantuan A.S dalam sebuah konferensi pers bahwa pasuka AS turut dalam pertempuran. “Mereka tidak ikut berperang, mereka hanya memberikan dukungan teknis,” katanya.

Sebuah pesawat pengintai Orion P3 A.S terlihat melintasi kota Marawi pada hari Jumat, menurut laporan media setempat.

Sampai saat ini belum ada konfirmasi bahwa Pemerintah Filipina meminta dukungan A.S dalam pertarungan ke Marawi .

Bantuan tersebut datang setelah sebelumnya Filpina mengalami ketegangan dengan AS yang dipicu oleh keinginan Presiden Filipina Rodrigo Duterte terhadap Amerika untuk mengusir pasukan A.S. ke luar negaranya.

Amerika diketahui mengerahkan tentara pasukan khusus ke Mindanao pada tahun 2002 untuk melatih dan memberi saran kepada unit-unit Filipina untuk memerangi gerilyawan Abu Sayyaf dalam sebuah program yang pernah melibatkan 1.200 orang Amerika.

Amerika Serikat dan Filipina telah menjadi sekutu selama beberapa dekade. Hubungan antara kedua negara ini memberi celah Amerika pijakan strategis di Asia Tenggara, sekaligus melindungi Filipina dari serangan Tiongkok di wilayah tersebut.

Akan tetapi Duterte secara keras menolak aliansi tersebut. Presiden Filipina itu menganggap pasukan militer AS sebagai penghalang kerjasama bersama Tiongkok.

(mia/pojoksatu)

Click to comment

Most Popular

To Top