Apa Kabar Tiga Tersangka Keserasian ? – Ambon Ekspres
Berita Utama

Apa Kabar Tiga Tersangka Keserasian ?

AMEKS ONLINE, AMBON.–Pengusutan dugaan korupsi terhadap dana keserasian tahun anggaran 2006 senilai Rp 35 miliar yang sementara ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku terindikasi mulai kabur. Kendati tim jaksa yang menangani kasus tersebut telah menemunkan bukti-bukti kuat serta tersangkanya, namun akhir-akhir ini kasus itu mulai didiamkan pihak kejaksaan.

Dimana, dalam kasus ini masih ada tiga tersangka sisa yang belum dimintai pertanggungjawaban di persidangan. Mereka adalah Direktur CV Riayaya Thobyhend Sahureka, Ny Ongels Elisabeth dari CV Trijaya Lestari dan Direktur PT Beringin Dua, Andreas Intan.
Ketua GMP FKPPI Maluku, Hamzah Nurlili mengatakan, kurangnya transparansi tim jaksa akan memunculkan interpretasi yang beragam di masyarakat. Salah satu yang bakal mengemuka adalah tim jaksa dinilai sudah bermain dalam kasus ini. “Kami tidak mau kasus ini berakhir sama dengan sejumlah kasus korupsi yang sudah ditangani kejaksaan. Kasus ini menyangkut dana kemanusiaan yang merupakan hak para pengungsi yang harus menjadi perhatian serius,” kata Nurlili.

Dia menegaskan kepada Kejati Maluku untuk segera menuntaskan kasus ini dan berkas perkara milik Sahureka cs ini dapat dimintai pertanggungjawaban hukumnya di depan persidangan. “Sebab saya melihat ada gejala tidak konsistennya tim Kejati dalam penanganan kasus ini. Itu menujukan Kejati Maluku dibawa pimpinan Manumpak Pane, tidak iklas bekerja untuk rakyat dalam menjalankan supremasi hukum,” ujarnya.

Hal senda disampaikan Sekertaris Cabang IMM Kota Ambon, Dharman Wanci. Menurutnya, progres kasus ini sangat ditunggu publik. Sebab kasus ini terbilang lama mengendap di tangan jaksa penyidik Kejati Maluku tanpa ada kepastian hukum. “Kalau seperti ini akan berdampak pada penilaian publik yang diduga kejati sekarang bekerja dibawah tekanan atau telah ada upaya penyelesaian kasus lewat kompromi politik. Ini yang kami takutkan,” kata Wanci.

Oleh karena itu, kata dia, Kejati Maluku harus menunjukan kegigihanya dalam memberantas korupsi dengan mempercepat proses hukum terhadap dana keserasian untuk tiga berkas tersangka lainya. “Kami harap jaksa tidak mendiamkan berkas tiga tersangka sisa dan secepatnya dapat dituntaskan melalui persidangan. Karena mengingat tersangka lainya sudah diadili dan telah menjalani hukuman. Bahkan ada yang sudah bebas menjalai hukuman,” tandas Wanci.

Menanggapi itu, Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette yang dikonfirmasi berulang-ulang kali terlihat acuh untuk menjawab pertanyaan soal penganan kasus tersebut dengan alasan harus berkoordinasi dengan kasi penyidikan. “Kalau itu perkara lama dan tunggu saya koordinasi dulu di kasidik,” jawan Samy.(NEL)

Most Popular

To Top