Waspadai Banjir dan Longsor di Kota Ambon – Ambon Ekspres
Berita Utama

Waspadai Banjir dan Longsor di Kota Ambon

Titik Longsor Di Ambon

AMEKS ONLINE, AMBON.––Hujan deras dengan intensitas tinggi masih terjadi di Kota Ambon. Akibatnya, beberapa lokasi terendam banjir dan terjadi longsor. Sejumlah warga juga terpaksa harus menjadi pengungsi.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ambon menyebutkan, bencana banjir  dan longsor terjadi di seluruh kecamatan yang ada di Kota Ambon. Tercatat sejak Mei hingga 12 Juni 2017, bencana longsor mencapai 219 titik yang tersebar di 4 kecamatan. Upaya untuk membantu para korban juga terus dilakukan tim gabungan.

BPBD Kota Ambon juga telah melakukan bantuan siaga darurat kepada sejumlah kawasan di Kota Ambon. Bantuan berupa terpal dan karung untuk upaya pencegahan juga telah didistribusikan. Hingga kemarin, sebanyak  274 terpal dan 1.195 lembar karung sudah dibagikan.

Kabid Kedaruratan dan Logstik BPBD Kota Ambon, Abdullah Jabar Raharusun mengatakan, bantuan pencegahan bencana telah diberikan setiap ada terjadi bencana maupun upaya mengantisipasi bencana. “Kami baru menerima tambahan terpal 50 buah. Dan dengan kondisi longsor yang terjadi ini, masih bersifat siaga darurat. Dan belum ada penetapan tanggap darurat. Karena jika sudah dikatakan tanggap darurat, perlu ada kajian yang disampaikan kepada walikota, baru bisa ditetapkan,” tandas Raharusun di BPBD Karpan Ambon, Senin (12/6).

Dirinya menghimbau, agar masyarakat tetap waspada terhadap banjir dan longsor jika Kota Ambon diguyur hujan. Karena sesuai peringatan dini yang disampaikan BMKG Pattimura Ambon, bahwa kondisi Pulau Ambon sampai 14 Juni 2017 masih dalam kondisi berawan dan hujan lebat. “Kita harapkan masyarakat Kota Ambon tetap siaga. Jangan lengah dan tertidur saat hujan deras. Karena kondisi curah hujan masih cukup tinggi. Nanti setelah kondisi sudah berubah atau sudah panas, baru kita akan mulai melakukan perbaikan-perbaikan guna mengantisipasi bencana longsor maupun banjir,” pesannya.

Prakirawan BMKG Pattimura Ambon, Jenly Uspessy mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini (early warning) terkait kondisi cuaca ekstrim di daerah ini. Diperkirakan 3 hari kedepan Oulau Ambon akan berada pada kondisi berawan dengan intensitas hujan lebat.

Menurutnya, kondisi curah hujan tersebut diakibatkan adanya badai tropis Merbok (998 hPa) di utara Filipina. Serta sirkulasi tertutup atau disebut Eddy di sekitar Selat Karimata. Kondisi ini berdampak terhadap peluang terbentuknya pumpunan angin atau konvergensi dan pembelokan massa udara atau shearline pada wilayah Maluku dikisaran antara 80 persen sampai 100 persen. “Kondisi ini mengindikasikan penambahan suplai uap air menjadi cukup signifikan pada wilayah Maluku untuk beberapa hari ke depan. Dan kondisi ini berdampak terhadap pertumbuhan awan-awan hujan pada wilayah Maluku yang cukup aktif,” ulasnya.

TALUD 42 METER PATAH
Sementara itu, kemarin terjadi longsor di sejumlah kawasan. Diantaranya di Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon, Skip, Batumerah dan Hative Kecil di Kecamatan Sirimau.  Selain itu banjir juga merendam sejumlah kawasan yang ada di Kota Ambon. Diantaranya di Batumerah, Waiheru dan Passo.

Yang terparah berdasarkan informasi Koran ini terjadi di Skip RT 001,RW 06 Kelurahan Karang Panjang. Intensitas hujan yang terjadi selama beberapa minghu ini, mengakibatkan talud dengan panjang 42 meter yang berada dibadan gunung sebagai penahan bangunan rumah penduduk, patah dan terlepas dari badan gunung akibat tanah penyangah terkikis air hujan.

Informasi yang dihimpun Ambon Ekspres dil lokasi tersebut, akibat longsor talud yang terlepas dari badan gunung mengancam keberadaan 6 rumah keluarga, yakni Keluarga Donny Titiheru, Keluarga Herry Siahaya, Keluarga Frederik Manuputty, Keluarga Roy Tuhumury, Keluarga Tony Birahy, Keluarga Max Luhulima. Menurut salah satu anggota keluarga korban longsor yang berada di lokasi tersebut, Kathleen Jeanwr Manuputty, longsor mengakibatka talud terlepas terjadi sekitar pukul 06.00 WIT. “Karena hujan terus menerus, tanah terkikis sehingga talud terlepas dari badan gunung. Kejadiannya sekitar pukul 06.00 WIT,” katanya kepada koran ini.

Dia juga mengatakan, akibat talud yang terlepas rumah miliknya dan keluarga lain terancam rubuh. Karena saat ini rumah mereka hanya berada diatas tanah merah tanpa penyangah talud. “Karena keadaan begitu kami semua diungsikan ke rumah kerabat terdekat. Menjaga jangan sampai kondisi tanah yang dalam kondisi basah dan mudah hancur ditambah lagi tidak ada penyangah talud, bisa mengakibatkan rumah kami longsor,” tuturnya.

Pantauan di lokasi longsor, anggota Satpol PP bersama TNI dengan peralatan seadanya, sementara berusaha menghancurkan talud agar bisa terlepas dari tanah. Akibatnya Jalan raya disekitar kawasan longsor semua akses kendaraan sampai pejalan kaki ditutup. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi jangann sampai talud jatuh ke jalan raya bisa mengenai masyarakat atau kendaraan.

Walikota Richard Louhenapessy bersama Wakil Walikota Syarief Hadler dan Sekertaris Kota Ambon AG Latuheru didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum langsung meninjau lokasi longsor. Walikota juga telah perintahkan Kepala Dinas Sosial untuk membawa logistik makanan dan bantuan lainnya untuk 6 keluarga dan anggota keluarga yang terancam dibagian gunung lokasi longsor.(ISL/IWU)

Most Popular

To Top