Pemuda Diajak Perangi Radikalisme – Ambon Ekspres
Berita Utama

Pemuda Diajak Perangi Radikalisme

Mayjen TNI Doni Monardo, Pangdam XVI/Pattimura

AMEKS ONLINE, AMBON.–– Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Doni Monardo mengajak seluruh elemen pemuda di Maluku, untuk memerangi segala bentuk ancaman dan radikalisme yang mengancam kehidupan perdamaian dan keamanan di daerah ini. “Keamanan di Maluku, menjadi tanggungjawab kita bersama. Kita jaga situasi dan kondisi keamanan. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam memerangi ancaman dan pengaruh radikalisme di daerah ini,” kata Monardo saat memberikan sambutannya kegiatan buka puasa bersama dengan masyarakat Pelauw, Sabtu (10/6).

Menurut dia, ancaman radikalisme dan ISIS, yang terjadi di berbagai penjuru dunia, termasuk Filipina yang dekat dengan Maluku dan Maluku Utara, menjadi perhatian pemerintah Indonesia saat ini. Aparat keamanan baik TNI/Polri yang dibantu masyarakat, juga terus berupaya dalam menjaga situasi dan kondisi yang ada. “Marilah kita sama-sama dan tetap menjaga keamanan dan keteriban masyarakat kita di wilayah atau lingkungan masing-masing, sehingga segala bentuk, tindakan maupun ancaman serta yang dapat merusak sendiri kehidupan kita bisa dicegah,” jelas dia.

Bukan saja keamanan dan mencegah pengaruh dari tindakan radikalisme, kata dia, namun masyarakat juga harus mampu menciptakan rasa toleransi dan silaturahmi. “Untuk seluruh masyarakat, terkhusus untuk masyarakat Pelauw yang terkenal sebagian besar muslim semua dengan ini, saya harapkan agar masyarakat untuk tetap tetap menjaga hubungan silaturahmi, saling memaafkan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama,” terangnya.

Lebih lanjut, kata Doni, pemuda mestinya yang menjadi garda terdepan sebagai pelopor perdamaian bagi negeri seribu pulau ini. ‘’Pemuda Maluku termasuk pemuda Pelauw harus menjadi pelopor perdamaian. Jangan sampai ada dendam di antara sesama masyarakat. Ciptakan pemuda-pemuda yang tangguh dan cerdas untuk menyongsong kehidupan kedepan yang semakin menantang ini,” pesannya.

Sementara itu, Sekjen DPP Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Pelauw (IPPMAP), Mohammad Syarif Tuasikal mengatakan, pemuda dan masyarakat Pelauw menjadi garda terdepan dalam membantu aparat keamanan, untuk memerangi segala bentuk tindakan maupun ancaman radikalisme di Maluku. “Disela-sela bukan puasa bersama itulah, kami (IPPMAP), menyampaikan menjadi embrio bagi pemuda Maluku dalam membatu TNI dan Polri, terutama untuk perangi, segala bentuk, tindakan, ancaman dan pengaruh dari radikalisme, maupun hal yang yang bertentangan dengan Pancasila di Maluku,” tegas dia.

Menurut dia, langkah dan tindakan yang dilakukan itu, sebagai wujud dalam menjaga dan memelihara kerukunan antar umat beragama di Maluku. “Kita tidak mau Maluku dirusaki oleh oknum-oknum maupun orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Keamanan dan kedamaian segalanya bagi kami,” tandasnya.

Ustad Arsal Rizal Tuasikal menambahkan, tugas keamanan, bukan menjadi tugas dari aparat keamanan semata, melainkan tugas dari seluruh element masyarakat, termasuk pemuda yang ada di Maluku. Karena aparat tanpa masyarakat, maka tidak akan ada kedamaian sejati. “Orang-orang yang beriman itu, menjadikan diri sebagai pemberi kedamaian dan keamanan bagi orang lain. Dengan berkasih sayang di antara sesama manusia dapat membuat kita saling melindungi walaupun berbeda agama sekalipun,” kata dia, saat memberikan tausiah'(AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!